alexametrics
26.1 C
Madura
Wednesday, July 6, 2022

Nyaris Ambruk, Jembatan Bahayakan Warga

SUMENEP – Jembatan penghubung di jalan poros antardesa tepatnya di Dusun Songkor, Desa Gelaman, Kecamatan Arjasa, Pulau Kangean, nyaris ambruk. Jembatan kecil yang dibangun pada 2014 itu saat ini kondisinya miring.

Sebab, plengsengan di kanan dan kiri jalan mulai ambruk. Dampaknya, pengendara yang akan melintas, terutama kendaraan roda empat khawatir. Kendaraan seperti truk dan pikap sering melintas. Bila dibiarkan tanpa perbaikan, jembatan berpotensi cepat ambruk.

Kepala Desa Gelaman Abdul Karim menyampaikan, kerusakan jembatan terjadi sejak 2016 dan hingga kini belum ada perbaikan. Lokasinya di jalan poros kecamatan sehingga membutuhkan keterlibatan Pemkab Sumenep.

Di bawah jembatan dialiri air. Sebab di kanan dan kiri jalan terdapat sawah serta dekat dengan pantai. Saat ini, di bawah jembatan dipasangi batu sehingga saluran air mampet karena tertutup batu penyangga.

Baca Juga :  Edy Rasyadi Sambut Ramadan dengan Sukacita

”Kami berharap segera diperbaiki. Sebab, jalur itu akses ke berbagai desa dan jalan satu-satunya. Semakin hari kerusakan tentu semakin parah,” ujarnya.

Pihaknya sudah menyampaikan kerusakan jembatan itu ke Dinas PU Bina Marga Sumenep. Termasuk, saat Bupati Sumenep melakukan safari kepulauan beberapa waktu lalu. Harapan utama masyarakat, jembatan rusak bisa segera diperbaiki.

Setiap hari, meski terpaksa, kendaraan roda empat tetap lewat di jembatan itu. Sebab, jalur itu akses satu-satunya. Apabila dibiarkan, khawatir jembatan ambruk dan menimbulkan korban. Apalagi, kerusakan semakin parah.

Sementara itu, menurut Kepala Dinas PU Bina Marga Sumenep Edi Rasiyadi, anggaran infrastruktur untuk Pulau Kangean disiapkan Rp 15 miliar. Anggaran itu akan dipakai untuk memperbaiki kerusakan jalan.

Baca Juga :  PPK Pasongsongan: Terima Kasih Telah Memilih

SUMENEP – Jembatan penghubung di jalan poros antardesa tepatnya di Dusun Songkor, Desa Gelaman, Kecamatan Arjasa, Pulau Kangean, nyaris ambruk. Jembatan kecil yang dibangun pada 2014 itu saat ini kondisinya miring.

Sebab, plengsengan di kanan dan kiri jalan mulai ambruk. Dampaknya, pengendara yang akan melintas, terutama kendaraan roda empat khawatir. Kendaraan seperti truk dan pikap sering melintas. Bila dibiarkan tanpa perbaikan, jembatan berpotensi cepat ambruk.

Kepala Desa Gelaman Abdul Karim menyampaikan, kerusakan jembatan terjadi sejak 2016 dan hingga kini belum ada perbaikan. Lokasinya di jalan poros kecamatan sehingga membutuhkan keterlibatan Pemkab Sumenep.


Di bawah jembatan dialiri air. Sebab di kanan dan kiri jalan terdapat sawah serta dekat dengan pantai. Saat ini, di bawah jembatan dipasangi batu sehingga saluran air mampet karena tertutup batu penyangga.

Baca Juga :  Pemkab-JPRM Bahas Pengelolaan Car Free Day

”Kami berharap segera diperbaiki. Sebab, jalur itu akses ke berbagai desa dan jalan satu-satunya. Semakin hari kerusakan tentu semakin parah,” ujarnya.

Pihaknya sudah menyampaikan kerusakan jembatan itu ke Dinas PU Bina Marga Sumenep. Termasuk, saat Bupati Sumenep melakukan safari kepulauan beberapa waktu lalu. Harapan utama masyarakat, jembatan rusak bisa segera diperbaiki.

Setiap hari, meski terpaksa, kendaraan roda empat tetap lewat di jembatan itu. Sebab, jalur itu akses satu-satunya. Apabila dibiarkan, khawatir jembatan ambruk dan menimbulkan korban. Apalagi, kerusakan semakin parah.

Sementara itu, menurut Kepala Dinas PU Bina Marga Sumenep Edi Rasiyadi, anggaran infrastruktur untuk Pulau Kangean disiapkan Rp 15 miliar. Anggaran itu akan dipakai untuk memperbaiki kerusakan jalan.

Baca Juga :  Tentara Ajak Masyarakat Perangi Korona
- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/