alexametrics
20.7 C
Madura
Tuesday, July 5, 2022

Racik Jamu Tradisional untuk Jaga Kesehatan

BANYAK cara dilakukan instansi atau perorangan untuk mencegah penularan coronavirus disease (Covid-19). Misalnya, yang dilakukan belasan siswa SMPN 2 Sumenep kemarin pagi (16/3). Mereka meracik jamu tradisional. Tujuannya, meningkatkan kesehatan tubuh.

Bahan-bahan diambil dari tempat tanaman obat keluarga (toga) di kawasan sekolah. Di antaranya, kunyit, jahe, dan serai. Peserta didik dibimbing guru dalam membuat jamu. Mulai menyediakan, membersihkan bahan, meracik, mengolah, hingga jamu siap konsumsi.

”Kunyit dan jahe kami haluskan. Sedangkan untuk serai kami geprek. Semua bahan kemudian dicampurkan dan dimasak dengan satu liter air,” ujar Radita Safira Ramadani menjelaskan pembuatan jamu.

Siswi kelas VIII itu memaparkan, bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat jamu yakni kunyit, jahe, serai, gula merah, dan kayu manis. Semua bahan kemudian dimasak dengan api sedang hingga mendidih. Setelah itu, jamu didinginkan dan siap konsumsi.

Manfaatnya, kata Safira, untuk mengurangi kolestrol, mencegah kanker, meningkatkan aktivitas tubuh, menghilangkan mual, meningkatkan kinerja, dan melindungi jantung. Termasuk menangkal virus korona.

”Inisiatifnya dari guru. Bahan-bahan mudah didapat. Biasanya ada di pekarangan rumah atau bisa membelinya di pasar. Baik untuk dikonsumsi setiap hari,” jelasnya.

Kepala SMPN 2 Sumenep Nanik Mujiati menjelaskan, cara pembuatan jamu tradisional itu juga telah diajarkan kepada semua siswa. Hal itu dilakukan agar seluruh peserta didik bisa membuat jamu sarat khasiat itu di rumah masing-masing.

Mengingat, pemerintah telah mengeluarkan kebijakan agar pelaksanaan kegiatan belajar mengajar (KBM) untuk sementara tidak berlangsung di sekolah. Menurut Nanik, jamu dengan bahan kunyit, jahe, dan serai sangat baik untuk meningkatkan kesehatan tubuh.

”Ini bagian dari cara membaca teks prosedur. Jadi, sebelum masa liburan, kami memberikan bekal kepada siswa untuk membuat jamu tradisional ini,” jelasnya.

Baca Juga :  Jadikan Nilai Alquran Dasar Kebijakan Pemimpin

Terkait upaya pencegahan Covid-19, pihaknya terus memantau kesehatan peserta didik melalui unit kesehatan siswa (UKS). Salah satunya dengan memeriksa suhu tubuh siswa ketika berada di lingkungan sekolah.

”Kami juga berharap wali murid meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas siswa selama di rumah. Selain tetap melaksanakan kegiatan pembelajaran, juga memperhatikan kebersihan dan kesehatan,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Disdik Sumenep Carto menerangkan, ada 15 item dalam surat yang dikeluarkan gubernur Jatim. Salah satunya mengenai KBM yang tidak diperkenankan dilaksanakan di sekolah.

”Atas izin bupati, kami sudah menyampaikan kepada semua lembaga pendidikan untuk mengikuti imbauan itu. Untuk teknis KBM, di surat gubernur itu sudah jelas apa yang harus dilakukan,” paparnya.

Dia meminta para guru memahami surat yang dikeluarkan gubernur Jatim maupun Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) terkait upaya pencegahan Covid-19. Carto menyebutkan, tidak semua lembaga pendidikan di Sumenep bisa melaksanakan KBM secara online.

Sebab, belum semua sekolah memiliki sarana dan prasarana untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan cara tersebut. Untuk itu, teknis metode pembelajaran dipasrahkan pada sekolah masing-masing.

Sesuai surat gubernur, seluruh guru diminta menyiapkan materi pembelajaran dan melaksanakan proses belajar mengajar melalui metode online atau penugasan terstruktur sesuai dengan kurikulum. Setelah itu, guru bisa mengevaluasi hasil setelah peserta didik kembali ke sekolah.

Sekolah diminta berkoordinasi dengan wali murid untuk membicarakan metode yang akan digunakan. Dengan demikian, KBM tidak berhenti. Mengingat, pemerintah tidak mengeluarkan kebijakan untuk meliburkan. Tetapi, sebatas mengubah tempat KBM dari sekolah ke rumah setiap peserta didik.

”Orang tua harus aktif berkomunikasi dengan guru. Apa yang harus dikerjakan peserta didik. Materi apa saja yang perlu dipaparkan sebagai materi ajar siswa di rumah,” terang Carto.

Baca Juga :  Legislatif Sampaikan Delapan Catatan kepada Bupati dan Wabup

Mantan kepala Disparbudpora Sumenep itu memaparkan, untuk agenda pelaksanaan ujian akhir sekolah (UAS) yang dijadwalkan pada 16–18 Maret tetap berlanjut. Namun sesuai arahan, setiap tempat duduk siswa diberi jarak minimal 1 meter.

”Kami minta semua lembaga melaksanakan langkah-langkah pencegahan sesuai yang diimbaukan. Termasuk meminimalkan adanya kontak fisik,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Cabang Disdik Jatim Wilayah Sumenep Sugiono Eksantoso menyatakan, pihaknya juga menerapkan hal serupa. KBM untuk jenjang SMA/SMK/MA dilaksanakan di rumah masing-masing. Namun, khusus peserta didik kelas XII yang akan mengikuti ujian nasional berbasis komputer (UNBK) tetap dilaksanakan sesuai dengan jadwal.

Untuk SMK, ujian dijadwalkan pada 16–19 Maret 2020. Sedangkan jenjang SMA dan MA diagendakan menggelar UNBK pada 30 Maret–2 April. Meski ujian tetap dilaksanakan, seluruh satuan pendidikan penyelenggara diimbau menerapkan protokol kesehatan yang dianjurkan.

”Siswa yang diberi kesempatan belajar di rumah itu kelas X dan XI. Kalau yang jadi peserta UNBK tetap ke sekolah. Tapi, sudah ada protokol sebagai upaya pencegahan Covid-19 ini,” papar Sugiono.

Mengenai KBM secara online, dia meminta sekolah menyesuaikan. Lembaga pendidikan yang memiliki sarana melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan cara tersebut dianjurkan. Namun, sekolah yang tidak memiliki kelengkapan sarana bisa menggunakan metode lain. Khususnya, wilayah kepulauan yang sebagian besar terkendala jaringan telekomunikasi.

”Banyak cara yang bisa dilakukan. Intinya, yang terpenting KBM ini tetap berjalan. Orang tua juga perlu memastikan anaknya belajar di rumah,” ucap mantan kepala Cabang Disdik Jatim Wilayah Lumajang itu.

BANYAK cara dilakukan instansi atau perorangan untuk mencegah penularan coronavirus disease (Covid-19). Misalnya, yang dilakukan belasan siswa SMPN 2 Sumenep kemarin pagi (16/3). Mereka meracik jamu tradisional. Tujuannya, meningkatkan kesehatan tubuh.

Bahan-bahan diambil dari tempat tanaman obat keluarga (toga) di kawasan sekolah. Di antaranya, kunyit, jahe, dan serai. Peserta didik dibimbing guru dalam membuat jamu. Mulai menyediakan, membersihkan bahan, meracik, mengolah, hingga jamu siap konsumsi.

”Kunyit dan jahe kami haluskan. Sedangkan untuk serai kami geprek. Semua bahan kemudian dicampurkan dan dimasak dengan satu liter air,” ujar Radita Safira Ramadani menjelaskan pembuatan jamu.


Siswi kelas VIII itu memaparkan, bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat jamu yakni kunyit, jahe, serai, gula merah, dan kayu manis. Semua bahan kemudian dimasak dengan api sedang hingga mendidih. Setelah itu, jamu didinginkan dan siap konsumsi.

Manfaatnya, kata Safira, untuk mengurangi kolestrol, mencegah kanker, meningkatkan aktivitas tubuh, menghilangkan mual, meningkatkan kinerja, dan melindungi jantung. Termasuk menangkal virus korona.

”Inisiatifnya dari guru. Bahan-bahan mudah didapat. Biasanya ada di pekarangan rumah atau bisa membelinya di pasar. Baik untuk dikonsumsi setiap hari,” jelasnya.

Kepala SMPN 2 Sumenep Nanik Mujiati menjelaskan, cara pembuatan jamu tradisional itu juga telah diajarkan kepada semua siswa. Hal itu dilakukan agar seluruh peserta didik bisa membuat jamu sarat khasiat itu di rumah masing-masing.

Mengingat, pemerintah telah mengeluarkan kebijakan agar pelaksanaan kegiatan belajar mengajar (KBM) untuk sementara tidak berlangsung di sekolah. Menurut Nanik, jamu dengan bahan kunyit, jahe, dan serai sangat baik untuk meningkatkan kesehatan tubuh.

”Ini bagian dari cara membaca teks prosedur. Jadi, sebelum masa liburan, kami memberikan bekal kepada siswa untuk membuat jamu tradisional ini,” jelasnya.

Baca Juga :  Jadikan Nilai Alquran Dasar Kebijakan Pemimpin

Terkait upaya pencegahan Covid-19, pihaknya terus memantau kesehatan peserta didik melalui unit kesehatan siswa (UKS). Salah satunya dengan memeriksa suhu tubuh siswa ketika berada di lingkungan sekolah.

”Kami juga berharap wali murid meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas siswa selama di rumah. Selain tetap melaksanakan kegiatan pembelajaran, juga memperhatikan kebersihan dan kesehatan,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Disdik Sumenep Carto menerangkan, ada 15 item dalam surat yang dikeluarkan gubernur Jatim. Salah satunya mengenai KBM yang tidak diperkenankan dilaksanakan di sekolah.

”Atas izin bupati, kami sudah menyampaikan kepada semua lembaga pendidikan untuk mengikuti imbauan itu. Untuk teknis KBM, di surat gubernur itu sudah jelas apa yang harus dilakukan,” paparnya.

Dia meminta para guru memahami surat yang dikeluarkan gubernur Jatim maupun Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) terkait upaya pencegahan Covid-19. Carto menyebutkan, tidak semua lembaga pendidikan di Sumenep bisa melaksanakan KBM secara online.

Sebab, belum semua sekolah memiliki sarana dan prasarana untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan cara tersebut. Untuk itu, teknis metode pembelajaran dipasrahkan pada sekolah masing-masing.

Sesuai surat gubernur, seluruh guru diminta menyiapkan materi pembelajaran dan melaksanakan proses belajar mengajar melalui metode online atau penugasan terstruktur sesuai dengan kurikulum. Setelah itu, guru bisa mengevaluasi hasil setelah peserta didik kembali ke sekolah.

Sekolah diminta berkoordinasi dengan wali murid untuk membicarakan metode yang akan digunakan. Dengan demikian, KBM tidak berhenti. Mengingat, pemerintah tidak mengeluarkan kebijakan untuk meliburkan. Tetapi, sebatas mengubah tempat KBM dari sekolah ke rumah setiap peserta didik.

”Orang tua harus aktif berkomunikasi dengan guru. Apa yang harus dikerjakan peserta didik. Materi apa saja yang perlu dipaparkan sebagai materi ajar siswa di rumah,” terang Carto.

Baca Juga :  Tak Ada Kenaikan Harga Tiket Pesawat

Mantan kepala Disparbudpora Sumenep itu memaparkan, untuk agenda pelaksanaan ujian akhir sekolah (UAS) yang dijadwalkan pada 16–18 Maret tetap berlanjut. Namun sesuai arahan, setiap tempat duduk siswa diberi jarak minimal 1 meter.

”Kami minta semua lembaga melaksanakan langkah-langkah pencegahan sesuai yang diimbaukan. Termasuk meminimalkan adanya kontak fisik,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Cabang Disdik Jatim Wilayah Sumenep Sugiono Eksantoso menyatakan, pihaknya juga menerapkan hal serupa. KBM untuk jenjang SMA/SMK/MA dilaksanakan di rumah masing-masing. Namun, khusus peserta didik kelas XII yang akan mengikuti ujian nasional berbasis komputer (UNBK) tetap dilaksanakan sesuai dengan jadwal.

Untuk SMK, ujian dijadwalkan pada 16–19 Maret 2020. Sedangkan jenjang SMA dan MA diagendakan menggelar UNBK pada 30 Maret–2 April. Meski ujian tetap dilaksanakan, seluruh satuan pendidikan penyelenggara diimbau menerapkan protokol kesehatan yang dianjurkan.

”Siswa yang diberi kesempatan belajar di rumah itu kelas X dan XI. Kalau yang jadi peserta UNBK tetap ke sekolah. Tapi, sudah ada protokol sebagai upaya pencegahan Covid-19 ini,” papar Sugiono.

Mengenai KBM secara online, dia meminta sekolah menyesuaikan. Lembaga pendidikan yang memiliki sarana melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan cara tersebut dianjurkan. Namun, sekolah yang tidak memiliki kelengkapan sarana bisa menggunakan metode lain. Khususnya, wilayah kepulauan yang sebagian besar terkendala jaringan telekomunikasi.

”Banyak cara yang bisa dilakukan. Intinya, yang terpenting KBM ini tetap berjalan. Orang tua juga perlu memastikan anaknya belajar di rumah,” ucap mantan kepala Cabang Disdik Jatim Wilayah Lumajang itu.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/