alexametrics
19.7 C
Madura
Friday, May 27, 2022

Kejaksaan Kembalikan Uang Kasus Pasar Pragaan

SUMENEP – Perkara korupsi Pasar Pragaan yang menjerat Babur Rahman dan Koko Andriyanto tuntas. Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumenep menyerahkan uang ratusan juta rupiah kepada Pemkab Sumenep kemarin (16/7). Uang itu didapat dari pengembalian oleh terpidana.

Kajari Sumenep Bambang Panca Wahyudi Hariadi mengatakan, Babur Rahman adalah kontraktor yang melaksanakan pembangunan Pasar Pragaan 2014 dengan total pagu Rp 2,6 miliar. Sementara Koko Andriyanto berperan sebagai konsultan pengawas. Berdasarkan audit dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) ditemukan ada yang tidak beres.

”Proyek itu diketahui tidak sesuai dengan spesifikasi perencanaannya, mulai dari pengurangan konstruksi dan volume,” ucapnya.

Bambang mengatakan, sedikitnya ada Rp 699.008.000 yang dikembalikan terpidana. Kemudian, kejari menyerahkan kepada Pemkab Sumenep sebagaimana amar putusan yang dibacakan majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Surabaya. ”Proses hukumnya sudah inkrah, kewajiban bagi kami selaku eksekutor untuk menjalankan perintah putusan,” tuturnya.

Baca Juga :  Kades Candi Burung Diganjar 3,5 Tahun

Panca mengungkapkan, Babur dan Koko masing-masing dipidana 1,5 tahun. Pihaknya mengaku puas meski dua rekanan nakal itu hanya dipidana 1,5 tahun. ”Bagi kami, yang penting penyelamatan uangnya, masalah memenjarakan itu tidak ada apa-apanya, karena kita sidang mengeluarkan anggaran,” imbuhnya.

Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Sumenep Edy Rasiyadi mengapresiasi kejari yang telah menuntaskan kasus korupsi tersebut. Dia berharap, kasus tersebut menjadi peringatan bagi pemangku kepentingan agar tidak menyalahkan penggunaan anggaran. ”Baik pengguna anggaran, pejabat pembuat komitmen, kontraktor, maupun konsultan pengawas agar tidak menyalahgunakan anggaran,” ujarnya.

Pemkab sudah bekerja sama dengan Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D) dalam penggunaan anggaran di atas Rp 1 miliar. Kerja sama yang telah dibangun diharapkan akan menekan potensi korupsi.

Baca Juga :  Jasa Konsultasi FS Waterbase Masuk Lelang

Perkara korupsi Pasar Pragaan ini mencuat sejak 2015. Babur bukanlah pemenang kontrak dalam tender proyek tersebut. Berdasarkan informasi di laman layanan pengadaan secara elektronik (LPSE), pemenang kontrak PT Bukidalam Barisani. Perusahaan tersebut beralamat di Jalan Kedung Asem Nomor 104 Surabaya.

Sementara Babur merupakan direktur CV Bayu Jaya Abadi Sumenep. Dalam tender tersebut, perusahaan milik Babur ikut menjadi peserta lelang. Tetapi di titik akhir, CV Bayu Jaya Abadi dicoret karena tidak melampirkan jaminan penawaran.

Berdasarkan data yang dihimpun koran ini, meskipun PT Bukidalam Barisani yang memenangkan tender, proyek pasar itu disubkontrakkan kepada Babur. Nilai subkontrak ini ditengarai tidak lagi Rp 2,6 miliar, melainkan hanya Rp 1,6 miliar. Akibatnya, banyak pengurangan spesifikasi dan pengurangan volume hingga berbuntut tindak pidana korupsi. (jup)

SUMENEP – Perkara korupsi Pasar Pragaan yang menjerat Babur Rahman dan Koko Andriyanto tuntas. Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumenep menyerahkan uang ratusan juta rupiah kepada Pemkab Sumenep kemarin (16/7). Uang itu didapat dari pengembalian oleh terpidana.

Kajari Sumenep Bambang Panca Wahyudi Hariadi mengatakan, Babur Rahman adalah kontraktor yang melaksanakan pembangunan Pasar Pragaan 2014 dengan total pagu Rp 2,6 miliar. Sementara Koko Andriyanto berperan sebagai konsultan pengawas. Berdasarkan audit dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) ditemukan ada yang tidak beres.

”Proyek itu diketahui tidak sesuai dengan spesifikasi perencanaannya, mulai dari pengurangan konstruksi dan volume,” ucapnya.


Bambang mengatakan, sedikitnya ada Rp 699.008.000 yang dikembalikan terpidana. Kemudian, kejari menyerahkan kepada Pemkab Sumenep sebagaimana amar putusan yang dibacakan majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Surabaya. ”Proses hukumnya sudah inkrah, kewajiban bagi kami selaku eksekutor untuk menjalankan perintah putusan,” tuturnya.

Baca Juga :  Kades Candi Burung Diganjar 3,5 Tahun

Panca mengungkapkan, Babur dan Koko masing-masing dipidana 1,5 tahun. Pihaknya mengaku puas meski dua rekanan nakal itu hanya dipidana 1,5 tahun. ”Bagi kami, yang penting penyelamatan uangnya, masalah memenjarakan itu tidak ada apa-apanya, karena kita sidang mengeluarkan anggaran,” imbuhnya.

Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Sumenep Edy Rasiyadi mengapresiasi kejari yang telah menuntaskan kasus korupsi tersebut. Dia berharap, kasus tersebut menjadi peringatan bagi pemangku kepentingan agar tidak menyalahkan penggunaan anggaran. ”Baik pengguna anggaran, pejabat pembuat komitmen, kontraktor, maupun konsultan pengawas agar tidak menyalahgunakan anggaran,” ujarnya.

Pemkab sudah bekerja sama dengan Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D) dalam penggunaan anggaran di atas Rp 1 miliar. Kerja sama yang telah dibangun diharapkan akan menekan potensi korupsi.

Baca Juga :  Kasus Curanmor Mendominasi Pelanggaran Hukum

Perkara korupsi Pasar Pragaan ini mencuat sejak 2015. Babur bukanlah pemenang kontrak dalam tender proyek tersebut. Berdasarkan informasi di laman layanan pengadaan secara elektronik (LPSE), pemenang kontrak PT Bukidalam Barisani. Perusahaan tersebut beralamat di Jalan Kedung Asem Nomor 104 Surabaya.

Sementara Babur merupakan direktur CV Bayu Jaya Abadi Sumenep. Dalam tender tersebut, perusahaan milik Babur ikut menjadi peserta lelang. Tetapi di titik akhir, CV Bayu Jaya Abadi dicoret karena tidak melampirkan jaminan penawaran.

Berdasarkan data yang dihimpun koran ini, meskipun PT Bukidalam Barisani yang memenangkan tender, proyek pasar itu disubkontrakkan kepada Babur. Nilai subkontrak ini ditengarai tidak lagi Rp 2,6 miliar, melainkan hanya Rp 1,6 miliar. Akibatnya, banyak pengurangan spesifikasi dan pengurangan volume hingga berbuntut tindak pidana korupsi. (jup)

- Advertisement -
Previous articleSemoga Terus Aman
Next articleKajari Tunjuk Kasipidsus

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/