alexametrics
22.8 C
Madura
Saturday, May 21, 2022

Pembangunan Tajamara Tender hingga Empat Kali

SUMENEP – Dugaan penyertaan dokumen palsu dalam lelang ketiga proyek pembangunan Taman Jajan Madura (Tajamara) di Sumenep terus menuai sorotan. Sebab, hingga Minggu (16/7) perusahaan yang dicurigai berusaha curang tidak di-blacklist oleh Unit Layanan Pengadaan (ULP) Pemkab Sumenep.

Malah, ULP diduga membiarkan oknum rekanan yang memakai bendera PT Sumber Rezeki Abadi itu kembali ikut lelang keempat proyek Tajamara. Bahkan, salah satu perusahaan yang dipakai oknum rekanan untuk ikut lelang tersebut dipilih kembali menjadi calon pemenang. Pada lelang sebelumnya, PT Sumber Rezeki Abadi dipakai oknum rekanan itu juga ditetapkan sebagai calon pemenang lelang oleh ULP.

Tapi, PT Duta Salik melakukan sanggahan dan terungkap ada dugaan dokumen palsu yang disetor oknum rekanan. ULP lantas memutuskan tender ulang. PT Duta Salik yang merasa dirugikan kecewa dengan keputusan ULP tersebut. Sebab sebagai calon pemenang cadangan, PT Duta Salik tidak ditunjuk sebagai pemenang menggantikan PT Sumber Rezeki Abadi.

Baca Juga :  Wujudkan IDIA Jadi Kampus Literasi, UKM Pers Gelar Pelatihan Menulis

Pada lelang keempat, ULP kembali diduga kongkalikong dengan oknum rekanan yang berusaha memalsukan dokumen pengalaman kerja. Sukendar, selaku bagian administrasi PT Duta Salik Cabang Surabaya menuding ULP main-main dengan lelang proyek pembangunan Tajamara. Indikasinya, sebut dia, hingga kemarin PT Sumber Rezeki Abadi yang diduga memalsukan dokumen pengalaman kerja tidak di-blacklist.

Padahal dugaan pemalsuan dokumen pengalaman kerja tersebut merugikan pihak lain. ”Seandainya dokumen palsu itu tidak diketahui, mungkin perusahaan itu sudah menang. Ternyata sampai sekarang tidak di-blacklist,” katanya.

Dia mengungkapkan, nama PT Sumber Rezeki Abadi dipinjam oleh oknum kontraktor di Sumenep. Diduga pelaku pemalsuan adalah oknum kontraktor tersebut. Namun pada lelang keempat, ULP masih menerima oknum tersebut. Atas dasar itu, Sukendar curiga ada permainan dalam proses lelang keempat proyek Tajamara.

Dia menuding, lelang proyek Tajamara yang dilakukan sampai empat kali itu diduga permainan ULP. ULP melakukan tender ulang karena perusahaan yang diikutkan lelang oleh oknum kontraktor yang bekerja sama kalah pada persyaratan. ”Ini ada unsur permainan. Laporan kami ke Polda Jatim tetap akan kami kawal,” ucapnya.

Baca Juga :  Rawat Inap Tanpa Kendala, Warga Sumenep Ini Akui Manfaat JKN-KIS

Untuk diketahui, proyek pembangunan Tajamara hingga saat ini masih proses lelang. Anggaran yang digelontorkan melalui APBD senilai Rp 4 miliar. Pada lelang pertama dan kedua digagalkan karena tidak ada perusahaan yang memenuhi persyaratan. Sementara pada lelang ketiga diwarnai dugaan pemalsuan dokumen.

Kepala Bagian (Kabag) Pembangunan Setkab Sumenep Agus Dwi Syaputra mengaku, pemalsuan dokumen tidak terdeteksi sejak awal. Dokumen palsu yang disetor PT Sumber Rezeki Abadi diketahui setelah ada sanggahan. Kenapa PT Sumber Rezeki Abadi tidak di-blacklist? ”Bukan kewenangan kami melakukan blacklist,” katanya.

Tentang oknum kontraktor yang diduga sengaja memalsukan dokumen pengalaman kerja? Agus Dwi Syaputra mengaku tidak tahu. Karena itu, pihaknya melakukan tender ulang proyek pembangunan Tajamara setelah PT Sumer Rezeki Abadi diketahui menyetor dokumen palsu.

 

- Advertisement -

SUMENEP – Dugaan penyertaan dokumen palsu dalam lelang ketiga proyek pembangunan Taman Jajan Madura (Tajamara) di Sumenep terus menuai sorotan. Sebab, hingga Minggu (16/7) perusahaan yang dicurigai berusaha curang tidak di-blacklist oleh Unit Layanan Pengadaan (ULP) Pemkab Sumenep.

Malah, ULP diduga membiarkan oknum rekanan yang memakai bendera PT Sumber Rezeki Abadi itu kembali ikut lelang keempat proyek Tajamara. Bahkan, salah satu perusahaan yang dipakai oknum rekanan untuk ikut lelang tersebut dipilih kembali menjadi calon pemenang. Pada lelang sebelumnya, PT Sumber Rezeki Abadi dipakai oknum rekanan itu juga ditetapkan sebagai calon pemenang lelang oleh ULP.

Tapi, PT Duta Salik melakukan sanggahan dan terungkap ada dugaan dokumen palsu yang disetor oknum rekanan. ULP lantas memutuskan tender ulang. PT Duta Salik yang merasa dirugikan kecewa dengan keputusan ULP tersebut. Sebab sebagai calon pemenang cadangan, PT Duta Salik tidak ditunjuk sebagai pemenang menggantikan PT Sumber Rezeki Abadi.

Baca Juga :  Gaji Perangkat Desa Enam Bulan Ngendap

Pada lelang keempat, ULP kembali diduga kongkalikong dengan oknum rekanan yang berusaha memalsukan dokumen pengalaman kerja. Sukendar, selaku bagian administrasi PT Duta Salik Cabang Surabaya menuding ULP main-main dengan lelang proyek pembangunan Tajamara. Indikasinya, sebut dia, hingga kemarin PT Sumber Rezeki Abadi yang diduga memalsukan dokumen pengalaman kerja tidak di-blacklist.

Padahal dugaan pemalsuan dokumen pengalaman kerja tersebut merugikan pihak lain. ”Seandainya dokumen palsu itu tidak diketahui, mungkin perusahaan itu sudah menang. Ternyata sampai sekarang tidak di-blacklist,” katanya.

Dia mengungkapkan, nama PT Sumber Rezeki Abadi dipinjam oleh oknum kontraktor di Sumenep. Diduga pelaku pemalsuan adalah oknum kontraktor tersebut. Namun pada lelang keempat, ULP masih menerima oknum tersebut. Atas dasar itu, Sukendar curiga ada permainan dalam proses lelang keempat proyek Tajamara.

Dia menuding, lelang proyek Tajamara yang dilakukan sampai empat kali itu diduga permainan ULP. ULP melakukan tender ulang karena perusahaan yang diikutkan lelang oleh oknum kontraktor yang bekerja sama kalah pada persyaratan. ”Ini ada unsur permainan. Laporan kami ke Polda Jatim tetap akan kami kawal,” ucapnya.

Baca Juga :  Rawat Inap Tanpa Kendala, Warga Sumenep Ini Akui Manfaat JKN-KIS

Untuk diketahui, proyek pembangunan Tajamara hingga saat ini masih proses lelang. Anggaran yang digelontorkan melalui APBD senilai Rp 4 miliar. Pada lelang pertama dan kedua digagalkan karena tidak ada perusahaan yang memenuhi persyaratan. Sementara pada lelang ketiga diwarnai dugaan pemalsuan dokumen.

Kepala Bagian (Kabag) Pembangunan Setkab Sumenep Agus Dwi Syaputra mengaku, pemalsuan dokumen tidak terdeteksi sejak awal. Dokumen palsu yang disetor PT Sumber Rezeki Abadi diketahui setelah ada sanggahan. Kenapa PT Sumber Rezeki Abadi tidak di-blacklist? ”Bukan kewenangan kami melakukan blacklist,” katanya.

Tentang oknum kontraktor yang diduga sengaja memalsukan dokumen pengalaman kerja? Agus Dwi Syaputra mengaku tidak tahu. Karena itu, pihaknya melakukan tender ulang proyek pembangunan Tajamara setelah PT Sumer Rezeki Abadi diketahui menyetor dokumen palsu.

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/