alexametrics
19.4 C
Madura
Thursday, August 18, 2022

Ribuan Warga Belum Rekam E-KTP

SUMENEP – Masyarakat Sumenep yang belum mengurus perekaman KTP elektronik segera melakukannya. Sebab jika tidak, mereka tidak bisa menggunakan hak suaranya pada pilgub Jatim. Sampai saat ini, ada belasan ribu penduduk yang belum melakukan perekaman.

Hingga pekan pertama Mei 2018, berdasar data di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumenep, ada 19.289 warga yang belum merekam KTP elektronik. Data tersebut kemungkinan besar sudah menurun. Sebab, menurut Kabid Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan Dispendukcapil Sumenep Imam Subekti, pihaknya sudah terjun langsung ke masyarakat untuk melakukan perekaman.

Dia menjelaskan bahwa dalam sehari, dispendukcapil melakukan perekaman sekitar 300–400 orang. Artinya, jika dihitung rata-rata dalam sepuluh hari ada tambahan 3.000–4.000 ribu warga yang merekam KTP elektronik. ”Jumlah pastinya, saya tidak pegang. Saya lagi di luar kantor ini,” kata Imam Subekti saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon kemarin (16/5).

Baca Juga :  Gelar Pameran Lukisan untuk Dongkrak Wisata

Penduduk yang belum merekam KTP elektronik menyebar di berbagai kecamatan. Akan tetapi, mayoritas berada di wilayah kepulauan. Selain alasan teknis, ada alasan nonteknis mengapa perekaman KTP elektronik tidak berjalan 100 persen di Kota Keris. ”Ini juga butuh kesadaran masyarakat,” tegasnya.

Sebab, program KTP elektronik di Sumenep, jelas Imam, sudah berjalan sekitar tujuh tahun. Artinya, dalam kurun waktu tersebut tidak mungkin masyarakat tidak tahu akan wajib KPT elektronik. Apalagi fungsi KTP elektronik ini bukan hanya untuk kepentingan pemilu.

”Manfaatnya juga kembali kepada warga. Kalau belum punya KTP elektronik kan mereka juga kesulitan manakala mengurus dokumen-dokumen lainnya,” tambahnya.

Dia mengajak warga yang belum melakukan perekaman segera mendatangi tempat perekaman terdekat. Sebab, ke depan segala kebutuhan yang berkaitan dengan dokumen kependudukan harus menyertakan KTP elektroni.

Baca Juga :  Diserbu Warga, Dispendukcapil Kewalahan dan Lembur Sampai Pukul 23.00

Sementara itu, komisoner KPU Sumenep Rahbini mengatakan bahwa warga yang tidak merekam KTP elektronik tidak bisa menggunakan hak pilihnya pada Pilgub Jatim 2018. Hal itu sesuai dengan PKPU Nomor 8 Tahun 2018 tentang Pemungutan dan Penghitungan Suara Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan/atau Wali Kota dan Wakil Wali Kota.

SUMENEP – Masyarakat Sumenep yang belum mengurus perekaman KTP elektronik segera melakukannya. Sebab jika tidak, mereka tidak bisa menggunakan hak suaranya pada pilgub Jatim. Sampai saat ini, ada belasan ribu penduduk yang belum melakukan perekaman.

Hingga pekan pertama Mei 2018, berdasar data di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumenep, ada 19.289 warga yang belum merekam KTP elektronik. Data tersebut kemungkinan besar sudah menurun. Sebab, menurut Kabid Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan Dispendukcapil Sumenep Imam Subekti, pihaknya sudah terjun langsung ke masyarakat untuk melakukan perekaman.

Dia menjelaskan bahwa dalam sehari, dispendukcapil melakukan perekaman sekitar 300–400 orang. Artinya, jika dihitung rata-rata dalam sepuluh hari ada tambahan 3.000–4.000 ribu warga yang merekam KTP elektronik. ”Jumlah pastinya, saya tidak pegang. Saya lagi di luar kantor ini,” kata Imam Subekti saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon kemarin (16/5).

Baca Juga :  Ratusan Warga Antre Rekam E-KTP

Penduduk yang belum merekam KTP elektronik menyebar di berbagai kecamatan. Akan tetapi, mayoritas berada di wilayah kepulauan. Selain alasan teknis, ada alasan nonteknis mengapa perekaman KTP elektronik tidak berjalan 100 persen di Kota Keris. ”Ini juga butuh kesadaran masyarakat,” tegasnya.

Sebab, program KTP elektronik di Sumenep, jelas Imam, sudah berjalan sekitar tujuh tahun. Artinya, dalam kurun waktu tersebut tidak mungkin masyarakat tidak tahu akan wajib KPT elektronik. Apalagi fungsi KTP elektronik ini bukan hanya untuk kepentingan pemilu.

”Manfaatnya juga kembali kepada warga. Kalau belum punya KTP elektronik kan mereka juga kesulitan manakala mengurus dokumen-dokumen lainnya,” tambahnya.

Dia mengajak warga yang belum melakukan perekaman segera mendatangi tempat perekaman terdekat. Sebab, ke depan segala kebutuhan yang berkaitan dengan dokumen kependudukan harus menyertakan KTP elektroni.

Baca Juga :  226 Desa Bakal Laksanakan Pilkades Serentak
- Advertisement -

Sementara itu, komisoner KPU Sumenep Rahbini mengatakan bahwa warga yang tidak merekam KTP elektronik tidak bisa menggunakan hak pilihnya pada Pilgub Jatim 2018. Hal itu sesuai dengan PKPU Nomor 8 Tahun 2018 tentang Pemungutan dan Penghitungan Suara Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan/atau Wali Kota dan Wakil Wali Kota.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/