alexametrics
22.3 C
Madura
Tuesday, May 24, 2022

Proyek Drainase Harus Selesai Tepat Waktu

SUMENEP – Proyek pembangunan drainase di Desa Lenteng Timur, Kecamatan Lenteng, masih 70 persen. Batas akhir pengerjaan 26 Desember 2018 atau tinggal sepuluh hari lagi. Proyek yang dilaksanakan CV Air Das itu dikhawatirkan kurang maksimal karena saat ini sering hujan.

Pantauan RadarMadura.id, sekitar pukul 10.25 Sabtu (15/12) proyek itu masih dikerjakan. Sejumlah tukang istirahat dan tanah masih menumpuk di ujung selatan proyek. Sisi selatan galian drainase dan penutup drainase tersebut juga belum digarap. Beberapa pasir dan alat pertukangan terlihat di lokasi.

Anggota Komisi III DPRD Sumenep Juhari meminta proyek pembangunan drainase segera diselesaikan dan sesuai rencana anggaran biaya (RAB). Pembangunannya jangan asal-asalan sehingga tidak berkualitas. Jika pengerjaan tersebut terburu-buru, tidak sampai beberapa bulan akan hancur.

Baca Juga :  Lima Proyek Besar Gagal Digelar

”Kami minta segera diselesaikan dan jangan sampai melebihi batas yang sudah ditentukan,” kata politikus PPP tersebut.

Sementara itu, Sukandar selaku pengawas drainase itu berjanji akan diselesaikan tepat waktu. Selama ini pekerjaan tersebut sudah dikebut untuk menyelesaikan program fisik senilai Rp 148.725.000 itu. Setiap hari ada 15 tukang untuk menyelesaikan pembangunan proyek milik dinas PRKP dan cipta karya itu.

Laki-laki yang memakai topi saat ditemui JPRM di lokasi itu membenarkan bahwa masa pengerjaannya akan berakhir 26 Desember. Capaian pengerjaannya sudah 70 persen. Sementara saat ini yang harus dikerjakan adalah pemasangan beton untuk menutup drainase. ”Kami yakin bisa menyelesaikan sesuai waktu,” ucapnya. (c2)

Baca Juga :  Simple Cafe Sediakan Menu Lengkap dan Harga Terjangkau

 

SUMENEP – Proyek pembangunan drainase di Desa Lenteng Timur, Kecamatan Lenteng, masih 70 persen. Batas akhir pengerjaan 26 Desember 2018 atau tinggal sepuluh hari lagi. Proyek yang dilaksanakan CV Air Das itu dikhawatirkan kurang maksimal karena saat ini sering hujan.

Pantauan RadarMadura.id, sekitar pukul 10.25 Sabtu (15/12) proyek itu masih dikerjakan. Sejumlah tukang istirahat dan tanah masih menumpuk di ujung selatan proyek. Sisi selatan galian drainase dan penutup drainase tersebut juga belum digarap. Beberapa pasir dan alat pertukangan terlihat di lokasi.

Anggota Komisi III DPRD Sumenep Juhari meminta proyek pembangunan drainase segera diselesaikan dan sesuai rencana anggaran biaya (RAB). Pembangunannya jangan asal-asalan sehingga tidak berkualitas. Jika pengerjaan tersebut terburu-buru, tidak sampai beberapa bulan akan hancur.

Baca Juga :  Masih Terealisasi 22 Persen, Proyek Pasar Margalela Diawasi Ketat TP4D

”Kami minta segera diselesaikan dan jangan sampai melebihi batas yang sudah ditentukan,” kata politikus PPP tersebut.

Sementara itu, Sukandar selaku pengawas drainase itu berjanji akan diselesaikan tepat waktu. Selama ini pekerjaan tersebut sudah dikebut untuk menyelesaikan program fisik senilai Rp 148.725.000 itu. Setiap hari ada 15 tukang untuk menyelesaikan pembangunan proyek milik dinas PRKP dan cipta karya itu.

Laki-laki yang memakai topi saat ditemui JPRM di lokasi itu membenarkan bahwa masa pengerjaannya akan berakhir 26 Desember. Capaian pengerjaannya sudah 70 persen. Sementara saat ini yang harus dikerjakan adalah pemasangan beton untuk menutup drainase. ”Kami yakin bisa menyelesaikan sesuai waktu,” ucapnya. (c2)

Baca Juga :  Datangkan Jikustik, Launching Visit Sumenep 2019 Spektakuler

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Sohib Divonis Mati

Proyek Pengadaan PJU Ditunda

Artikel Terbaru

/