alexametrics
25.4 C
Madura
Monday, May 16, 2022

PIWS Ajari Pengusaha Muda Bangun Jaringan

SUMENEP – Kamis ini (17/8)  rakyat Indonesia memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-72 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kemerdekaan diraih dengan perjuangan, semangat gotong royong, dan persatuan.

Semangat itu pula yang tertanam dalam diri para pengusaha muda yang telah mengikuti pelatihan di Pusat Inkubator Wirausaha STKIP PGRI (PIWS) Sumenep. Hari kemerdekaan merupakan hari keberuntungan bagi para pengusaha muda yang pernah mengikuti pelatihan PIWS.

Mereka mendapat permintaan menyiapkan konsumsi dalam pelaksanaan upacara pengibaran dan penurunan bendera Merah Putih dalam peringatan HUT Ke-72 RI di Kantor Bupati Sumenep. Tidak kurang dari 22 ribu kue harus mereka siapkan untuk memenuhi permintaan langsung dari Bupati Sumenep A. Busyro Karim.

Puluhan pekerja terlibat dalam persiapan tersebut. Jadi bukan hanya para pengusaha sibuk. Lapangan pekerjaan ikut tersedia bagi tetangga-tetangga para pengusaha muda. Bahkan mereka harus lembur.

Seperti dilakukan Endang Sulastri, salah seorang peserta pelatihan pembuatan roti. Wanita 26 tahun ini merekrut 20 orang tetangganya untuk menyelesaikan pesanan yang dia kerjakan.

Baca Juga :  Tabrakan, Nelayan asal Situbondo dan Sumenep Tewas di Masalembu

”Saya dapat pesanan 4.000 kue tradisional. Untuk mengerjakannya saya merekrut 20 orang tetangga,” ungkap Endang.

Selain mengerjakan pesanan, di rumahnya di Desa Kalianget Barat, Endang sudah mulai memproduksi kue untuk dijual. Hanya, produksinya masih dalam skala kecil. ”Pada hari-hari tertentu saja buatnya,” jelas dia.

Hal yang sama dilakukan Rahmatillah, warga Desa Daramista, Kecamatan Lenteng, Sumenep. Wanita lulusan STKIP PGRI Sumenep itu saat ini membuka jasa jahit pakaian di kediamannya setelah ikut pelatihan di PIWS Sumenep. Rahma, begitu panggilannya, mengaku telah mengikuti pelatihan menjahit di PIWS.

”Untuk pesanan di peringatan HUT RI ini, ada sekitar 12 orang pengusaha jahit yang ikut, dan saya salah satunya. Untuk memenuhi pesanan, saya merekrut empat orang tetangga untuk membuat tas tempat kue,” jelasnya Rabu (16/8).

Dua pengusaha muda tersebut mengaku senang. Sebab, selain diberi pelatihan, mereka juga diajari untuk membangun jaringan antar sesama pengusaha. ”Jadi kalau misalnya ada pesanan seperti ini, kita juga kebagian rezeki, teman-teman yang membuat kuenya, saya bagian membuat tasnya,” ungkap Rahma.

Baca Juga :  JKN – KIS Hindarkan Keluarga Kami dari Utang Biaya Pengobatan

Direktur PIWS Sumenep Khoirul Asiah mengaku bangga dengan para wirausahawan muda tersebut. Dia menganggap, peringatan HUT Ke-72 Kemerdekaan RI tahun ini merupakan pembuktian bagi para pengusaha muda Sumenep untuk membuktikan hasil pelatihan mereka.

”Ini adalah momen pembuktian bahwa Sumenep memiliki pengusaha baru yang siap bersaing secara profesional,” ungkapnya bangga.

Apresiasi juga disampaikan Ketua Persatuan Pengurus Lembaga Pendidikan (PPLP) STKIP PGRI Sumenep Joko Sungkono. Joko yang menyempatkan hadir di ruang packaging PIWS di STKIP PGRI Sumenep mengaku kagum dan senang.

Sebab, salah satu program unggulan yang digagas Pemkab Sumenep, yaitu menciptakan 5.000 wirausaha  baru sudah mulai berjalan. ”Mulai sekarang kita penuhi Sumenep dengan wirausahawan kreatif asli Sumenep. Kita tidak perlu lagi mencari wirausahawan dari luar daerah karena di Sumenep sudah lahir wirausaha muda yang berkompeten,” pungkasnya.

SUMENEP – Kamis ini (17/8)  rakyat Indonesia memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-72 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kemerdekaan diraih dengan perjuangan, semangat gotong royong, dan persatuan.

Semangat itu pula yang tertanam dalam diri para pengusaha muda yang telah mengikuti pelatihan di Pusat Inkubator Wirausaha STKIP PGRI (PIWS) Sumenep. Hari kemerdekaan merupakan hari keberuntungan bagi para pengusaha muda yang pernah mengikuti pelatihan PIWS.

Mereka mendapat permintaan menyiapkan konsumsi dalam pelaksanaan upacara pengibaran dan penurunan bendera Merah Putih dalam peringatan HUT Ke-72 RI di Kantor Bupati Sumenep. Tidak kurang dari 22 ribu kue harus mereka siapkan untuk memenuhi permintaan langsung dari Bupati Sumenep A. Busyro Karim.

Puluhan pekerja terlibat dalam persiapan tersebut. Jadi bukan hanya para pengusaha sibuk. Lapangan pekerjaan ikut tersedia bagi tetangga-tetangga para pengusaha muda. Bahkan mereka harus lembur.

Seperti dilakukan Endang Sulastri, salah seorang peserta pelatihan pembuatan roti. Wanita 26 tahun ini merekrut 20 orang tetangganya untuk menyelesaikan pesanan yang dia kerjakan.

Baca Juga :  DPRD Ancam Coret Program Wirausaha Muda

”Saya dapat pesanan 4.000 kue tradisional. Untuk mengerjakannya saya merekrut 20 orang tetangga,” ungkap Endang.

Selain mengerjakan pesanan, di rumahnya di Desa Kalianget Barat, Endang sudah mulai memproduksi kue untuk dijual. Hanya, produksinya masih dalam skala kecil. ”Pada hari-hari tertentu saja buatnya,” jelas dia.

Hal yang sama dilakukan Rahmatillah, warga Desa Daramista, Kecamatan Lenteng, Sumenep. Wanita lulusan STKIP PGRI Sumenep itu saat ini membuka jasa jahit pakaian di kediamannya setelah ikut pelatihan di PIWS Sumenep. Rahma, begitu panggilannya, mengaku telah mengikuti pelatihan menjahit di PIWS.

”Untuk pesanan di peringatan HUT RI ini, ada sekitar 12 orang pengusaha jahit yang ikut, dan saya salah satunya. Untuk memenuhi pesanan, saya merekrut empat orang tetangga untuk membuat tas tempat kue,” jelasnya Rabu (16/8).

Dua pengusaha muda tersebut mengaku senang. Sebab, selain diberi pelatihan, mereka juga diajari untuk membangun jaringan antar sesama pengusaha. ”Jadi kalau misalnya ada pesanan seperti ini, kita juga kebagian rezeki, teman-teman yang membuat kuenya, saya bagian membuat tasnya,” ungkap Rahma.

Baca Juga :  DPRKP dan Cipta Karya Pelopori Gerakan Peduli Jalur Hijau

Direktur PIWS Sumenep Khoirul Asiah mengaku bangga dengan para wirausahawan muda tersebut. Dia menganggap, peringatan HUT Ke-72 Kemerdekaan RI tahun ini merupakan pembuktian bagi para pengusaha muda Sumenep untuk membuktikan hasil pelatihan mereka.

”Ini adalah momen pembuktian bahwa Sumenep memiliki pengusaha baru yang siap bersaing secara profesional,” ungkapnya bangga.

Apresiasi juga disampaikan Ketua Persatuan Pengurus Lembaga Pendidikan (PPLP) STKIP PGRI Sumenep Joko Sungkono. Joko yang menyempatkan hadir di ruang packaging PIWS di STKIP PGRI Sumenep mengaku kagum dan senang.

Sebab, salah satu program unggulan yang digagas Pemkab Sumenep, yaitu menciptakan 5.000 wirausaha  baru sudah mulai berjalan. ”Mulai sekarang kita penuhi Sumenep dengan wirausahawan kreatif asli Sumenep. Kita tidak perlu lagi mencari wirausahawan dari luar daerah karena di Sumenep sudah lahir wirausaha muda yang berkompeten,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/