alexametrics
20.9 C
Madura
Monday, June 27, 2022

Kerapan Sapi Piala Presiden Diikuti 62 Pasang

SUMENEP – Lomba kerapan sapi Piala Presiden kembali digelar. Tahun ini 62 pasang sapi milik 36 peserta beradu cepat untuk menjadi wakil Sumenep di Pamekasan pada 29 Oktober.

Menurut panitia lapangan Abd. Kadir, perlombaan kerapan sapi tahun ini lebih meriah daripada sebelumnya. Jumlah pasangan sapi yang berpartisipasi pun lebih banyak. ”Sebenarnya hampir sama, tapi masih lebih ramai sekarang. Pesertanya lebih banyak yang sekarang,” ucap pria 62 tahun itu Minggu (15/10).

Kadir mengungkapkan, dari 62 pasang sapi, nanti bakal keluar enam pasang terbaik yang akan menjadi wakil Sumenep dalam Piala Presiden 2017. Perwakilan dari Sumenep akan diadu dengan perwakilan tiga kabupaten lain di Madura. ”Tanggal 29 Oktober di Pamekasan,” jelasnya.

Baca Juga :  Harga Tembakau Tembus Rp 2 Ribu Per Pohon

Adu cepat sapi ini menyedot perhatian penonton. Ratusan orang datang ke Lapangan Giling untuk menyaksikan kecepatan lari sapi ini. Tidak sedikit yang rela berpanas-panasan untuk menyaksikan dari dekat. Bangku penonton juga tidak cukup untuk seluruh penonton yang datang.

Kadir mengaku senang. Selain memang menyukai kerapan sapi, perlombaan kerapan sapi juga untuk melestarikan budaya warisan leluhur. ”Kalau tidak ada lomba-lomba, bisa-bisa tidak ada lagi yang main kerapan sapi,” katanya.

SUMENEP – Lomba kerapan sapi Piala Presiden kembali digelar. Tahun ini 62 pasang sapi milik 36 peserta beradu cepat untuk menjadi wakil Sumenep di Pamekasan pada 29 Oktober.

Menurut panitia lapangan Abd. Kadir, perlombaan kerapan sapi tahun ini lebih meriah daripada sebelumnya. Jumlah pasangan sapi yang berpartisipasi pun lebih banyak. ”Sebenarnya hampir sama, tapi masih lebih ramai sekarang. Pesertanya lebih banyak yang sekarang,” ucap pria 62 tahun itu Minggu (15/10).

Kadir mengungkapkan, dari 62 pasang sapi, nanti bakal keluar enam pasang terbaik yang akan menjadi wakil Sumenep dalam Piala Presiden 2017. Perwakilan dari Sumenep akan diadu dengan perwakilan tiga kabupaten lain di Madura. ”Tanggal 29 Oktober di Pamekasan,” jelasnya.

Baca Juga :  Proyek DAK Senilai Rp 225 Juta Mandek

Adu cepat sapi ini menyedot perhatian penonton. Ratusan orang datang ke Lapangan Giling untuk menyaksikan kecepatan lari sapi ini. Tidak sedikit yang rela berpanas-panasan untuk menyaksikan dari dekat. Bangku penonton juga tidak cukup untuk seluruh penonton yang datang.

Kadir mengaku senang. Selain memang menyukai kerapan sapi, perlombaan kerapan sapi juga untuk melestarikan budaya warisan leluhur. ”Kalau tidak ada lomba-lomba, bisa-bisa tidak ada lagi yang main kerapan sapi,” katanya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/