alexametrics
23.4 C
Madura
Sunday, May 22, 2022

Disdik: Jangan Ada Kekerasan dalam MPLS

SUMENEP – Masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) menjadi momen penting bagi siswa baru. Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep meminta agar tidak ada tindak kekerasan, baik fisik maupun mental dalam kegiatan rutin tahunan yang dulu bernama masa orientasi siswa (MOS) ini.

MPLS bertujuan membantu siswa baru beradaptasi dengan lingkungan baru di sekolah. Selama ini, pro-kontra terhadap pelaksanaan masa orientasi ini menjadi pembicaraan hangat. Sebab, sering ditemui adanya kekerasan, baik fisik maupun mental kepada siswa baru.

Disdik Sumenep meminta agar pihak sekolah memastikan tidak ada tindak kekerasan kepada peserta didik baru.

”Di hari pertama sekolah ini, kami menyebar pejabat dinas untuk menjadi pembina upacara di seluruh sekolah negeri di Sumenep untuk menyampaikan imbauan agar MPLS kali ini tidak diisi dengan hal-hal yang berkaitan dengan kekerasan, baik itu fisik maupun mental kepada anak didik baru,” ungkap Kabid Pembinaan SMP Disdik Sumenep Moh. Iksan Senin (16/7).

Baca Juga :  Gelar Senam dan Sarapan Pagi Bersama

Selain melarang adanya kekerasan, Iksan juga ingin memastikan tidak ada pungutan dalam kegiatan ini. Bahkan, pihak sekolah atau panitia MPLS juga dilarang memberikan penugasan yang tidak masuk akal kepada peserta didik baru.

”Pihak sekolah atau panitia dilarang memberlakukan pungutan apa pun terkait MPLS. Kalau ada kebutuhan dari sekolah, silakan ambil dari dana BOS. Selain itu juga kami melarang pemberian penugasan yang tidak masuk akal kepada peserta didik baru,” jelasnya.

Dia berharap dengan adanya MPLS siswa baru dapat beradaptasi dengan cepat di lingkungan sekolah barunya. Selain itu, MPLS juga diharapkan dapat menimbulkan keakraban antar siswa dan guru di sekolah.

 

- Advertisement -

SUMENEP – Masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) menjadi momen penting bagi siswa baru. Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep meminta agar tidak ada tindak kekerasan, baik fisik maupun mental dalam kegiatan rutin tahunan yang dulu bernama masa orientasi siswa (MOS) ini.

MPLS bertujuan membantu siswa baru beradaptasi dengan lingkungan baru di sekolah. Selama ini, pro-kontra terhadap pelaksanaan masa orientasi ini menjadi pembicaraan hangat. Sebab, sering ditemui adanya kekerasan, baik fisik maupun mental kepada siswa baru.

Disdik Sumenep meminta agar pihak sekolah memastikan tidak ada tindak kekerasan kepada peserta didik baru.


”Di hari pertama sekolah ini, kami menyebar pejabat dinas untuk menjadi pembina upacara di seluruh sekolah negeri di Sumenep untuk menyampaikan imbauan agar MPLS kali ini tidak diisi dengan hal-hal yang berkaitan dengan kekerasan, baik itu fisik maupun mental kepada anak didik baru,” ungkap Kabid Pembinaan SMP Disdik Sumenep Moh. Iksan Senin (16/7).

Baca Juga :  Plt Kepala Puskesmas Gapura Angkat Tenaga Sukwan

Selain melarang adanya kekerasan, Iksan juga ingin memastikan tidak ada pungutan dalam kegiatan ini. Bahkan, pihak sekolah atau panitia MPLS juga dilarang memberikan penugasan yang tidak masuk akal kepada peserta didik baru.

”Pihak sekolah atau panitia dilarang memberlakukan pungutan apa pun terkait MPLS. Kalau ada kebutuhan dari sekolah, silakan ambil dari dana BOS. Selain itu juga kami melarang pemberian penugasan yang tidak masuk akal kepada peserta didik baru,” jelasnya.

Dia berharap dengan adanya MPLS siswa baru dapat beradaptasi dengan cepat di lingkungan sekolah barunya. Selain itu, MPLS juga diharapkan dapat menimbulkan keakraban antar siswa dan guru di sekolah.

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/