alexametrics
20.7 C
Madura
Thursday, May 26, 2022

Blangko KK Stabil, E-KTP Labil

SUMENEP – Pelayanan kepemilikan dokumen kependudukan di Sumenep terkendala ketersediaan blangko. Pemohon hanya diberikan surat keterangan (suket).

Kabid Pelayanan Pendaftaran Penduduk Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Sumenep Wahasah menyampaikan, minimnya ketersediaan blangko e-KTP menjadi masalah nasional. Dispendukcapil Sumenep hanya menerima 500 keping per 10 hari kerja efektif. Sesuai petunjuk pusat dikhususkan kepada masyarakat yang belum pernah memiliki KTP.

Surat keterangan pengganti e-KTP mencapai 12 ribu setelah Pemilu 2019 hingga saat ini. Semua unsur data pemilik ada di dalam. Perbedaannya pada bentuk fisik dan masa berlaku. KTP sementara hanya 6 bulan dan e-KTP berlaku selamanya. ”Kira-kira dalam sebulan kita hanya kebagian 1.000 keping blangko,” jelasnya.

Baca Juga :  Terseret Ombak, Paus Mati Terdampar

Berbeda dengan blangko kartu keluarga (KK) yang berjalan stabil. Tahun ini, ketersediaan blangko KK di Sumenep 47 ribu. Sejak Januari 2019, yang sudah digunakan 40 ribu lembar. Pengurusan KK didominasi terkait tentang perubahan data.

Sejak Mal Pelayanan Publik (MPP) aktif, animo masyarakat terhadap kepemilikan dokumen kependudukan meningkat. Setiap hari jumlah pelayanan rata-rata sampai 160 orang. Saat MPP belum aktif  hanya 120 orang per hari.

Wahasah mengimbau kepada masyarakat untuk mengoreksi data yang dimiliki sehingga data benar-benar valid. Prinsip pelayanan pendataan dokumen itu berdasarkan kevalidan dan bukan berdasarkan kepentingan. ”Yang banyak mengubah tahun lahir untuk mengurangi usia kerena kepentingan masuk kerja. Juga ada yang menambah usia untuk kepentingan mendaftar haji,” jelasnya. (c3)

Baca Juga :  Teledor, Warga Iran Dapat E-KTP

SUMENEP – Pelayanan kepemilikan dokumen kependudukan di Sumenep terkendala ketersediaan blangko. Pemohon hanya diberikan surat keterangan (suket).

Kabid Pelayanan Pendaftaran Penduduk Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Sumenep Wahasah menyampaikan, minimnya ketersediaan blangko e-KTP menjadi masalah nasional. Dispendukcapil Sumenep hanya menerima 500 keping per 10 hari kerja efektif. Sesuai petunjuk pusat dikhususkan kepada masyarakat yang belum pernah memiliki KTP.

Surat keterangan pengganti e-KTP mencapai 12 ribu setelah Pemilu 2019 hingga saat ini. Semua unsur data pemilik ada di dalam. Perbedaannya pada bentuk fisik dan masa berlaku. KTP sementara hanya 6 bulan dan e-KTP berlaku selamanya. ”Kira-kira dalam sebulan kita hanya kebagian 1.000 keping blangko,” jelasnya.

Baca Juga :  Pemohon Perekaman E-KTP Di MPP Membeludak

Berbeda dengan blangko kartu keluarga (KK) yang berjalan stabil. Tahun ini, ketersediaan blangko KK di Sumenep 47 ribu. Sejak Januari 2019, yang sudah digunakan 40 ribu lembar. Pengurusan KK didominasi terkait tentang perubahan data.

Sejak Mal Pelayanan Publik (MPP) aktif, animo masyarakat terhadap kepemilikan dokumen kependudukan meningkat. Setiap hari jumlah pelayanan rata-rata sampai 160 orang. Saat MPP belum aktif  hanya 120 orang per hari.

Wahasah mengimbau kepada masyarakat untuk mengoreksi data yang dimiliki sehingga data benar-benar valid. Prinsip pelayanan pendataan dokumen itu berdasarkan kevalidan dan bukan berdasarkan kepentingan. ”Yang banyak mengubah tahun lahir untuk mengurangi usia kerena kepentingan masuk kerja. Juga ada yang menambah usia untuk kepentingan mendaftar haji,” jelasnya. (c3)

Baca Juga :  Diserbu Warga, Dispendukcapil Kewalahan dan Lembur Sampai Pukul 23.00
- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/