alexametrics
21.1 C
Madura
Monday, May 23, 2022

Dinas PU PRKP Optimistis Sumenep Bebas Banjir

SUMENEP – Dinas Pekerjaan Umum (PU) Perumahan Rakyat, Kawasan Permukimam, dan Cipta Karya (PRKP dan Cipta Karya) Sumenep berkomitmen mengatasi banjir di Kota Sumekar. Akhir bulan ini, instansi yang dikepalai Bambang Irianto itu bakal meluncurkan program antibanjir.

Menurut dia, program yang diperkirakan selesai 2019 itu bertujuan mengantisipasi kemungkinan terjadinya banjir di Kabupaten Sumenep. ”Kami memang tidak bisa menjamin seratus persen. Tapi kalau program ini berjalan lancar, paling tidak kami bisa memastikan 95 persen Sumenep bebas dari banjir,” jelas Bambang.

Bambang memperkirakan, guna menuntaskan program tersebut, dibutuhkan Rp 18 miliar. Namun, untuk tahap awal pihaknya telah menganggarkan dana sekitar Rp 7 miliar. ”Sementara, kami masih fokus di wilayah utara kota. Kami akan mengalirkan air di wilayah utara kota ke Kali Patrean. Selama ini air di kota dialirkan ke sungai Marengan,” ungkapnya.

Baca Juga :  Aktivitas Penyeberangan Mulai Normal

Anggaran tersebut akan digunakan untuk perbaikan drainase dan pengadaan pompa air. Bahkan, pihaknya berencana membuat jalur drainase baru. Namun, program itu bakal dilaksanakan secara bertahap.

Ditanya menganai penyebab ancaman banjir di Sumenep, Bambang mengungkapkan ada dua penyebab. Pertama, perubahan gaya hidup masyarakat. Hal itu menjadi permasalahan utama persoalan banjir. Selain kebiasaan membuang sampah sembarangan, gaya konstruksi bangunan juga berpengaruh.

Saat ini, jelas dia, jarang ditemukan tanah serapan. Rata-rata sudah tertutup paving dan semen sehingga air tidak meresap ke tanah. ”Selain itu, setiap petugas kami membersihkan drainase karena buntu. Misalnya, hampir semuanya disebabkan sampah,” ucapnya.

Bambang berharap masyarakat aktif mendukung program tersebut. Program pemerintah tidak akan berjalan baik tanpa dukungan masyarakat. ”Selama ini yang terjadi baru sebatas genangan, bukan banjir, tapi jangan terlena, jangan malah terbiasa. Ayo kita bekerja sama membangun Sumenep agar bebas dari banjir,” ajaknya.

Baca Juga :  Kejaksaan Kembalikan Uang Kasus Pasar Pragaan

Kemudian, penyebab kedua terjadinya banjir adalah cuaca ekstrem.

- Advertisement -

SUMENEP – Dinas Pekerjaan Umum (PU) Perumahan Rakyat, Kawasan Permukimam, dan Cipta Karya (PRKP dan Cipta Karya) Sumenep berkomitmen mengatasi banjir di Kota Sumekar. Akhir bulan ini, instansi yang dikepalai Bambang Irianto itu bakal meluncurkan program antibanjir.

Menurut dia, program yang diperkirakan selesai 2019 itu bertujuan mengantisipasi kemungkinan terjadinya banjir di Kabupaten Sumenep. ”Kami memang tidak bisa menjamin seratus persen. Tapi kalau program ini berjalan lancar, paling tidak kami bisa memastikan 95 persen Sumenep bebas dari banjir,” jelas Bambang.

Bambang memperkirakan, guna menuntaskan program tersebut, dibutuhkan Rp 18 miliar. Namun, untuk tahap awal pihaknya telah menganggarkan dana sekitar Rp 7 miliar. ”Sementara, kami masih fokus di wilayah utara kota. Kami akan mengalirkan air di wilayah utara kota ke Kali Patrean. Selama ini air di kota dialirkan ke sungai Marengan,” ungkapnya.

Baca Juga :  Penggantian Kadis PU Bina Marga Butuh Konsultasi dengan KASN

Anggaran tersebut akan digunakan untuk perbaikan drainase dan pengadaan pompa air. Bahkan, pihaknya berencana membuat jalur drainase baru. Namun, program itu bakal dilaksanakan secara bertahap.

Ditanya menganai penyebab ancaman banjir di Sumenep, Bambang mengungkapkan ada dua penyebab. Pertama, perubahan gaya hidup masyarakat. Hal itu menjadi permasalahan utama persoalan banjir. Selain kebiasaan membuang sampah sembarangan, gaya konstruksi bangunan juga berpengaruh.

Saat ini, jelas dia, jarang ditemukan tanah serapan. Rata-rata sudah tertutup paving dan semen sehingga air tidak meresap ke tanah. ”Selain itu, setiap petugas kami membersihkan drainase karena buntu. Misalnya, hampir semuanya disebabkan sampah,” ucapnya.

Bambang berharap masyarakat aktif mendukung program tersebut. Program pemerintah tidak akan berjalan baik tanpa dukungan masyarakat. ”Selama ini yang terjadi baru sebatas genangan, bukan banjir, tapi jangan terlena, jangan malah terbiasa. Ayo kita bekerja sama membangun Sumenep agar bebas dari banjir,” ajaknya.

Baca Juga :  Buku Fikih Berlogo Kemenag Bahas Negara Khilafah, Begini Respon Warga

Kemudian, penyebab kedua terjadinya banjir adalah cuaca ekstrem.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/