alexametrics
20.7 C
Madura
Saturday, July 2, 2022

Jutaan Batang Rokok Bodong Dibakar

SUMENEP – Sebanyak 1.642.200 batang rokok ilegal atau tanpa dilengkapi nomor pokok pengusaha barang kena cukai (NPPBKC) dimusnahkan Rabu (16/5). Dari empat kabupaten di Madura, penyumbang terbesar pertama Pamekasan dan disusul Sumenep. Jutaan batang rokok ilegal itu terdiri dari ratusan merek rokok yang tidak terdaftar.

Pemusnahan rokok ilegal itu semester 2. Mulai November 2017 sampai Maret 2018. Nilai uang jutaan batang rokok sebesar Rp 1.187.523.520. Potensi kerugian negara Rp 535.923.400.

Kepala Kantor Bea Cukai Wilayah Madura Latif Helmi mengatakan, selama semester 2  total rokok ilegal yang diamankan berjumlah 2.586.720 batang. Jika diuangkan, nilai barang itu mencapai Rp 1.788.986.920. Sementara kerugian nilai cukai sejumlah Rp 817.864.400.

”Biasanya kan ada pajak rokok sepuluh persen, kemudian PPNHT. Ini di luar itu. Kalau dijumlah lebih banyak lagi,” ucapnya

Pria yang baru menjabat enam bulan itu menambahkan, sisa dari yang sudah dimusnahkan sekitar 944.520 batang dengan nilai cukai Rp 1.443.400.000. Karena ada proses yang harus dilalui untuk dilakukan pemusnahan. ”Kami masih menunggu sisa dari 1.642.200 batang. Insyaallah semester depan akan melakukan pemusnahan lagi,” janjinya.

Baca Juga :  Buku RTH Gladak Anyar Dibakar

Latif menjelaskan, pihaknya akan terus melakukan operasi di seluruh Madura. Pihaknya sudah memulai operasi pasar (opsar) di Bangkalan. Dari hasil operasi baru-baru ini mendapatkan 22 ribu batang. ”Opsar minimal sebulan tiga kali. Anggota terus bergerak melakukan pemberantasan rokok ilegal,” ujarnya.

”Kami juga bersinergi bersama TNI dan Polri seluruh Indonesia. Kami bersinergi bukan hanya masalah rokok ilegal. Seperti narkoba dan semacamnya dilakukan bersama,” imbuhnya.

Mengenai penindakan ada peningkatan signifikan karena melakukan Operasi Gemuruh. Selama enam bulan pihaknya mendapatkan 1,6 juta batang rokok ilegal. Sementara 944.520 batang itu sisa tahun lalu.

Untuk penertiban dilakukan dari tiga lini. Pertama daerah produksi atau pabrik. Mesin pabrik yang terindikasi melakukan pelanggaran akan disegel. Lini kedua transportasi dan distribusi. Banyak ditemukan produk rokok ilegal asal Madura ditemukan ke Sulawesi, Sumatera, dan Kalimantan.

Baca Juga :  Miris, Pengunjung Taman Adipura Tak Malu Makan dan Minum di Siang Hari

”Kami sudah koordinasi bersama ekspedisi maupun jasa pengiriman. Seperti kantor pos dan JNE. Sudah ada 13 ekspedisi,” jelasnya. Lini ketiga ialah pemasaran. Pihaknya melakukan operasi di pasar bekerja sama dengan polisi dan TNI.

”Untuk kabupaten di Madura terbesar selama lima bulan ini Pamekasan dan Sumenep. Karena produk rokok terbesar ada di dua kabupaten ini,” tegasnya. Semester depan akan perlebar sasaran ke Sampang dan Bangkalan. Pamekasan dan Sumenep antara tangkapan dan produksi sama-sama besar karena banyak pabrik resmi.

”Kalau di Sumenep daerah merah ada di Kecamatan Pasongsongan. Ini pemasarannya.  Sedangkan di kepulauan sendiri ada skala prioritas. Sebab, anggota masih sedikit,” jelasnya. Pemberantasan rokok bodong ini mendapat dukungan Kapolres Sumenep AKBP Fadillah Zulkarnaen.

SUMENEP – Sebanyak 1.642.200 batang rokok ilegal atau tanpa dilengkapi nomor pokok pengusaha barang kena cukai (NPPBKC) dimusnahkan Rabu (16/5). Dari empat kabupaten di Madura, penyumbang terbesar pertama Pamekasan dan disusul Sumenep. Jutaan batang rokok ilegal itu terdiri dari ratusan merek rokok yang tidak terdaftar.

Pemusnahan rokok ilegal itu semester 2. Mulai November 2017 sampai Maret 2018. Nilai uang jutaan batang rokok sebesar Rp 1.187.523.520. Potensi kerugian negara Rp 535.923.400.

Kepala Kantor Bea Cukai Wilayah Madura Latif Helmi mengatakan, selama semester 2  total rokok ilegal yang diamankan berjumlah 2.586.720 batang. Jika diuangkan, nilai barang itu mencapai Rp 1.788.986.920. Sementara kerugian nilai cukai sejumlah Rp 817.864.400.


”Biasanya kan ada pajak rokok sepuluh persen, kemudian PPNHT. Ini di luar itu. Kalau dijumlah lebih banyak lagi,” ucapnya

Pria yang baru menjabat enam bulan itu menambahkan, sisa dari yang sudah dimusnahkan sekitar 944.520 batang dengan nilai cukai Rp 1.443.400.000. Karena ada proses yang harus dilalui untuk dilakukan pemusnahan. ”Kami masih menunggu sisa dari 1.642.200 batang. Insyaallah semester depan akan melakukan pemusnahan lagi,” janjinya.

Baca Juga :  Buku RTH Gladak Anyar Dibakar

Latif menjelaskan, pihaknya akan terus melakukan operasi di seluruh Madura. Pihaknya sudah memulai operasi pasar (opsar) di Bangkalan. Dari hasil operasi baru-baru ini mendapatkan 22 ribu batang. ”Opsar minimal sebulan tiga kali. Anggota terus bergerak melakukan pemberantasan rokok ilegal,” ujarnya.

”Kami juga bersinergi bersama TNI dan Polri seluruh Indonesia. Kami bersinergi bukan hanya masalah rokok ilegal. Seperti narkoba dan semacamnya dilakukan bersama,” imbuhnya.

Mengenai penindakan ada peningkatan signifikan karena melakukan Operasi Gemuruh. Selama enam bulan pihaknya mendapatkan 1,6 juta batang rokok ilegal. Sementara 944.520 batang itu sisa tahun lalu.

Untuk penertiban dilakukan dari tiga lini. Pertama daerah produksi atau pabrik. Mesin pabrik yang terindikasi melakukan pelanggaran akan disegel. Lini kedua transportasi dan distribusi. Banyak ditemukan produk rokok ilegal asal Madura ditemukan ke Sulawesi, Sumatera, dan Kalimantan.

Baca Juga :  Puting Beliung Rusak Belasan Rumah

”Kami sudah koordinasi bersama ekspedisi maupun jasa pengiriman. Seperti kantor pos dan JNE. Sudah ada 13 ekspedisi,” jelasnya. Lini ketiga ialah pemasaran. Pihaknya melakukan operasi di pasar bekerja sama dengan polisi dan TNI.

”Untuk kabupaten di Madura terbesar selama lima bulan ini Pamekasan dan Sumenep. Karena produk rokok terbesar ada di dua kabupaten ini,” tegasnya. Semester depan akan perlebar sasaran ke Sampang dan Bangkalan. Pamekasan dan Sumenep antara tangkapan dan produksi sama-sama besar karena banyak pabrik resmi.

”Kalau di Sumenep daerah merah ada di Kecamatan Pasongsongan. Ini pemasarannya.  Sedangkan di kepulauan sendiri ada skala prioritas. Sebab, anggota masih sedikit,” jelasnya. Pemberantasan rokok bodong ini mendapat dukungan Kapolres Sumenep AKBP Fadillah Zulkarnaen.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/