alexametrics
23.7 C
Madura
Saturday, May 28, 2022

Jalan Lingkar Utara Rp 15 Miliar

SUMENEP – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep terus berupaya meningkatkan infrastruktur berupa peningkatan jalan. Salah satunya, rencana pembangunan Jalan Lingkar Utara. Tahun ini dianggarkan Rp 15 miliar. Namun, anggaran jumbo itu diprediksi belum bisa menuntaskan pembangunan.

Kabid Pembangunan Dinas PU dan Bina Marga Sumenep Hariyanto Effendi membenarkan pemerintah berencana membangun Jalan Lingkar Utara. Anggaran Rp 15 miliar yang dipersiapkan saat ini sudah masuk tahap lelang (lihat grafis).

Pembangunan Jalan Lingkar Utara itu akan menghubungkan Desa Parsanga dan Kebunan, Kecamatan Kota. Dengan demikian, akses dua desa yang terletak di sebelah utara dan timur Kecamatan Kota tersebut bisa saling terhubung. ”Pembangunan jalan utara itu masih baru dilakukan tahun ini,” ucapnya kemarin (16/6).

Baca Juga :  Pasien Rujukan dari Kepulauan Meninggal di Kapal

Hari menuturkan, pembangunan Jalan Lingkar Utara bertujuan memperlancar lalu lintas yang selama ini terpusat di wilayah kota. Terutama menuju Kecamatan Gapura dan Dungkek. Dengan demikian, jalan tersebut bisa mempercapat akses warga.

Hari mengungkapkan, lahan yang akan dimanfaatkan untuk pembangunan jalan tersebut sudah dibebaskan. Meski begitu, pihaknya meyakini anggaran Rp 15 miliar yang dipersiapkan tidak menuntaskan pembangunan Jalan Lingkar Utara. ”Itu bertahap karena dananya memang tidak cukup kalau diselesaikan,” kata Hari.

Pagu Rp 15 miliar yang disiapkan diperkirakan cukup untuk pembangunan fisik jalan 1,6 kilometer. Pihaknya berjanji akan kembali menganggarkan kembali tahun depan untuk menuntaskan proyek tersebut.

Anggota Komisi III DPRD Sumenep Jauhari mengapresiasi rencana pembangunan Jalan Lingkar Timur itu. Dirinya berharap ada peningkatan perekonomian masyarakat dari pembangunan infrastruktur tersebut. Politikus PPP itu menyampaikan, anggaran pembangunan itu cukup besar.

Baca Juga :  Pemkab Sumenep Tak Berani Spekulasi Harga Tembakau

Jauhari berjanji akan mengawasi realisasi anggaran jumbo itu. Menurut dia, pemanfaatan anggaran itu rentan disalahgunakan. ”Sebagai lembaga yang memiliki fungsi kontrol tentu kami akan awasi,” janjinya. (jup)

SUMENEP – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep terus berupaya meningkatkan infrastruktur berupa peningkatan jalan. Salah satunya, rencana pembangunan Jalan Lingkar Utara. Tahun ini dianggarkan Rp 15 miliar. Namun, anggaran jumbo itu diprediksi belum bisa menuntaskan pembangunan.

Kabid Pembangunan Dinas PU dan Bina Marga Sumenep Hariyanto Effendi membenarkan pemerintah berencana membangun Jalan Lingkar Utara. Anggaran Rp 15 miliar yang dipersiapkan saat ini sudah masuk tahap lelang (lihat grafis).

Pembangunan Jalan Lingkar Utara itu akan menghubungkan Desa Parsanga dan Kebunan, Kecamatan Kota. Dengan demikian, akses dua desa yang terletak di sebelah utara dan timur Kecamatan Kota tersebut bisa saling terhubung. ”Pembangunan jalan utara itu masih baru dilakukan tahun ini,” ucapnya kemarin (16/6).

Baca Juga :  12 Lembaga Belum Cairkan Dana BOS TA 2019

Hari menuturkan, pembangunan Jalan Lingkar Utara bertujuan memperlancar lalu lintas yang selama ini terpusat di wilayah kota. Terutama menuju Kecamatan Gapura dan Dungkek. Dengan demikian, jalan tersebut bisa mempercapat akses warga.

Hari mengungkapkan, lahan yang akan dimanfaatkan untuk pembangunan jalan tersebut sudah dibebaskan. Meski begitu, pihaknya meyakini anggaran Rp 15 miliar yang dipersiapkan tidak menuntaskan pembangunan Jalan Lingkar Utara. ”Itu bertahap karena dananya memang tidak cukup kalau diselesaikan,” kata Hari.

Pagu Rp 15 miliar yang disiapkan diperkirakan cukup untuk pembangunan fisik jalan 1,6 kilometer. Pihaknya berjanji akan kembali menganggarkan kembali tahun depan untuk menuntaskan proyek tersebut.

Anggota Komisi III DPRD Sumenep Jauhari mengapresiasi rencana pembangunan Jalan Lingkar Timur itu. Dirinya berharap ada peningkatan perekonomian masyarakat dari pembangunan infrastruktur tersebut. Politikus PPP itu menyampaikan, anggaran pembangunan itu cukup besar.

Baca Juga :  Penjelasan Kepala BKPSDM di Hadapan Pedemo Video Kontroversial

Jauhari berjanji akan mengawasi realisasi anggaran jumbo itu. Menurut dia, pemanfaatan anggaran itu rentan disalahgunakan. ”Sebagai lembaga yang memiliki fungsi kontrol tentu kami akan awasi,” janjinya. (jup)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/