alexametrics
23.9 C
Madura
Sunday, May 22, 2022

Satu PMI Gagal Pulang ke Sumenep

SUMENEP, Jawa Pos Radar Madura – Pemulangan pekerja migran Indonesia (PMI) asal Sumenep terus berlangsung. Berdasar data terbaru yang diterima Jawa Pos Radar Madura (JPRM), terdapat 280 PMI yang dijadwalkan pulang ke Kota Keris. Tapi, satu orang dinyatakan positif dan hingga kini masih dikarantina di Surabaya. Ratusan PMI itu berasal dari wilayah daratan maupun kepulauan yang ada di Sumenep.

Koordinator Dokter Rumah Isolasi Darurat Covid (RIDC) Sumenep Novia Sriwahyuni menyampaikan, RIDC masih melayani karantina PMI yang dipulangkan dari luar negeri. Bahkan, beberapa PMI harus merayakan Hari Raya Idul Fitri di RIDC karena sedang dikarantina.

”Hal ini sudah menjadi ketentuan bagi PMI yang dipulangkan ke Sumenep. Penghuni RIDC yang dipulangkan sebanyak lima orang. Saat ini, sebanyak tujuh PMI dalam perjalanan dari Surabaya menuju RIDC,” ucapnya.

Baca Juga :  SKK Migas-KEI LtdĀ Berkurban di Raas dan Sapeken

Menurut dia, jumlah keseluruhan PMI asal Sumenep yang dipulangkan sudah mencapai 280 orang. Namun, satu PMI berjenis kelamin laki-laki asal Kecamatan Raas tidak bisa dipulangkan. Sebab, hasil tes PCR yang dilakukan tim medis di Surabaya menyatakan yang bersangkutan positif korona.

Karena itu, yang bersangkutan harus menjalani isolasi selama 10 hari di Rumah Sakit Lapangan Indrapura Surabaya. Salah satu RIDC yang disediakan oleh Pemprov Jatim. Khusus PMI yang dijemput pulang, hasil tes PCR-nya dipastikan negatif.

Namun, mereka tetap menjalani karantina di RIDC Sumenep selama tiga hari. Sebelum dipulangkan, mereka juga akan kembali menjalani tes PCR untuk memastikan streril dari virus korona. ”Alhamdulillah, mereka yang sudah tiba di Sumenep dan menjalani tes PCR belum ada yang dinyatakan positif,” jelasnya.

Baca Juga :  HNSI Sepakat Menangkan Paslon Sumenep Barokah

Menurutnya, tidak hanya PMI saja yang berlebaran di RIDC. Petugas yang mendapat tugas piket juga harus stand by di RIDC. Ada musala yang dijadikan tempat salat Id bagi PMI dan petugas RIDC. Setelah salat, para PMI langsung diarahkan kembali ke kamar. ”Sebenarnya, mereka yang pulang ke Sumenep itu hasil tesnya negatif. Tapi, harus menjalani karantina dan menjalani tes PCR sebelum pulang ke rumah,” pungkasnya. (jun)

- Advertisement -

SUMENEP, Jawa Pos Radar Madura – Pemulangan pekerja migran Indonesia (PMI) asal Sumenep terus berlangsung. Berdasar data terbaru yang diterima Jawa Pos Radar Madura (JPRM), terdapat 280 PMI yang dijadwalkan pulang ke Kota Keris. Tapi, satu orang dinyatakan positif dan hingga kini masih dikarantina di Surabaya. Ratusan PMI itu berasal dari wilayah daratan maupun kepulauan yang ada di Sumenep.

Koordinator Dokter Rumah Isolasi Darurat Covid (RIDC) Sumenep Novia Sriwahyuni menyampaikan, RIDC masih melayani karantina PMI yang dipulangkan dari luar negeri. Bahkan, beberapa PMI harus merayakan Hari Raya Idul Fitri di RIDC karena sedang dikarantina.

”Hal ini sudah menjadi ketentuan bagi PMI yang dipulangkan ke Sumenep. Penghuni RIDC yang dipulangkan sebanyak lima orang. Saat ini, sebanyak tujuh PMI dalam perjalanan dari Surabaya menuju RIDC,” ucapnya.

Baca Juga :  Ra Affan: Rugi Tidak Beli Buku Tora

Menurut dia, jumlah keseluruhan PMI asal Sumenep yang dipulangkan sudah mencapai 280 orang. Namun, satu PMI berjenis kelamin laki-laki asal Kecamatan Raas tidak bisa dipulangkan. Sebab, hasil tes PCR yang dilakukan tim medis di Surabaya menyatakan yang bersangkutan positif korona.

Karena itu, yang bersangkutan harus menjalani isolasi selama 10 hari di Rumah Sakit Lapangan Indrapura Surabaya. Salah satu RIDC yang disediakan oleh Pemprov Jatim. Khusus PMI yang dijemput pulang, hasil tes PCR-nya dipastikan negatif.

Namun, mereka tetap menjalani karantina di RIDC Sumenep selama tiga hari. Sebelum dipulangkan, mereka juga akan kembali menjalani tes PCR untuk memastikan streril dari virus korona. ”Alhamdulillah, mereka yang sudah tiba di Sumenep dan menjalani tes PCR belum ada yang dinyatakan positif,” jelasnya.

Baca Juga :  Pelanggaran Mayoritas Tidak Membawa STNK

Menurutnya, tidak hanya PMI saja yang berlebaran di RIDC. Petugas yang mendapat tugas piket juga harus stand by di RIDC. Ada musala yang dijadikan tempat salat Id bagi PMI dan petugas RIDC. Setelah salat, para PMI langsung diarahkan kembali ke kamar. ”Sebenarnya, mereka yang pulang ke Sumenep itu hasil tesnya negatif. Tapi, harus menjalani karantina dan menjalani tes PCR sebelum pulang ke rumah,” pungkasnya. (jun)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/