alexametrics
29.5 C
Madura
Thursday, May 19, 2022

Ayam Bekisar Jadi Andalan Sumenep

SUMENEP – Ayam bekisar merupakan salah satu kekayaan dan keanekaragaman hayati Kabupaten Sumenep. Unggas ini merupakan hewan khas dari Pulau Kangean. Memiliki bulu dan suara yang khas. Karena itu, para pencinta satwa ini rela mengeluarkan uang puluhan juta untuk memilikinya.

Penangkaran ayam bekisar ini tidak seperti ayam pada umumnya. Sebab, ayam bekisar merupakan hasil kawin silang antara ayam hutan dan ayam kampung. Tidak semua orang bisa mengembangbiakkan unggas tersebut.

Salah satu penangkar ayam bekisar di Desa Torjek, Kecamatan Kangayan, Mahdan mengatakan, ada teknik untuk mengawinkan ayam hutan jantan dengan ayam kampung betina.

”Paling banyak menghasilkan 12 telur dan menetas 12 hari. Tetapi, tidak semuanya menghasilkan ayam bekisar,” ucapnya.

Baca Juga :  Sebut Masih Banyak Galian C Ilegal

Dijelaskan, harga ayam bekisar bervariasi. Bergantung pada suara dan jenis bulu yang dihasilkan. Harganya mulai dari Rp 4 juta hingga belasan juta. ”Kalau mengeluarkan suara unik, harganya tambah mahal,” imbuhnya.

Mahdan berharap banyak generasi muda melestarikan ayam bekisar, sehingga keberadaannya tidak punah. ”Apalagi, jumlah penangkar ayam bekisar saat ini tidak banyak,” ungkapnya.

Sementara itu, Camat Kangayan Pulau Kangean H. Mohammad Hosen mengatakan, ada dua desa yang mengembangbiakkan ayam khas Pulau Kangean. ”Yakni Desa Daandung dan Desa Torjek,” ungkapnya.

Mohammad Hosen berharap kepada kepala desa yang ada di Pulau Kangean mendukung dan memperhatikan modal yang diperlukan untuk peningkatan populasi ayam bekisar. “Nanti bisa pakai dana pemberdayaan melalui DD,” ucapnya. (mi/par)

Baca Juga :  Tingkatkan Pendapatan dalam Peringatan Hari Jadi Sumenep
- Advertisement -

SUMENEP – Ayam bekisar merupakan salah satu kekayaan dan keanekaragaman hayati Kabupaten Sumenep. Unggas ini merupakan hewan khas dari Pulau Kangean. Memiliki bulu dan suara yang khas. Karena itu, para pencinta satwa ini rela mengeluarkan uang puluhan juta untuk memilikinya.

Penangkaran ayam bekisar ini tidak seperti ayam pada umumnya. Sebab, ayam bekisar merupakan hasil kawin silang antara ayam hutan dan ayam kampung. Tidak semua orang bisa mengembangbiakkan unggas tersebut.

Salah satu penangkar ayam bekisar di Desa Torjek, Kecamatan Kangayan, Mahdan mengatakan, ada teknik untuk mengawinkan ayam hutan jantan dengan ayam kampung betina.


”Paling banyak menghasilkan 12 telur dan menetas 12 hari. Tetapi, tidak semuanya menghasilkan ayam bekisar,” ucapnya.

Baca Juga :  BPBD Janji Bantu Korban Puting Beliung

Dijelaskan, harga ayam bekisar bervariasi. Bergantung pada suara dan jenis bulu yang dihasilkan. Harganya mulai dari Rp 4 juta hingga belasan juta. ”Kalau mengeluarkan suara unik, harganya tambah mahal,” imbuhnya.

Mahdan berharap banyak generasi muda melestarikan ayam bekisar, sehingga keberadaannya tidak punah. ”Apalagi, jumlah penangkar ayam bekisar saat ini tidak banyak,” ungkapnya.

Sementara itu, Camat Kangayan Pulau Kangean H. Mohammad Hosen mengatakan, ada dua desa yang mengembangbiakkan ayam khas Pulau Kangean. ”Yakni Desa Daandung dan Desa Torjek,” ungkapnya.

Mohammad Hosen berharap kepada kepala desa yang ada di Pulau Kangean mendukung dan memperhatikan modal yang diperlukan untuk peningkatan populasi ayam bekisar. “Nanti bisa pakai dana pemberdayaan melalui DD,” ucapnya. (mi/par)

Baca Juga :  KPU Sumenep Target Perakitan Kotak Suara Selesai Seminggu
- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/