alexametrics
22.4 C
Madura
Monday, August 15, 2022

Jalan Sepanjang Lima Kilometer Tak Pernah Diaspal

SUMENEP – Infrastruktur jalan di wilayah kepulauan banyak yang belum tersentuh pengaspalan. Salah satunya jalan sepanjang lima kilometer (km) di Desa Gelaman, Kecamatan Arjasa, Pulau Kangean. Jalan penghubung ke Desa Pajenangger dan Pulau Saobi ini tak pernah tersentuh pengaspalan.

Jalan kecamatan ini merupakan akses satu-satunya dari dan menuju tiga desa. Ketika musim hujan, praktis tidak bisa dilalui pengendara. Badrul Aini, anggota DPRD Sumenep asal kepulauan mengatakan, jalan penghubung antardesa ini rusak parah. Hal itu mengganggu para pengguna jalan.

Ketika sampai di jalan berbatu, pengendara harus memperlambat laju kendaraan. ”Yang miris ketika hujan, praktis berlumpur dan sepeda tidak bisa lewat. Hal ini yang menjadi keluhan masyarakat tiga desa. Sementara, jalan itu akses ke berbagai tempat,” ucap dia.

Baca Juga :  PLN Intensifkan Elektrifikasi Pulau Kangean

Dia mengatakan, kepala desa telah menyampaikan kepada Bupati A. Busyro Karim ketika melakukan safari kepulauan beberapa waktu lalu. Termasuk kepada Kepala Dinas PU Bina Marga Edy Rasiyadi. Masyarakat berharap segera dianggarkan pembangunan.

Badrul Aini menyarankan, kalau pemkab membangun jalan ke kepulauan jangan dibuat paket penunjukan. Sebab, bakal berdampak pada kualitas proyek. ”Jalan yang tak pernah teraspal sepanjang lima kilometer itu harus diselesaikan dalam satu kali pekerjaan,” pintanya.

Kepala Dinas PU Bina Marga Sumenep Edy Rasiyadi mengatakan, instansinya menyiapkan anggaran Rp 15 miliar untuk infrastruktur Pulau Kangean.

SUMENEP – Infrastruktur jalan di wilayah kepulauan banyak yang belum tersentuh pengaspalan. Salah satunya jalan sepanjang lima kilometer (km) di Desa Gelaman, Kecamatan Arjasa, Pulau Kangean. Jalan penghubung ke Desa Pajenangger dan Pulau Saobi ini tak pernah tersentuh pengaspalan.

Jalan kecamatan ini merupakan akses satu-satunya dari dan menuju tiga desa. Ketika musim hujan, praktis tidak bisa dilalui pengendara. Badrul Aini, anggota DPRD Sumenep asal kepulauan mengatakan, jalan penghubung antardesa ini rusak parah. Hal itu mengganggu para pengguna jalan.

Ketika sampai di jalan berbatu, pengendara harus memperlambat laju kendaraan. ”Yang miris ketika hujan, praktis berlumpur dan sepeda tidak bisa lewat. Hal ini yang menjadi keluhan masyarakat tiga desa. Sementara, jalan itu akses ke berbagai tempat,” ucap dia.

Baca Juga :  Gerakan Peduli Gili Labak dan JPRM Tenggelamkan Beton Cor. Ini Misinya

Dia mengatakan, kepala desa telah menyampaikan kepada Bupati A. Busyro Karim ketika melakukan safari kepulauan beberapa waktu lalu. Termasuk kepada Kepala Dinas PU Bina Marga Edy Rasiyadi. Masyarakat berharap segera dianggarkan pembangunan.

Badrul Aini menyarankan, kalau pemkab membangun jalan ke kepulauan jangan dibuat paket penunjukan. Sebab, bakal berdampak pada kualitas proyek. ”Jalan yang tak pernah teraspal sepanjang lima kilometer itu harus diselesaikan dalam satu kali pekerjaan,” pintanya.

Kepala Dinas PU Bina Marga Sumenep Edy Rasiyadi mengatakan, instansinya menyiapkan anggaran Rp 15 miliar untuk infrastruktur Pulau Kangean.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/