alexametrics
21 C
Madura
Tuesday, May 17, 2022

Komisi II Tinjau Pertanian di Kepulauan

SUMENEP – Pulau Kangean menjadi salah satu wilayah penghasil padi terbesar di Kabupaten Sumenep. Sayangnya, infrastruktur pendukung di sana masih minim. Pemerintah diminta memerhatikan petani dan memenuhi kebutuhan mereka.

Minggu (15/4) Ketua Komisi II DPRD Nurus Salam bersama anggota berkunjung ke pulau terbesar di Sumenep itu. Para wakil rakyat bertemu dengan sejumlah petani. Mereka menampung aspirasi masyarakat.

Menurut dia, salah satu yang dibutuhkan petani di sana adalah infrastruktur pendukung. Jika itu terpenuhi, pertanian akan lebih produktif. ”Di sini perlu kehadiran pemerintah,” ucapnya Senin (16/4).

Misalnya, jelas Oyok –panggilan Nurus Salam– pembangungan jalan usaha tani (JUT). Dengan fasilitas itu, petani sangat terbantu. Akses mengangkut hasil pertanian, bibit, dan keperluan lainnya juga lebih mudah.

Baca Juga :  Bayi Malang Itu Akan Dikirim ke PSAB Sidoarjo, Ini Alasan Dinsos

Oyok menjelaskan, para petani di sana sangat kompak. Ketika rombongannya datang, mereka bergotong royong membuat lahan pertanian. Saat jam istirahat, mereka makan bersama dari hasil pertanian tersebut.

”Pada pertemuan itu, kami menyerap aspirasi mereka. Petani meminta dibuatkan JUT,” jelasnya. Sebagai perwakilan masyarakat, pihaknya perlu menyampaikan keinginan mereka kepada pemerintah. Pihaknya juga siap mengawal semua kenginan petani.

Ke depan, daerah kepulauan harus mendapat anggaran dengan persentase seimbang. Di Pulau Kangean terdapat jenis padi talar minyan. Jenis itu asli Pulau Kangean. Namun, karena tidak diperhatikan, saat ini susah mencari bibitnya.

Ketersediaan pupuk bagi para petani juga harus betul-betul dijaga. Tentu berdasar kebutuhan di sana. ”Ini menjadi tugas PPL, kemudian melakukan pendataan secara benar sehingga sesuai dengan fakta,” ujarnya.

Baca Juga :  Waduh, Pemkab Kecolongan, Tambak Udang Diduga Ilegal Beroperasi

Oyok menambahkan, peraturan daerah (perda) tentang lahan pertanian pangan berkelanjutan (LP2B) berdampak cukup besar terhadap pengembangan pertanian di sana. Termasuk, di Pulau Kangean baru saja dicetak area persawahan.

SUMENEP – Pulau Kangean menjadi salah satu wilayah penghasil padi terbesar di Kabupaten Sumenep. Sayangnya, infrastruktur pendukung di sana masih minim. Pemerintah diminta memerhatikan petani dan memenuhi kebutuhan mereka.

Minggu (15/4) Ketua Komisi II DPRD Nurus Salam bersama anggota berkunjung ke pulau terbesar di Sumenep itu. Para wakil rakyat bertemu dengan sejumlah petani. Mereka menampung aspirasi masyarakat.

Menurut dia, salah satu yang dibutuhkan petani di sana adalah infrastruktur pendukung. Jika itu terpenuhi, pertanian akan lebih produktif. ”Di sini perlu kehadiran pemerintah,” ucapnya Senin (16/4).

Misalnya, jelas Oyok –panggilan Nurus Salam– pembangungan jalan usaha tani (JUT). Dengan fasilitas itu, petani sangat terbantu. Akses mengangkut hasil pertanian, bibit, dan keperluan lainnya juga lebih mudah.

Baca Juga :  Pegadaian Gelar Literasi Keuangan Syariah

Oyok menjelaskan, para petani di sana sangat kompak. Ketika rombongannya datang, mereka bergotong royong membuat lahan pertanian. Saat jam istirahat, mereka makan bersama dari hasil pertanian tersebut.

”Pada pertemuan itu, kami menyerap aspirasi mereka. Petani meminta dibuatkan JUT,” jelasnya. Sebagai perwakilan masyarakat, pihaknya perlu menyampaikan keinginan mereka kepada pemerintah. Pihaknya juga siap mengawal semua kenginan petani.

Ke depan, daerah kepulauan harus mendapat anggaran dengan persentase seimbang. Di Pulau Kangean terdapat jenis padi talar minyan. Jenis itu asli Pulau Kangean. Namun, karena tidak diperhatikan, saat ini susah mencari bibitnya.

Ketersediaan pupuk bagi para petani juga harus betul-betul dijaga. Tentu berdasar kebutuhan di sana. ”Ini menjadi tugas PPL, kemudian melakukan pendataan secara benar sehingga sesuai dengan fakta,” ujarnya.

Baca Juga :  Kontribusi PT WUS kepada Pemkab Sumenep

Oyok menambahkan, peraturan daerah (perda) tentang lahan pertanian pangan berkelanjutan (LP2B) berdampak cukup besar terhadap pengembangan pertanian di sana. Termasuk, di Pulau Kangean baru saja dicetak area persawahan.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/