alexametrics
22.8 C
Madura
Saturday, May 21, 2022

Smart SIM Hilang, Saldo Hangus

SUMENEP – Satlantas Polres Sumenep telah menerapkan pelayanan pembuatan smart SIM. Yaitu, surat izin mengemudi (SIM) dengan beragam fitur tambahan.

Kanit Regident Satlantas Polres Sumenep Ipda Agus Prayitno menyampaikan, ada beberapa fitur dalam smart SIM. Di antaranya, merekam data beserta nomor induk kependudukan (NIK), data forensik kepolisian, data perilaku beralu lintas, dan menyimpan saldo e-money.

Dengan demikian, SIM bisa digunakan sebagai alat transaksi eletronik. Misalnya, berbelanja, membayar pelanggaran tilang, dan pembayaran jalan tol. Namun, Smart SIM hanya bisa menampung saldo maksimal Rp 2 juta.

Menurut Agus, fitur saldo e-money pada smart SIM bersifat opsional. Pemiliknya tidak diwajibkan mengisi saldo. Saldo tersebut sama sebagaimana uang elektronik lainnya. Apabila smart SIM hilang, pemilik kehilangan saldo.

Baca Juga :  Dibantu BPRS, Pedagang Bersyukur Tempati Kios Gratis di Pasar Anom

Dia mengakui, beberapa waktu lalu Satlantas Polres Sumenep mengalami keterbatasan blangko SIM. Akibatnya, para pemohon SIM baru maupun perpanjangan hanya memperoleh surat keterangan izin mengemudi. Kejadian itu juga terjadi di beberapa daerah di Jawa Timur.

Kejadiannya, sejak Juli–September 2019. Masyarakat hanya mendapat bukti keterangan memilki SIM. Bukti keterangan tersebut menjadi pengganti sementara.

Fungsinya, bisa dipergunakan seperti SIM. Meski demikian, keterbatasan material SIM waktu itu pelayanan permohonan SIM dan perpanjangan berjalan normal.

Pihaknya menegaskan bahwa saat ini material SIM sudah tersedia lengkap. Pemohon baru dan perpanjangan bisa mendapatkan smart SIM. Pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat yang belum menukarkan surat keterangan dengan SIM asli agar segera mendatangi kantor pengurusan SIM.

Baca Juga :  Sebut Kontraktor Tak Profesional, Proyek Tajamara Rp 4 Miliar Mangkrak

 ”Tentu harus melalui tahapan yang sudah menjadi ketentuan seperti lulus tes materi dan tes praktik,” jelasnya.

Asrono, 43, warga Tamedung, Batang-Batang, Sumenep, ketika mengurus perpanjangan SIM mengaku sudah mendengar perubahan SIM. Dia memperpanjang SIM A dan C. Biaya yang dihabiskan Rp 155.000, untuk SIM A Rp 80 ribu dan SIM C Rp 75 ribu. Dia berharap, pelayanan pengurusan SIM lebih cepat. (c3)

- Advertisement -

SUMENEP – Satlantas Polres Sumenep telah menerapkan pelayanan pembuatan smart SIM. Yaitu, surat izin mengemudi (SIM) dengan beragam fitur tambahan.

Kanit Regident Satlantas Polres Sumenep Ipda Agus Prayitno menyampaikan, ada beberapa fitur dalam smart SIM. Di antaranya, merekam data beserta nomor induk kependudukan (NIK), data forensik kepolisian, data perilaku beralu lintas, dan menyimpan saldo e-money.

Dengan demikian, SIM bisa digunakan sebagai alat transaksi eletronik. Misalnya, berbelanja, membayar pelanggaran tilang, dan pembayaran jalan tol. Namun, Smart SIM hanya bisa menampung saldo maksimal Rp 2 juta.


Menurut Agus, fitur saldo e-money pada smart SIM bersifat opsional. Pemiliknya tidak diwajibkan mengisi saldo. Saldo tersebut sama sebagaimana uang elektronik lainnya. Apabila smart SIM hilang, pemilik kehilangan saldo.

Baca Juga :  Per Bulan Tembus Dua Ribu Pemohon

Dia mengakui, beberapa waktu lalu Satlantas Polres Sumenep mengalami keterbatasan blangko SIM. Akibatnya, para pemohon SIM baru maupun perpanjangan hanya memperoleh surat keterangan izin mengemudi. Kejadian itu juga terjadi di beberapa daerah di Jawa Timur.

Kejadiannya, sejak Juli–September 2019. Masyarakat hanya mendapat bukti keterangan memilki SIM. Bukti keterangan tersebut menjadi pengganti sementara.

Fungsinya, bisa dipergunakan seperti SIM. Meski demikian, keterbatasan material SIM waktu itu pelayanan permohonan SIM dan perpanjangan berjalan normal.

Pihaknya menegaskan bahwa saat ini material SIM sudah tersedia lengkap. Pemohon baru dan perpanjangan bisa mendapatkan smart SIM. Pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat yang belum menukarkan surat keterangan dengan SIM asli agar segera mendatangi kantor pengurusan SIM.

Baca Juga :  Warga Ambat Tuntut Cabut Sertifikat

 ”Tentu harus melalui tahapan yang sudah menjadi ketentuan seperti lulus tes materi dan tes praktik,” jelasnya.

Asrono, 43, warga Tamedung, Batang-Batang, Sumenep, ketika mengurus perpanjangan SIM mengaku sudah mendengar perubahan SIM. Dia memperpanjang SIM A dan C. Biaya yang dihabiskan Rp 155.000, untuk SIM A Rp 80 ribu dan SIM C Rp 75 ribu. Dia berharap, pelayanan pengurusan SIM lebih cepat. (c3)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/