alexametrics
23 C
Madura
Sunday, June 26, 2022

Tak Beroperasi, Dua Rumah Sakit Terapung Mubazir

SUMENEP, Jawa Pos Radar Madura – Hingga kini, dua unit kapal rumah sakit terapung tidak difungsikan untuk pelayanan kesehatan masyarakat. Keberadaan kapal rumah sakit terapung Gandha Nusantara 01 dan Ghanda Nusantara 02 terkesan mubazir. Saat ini dibiarkan terparkir di perairan Pelabuhan Kalianget.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumenep Agus Mulyono mengaku tidak tahu kenapa dua kapal rumah sakit terapung itu tidak difungsikan. Sebab, yang berwenang mengurus dua unit kapal itu Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim). ”Benar-benar tidak tahu. Karena itu milik Kemenhub, yang mengelola provinsi,” katanya.

Menurut Agus, dua unit kapal itu tiba di Kabupaten Sumenep pada 2019 lalu. Dia menegaskan, institusinya tidak terlibat dalam pengadaan kapal tersebut. ”Tidak ikut-ikutan, tidak pernah diajak komunikasi. Yang mengelola itu Ksatrian Airlangga,” tegasnya.

Baca Juga :  BPJS Kesehatan Nunggak Rp 25 Miliar

Dijelaskan, dua unit kapal rumah sakit terapung itu sebenarnya sangat membantu pelayanan kesehatan masyarakat. Terutama, masyarakat yang berdomisili di kepulauan. ”Membantu sekali. Tapi, ya gimana, wong pengelolanya bukan kami (dinkes),” tuturnya.

Kabid Sarana dan Prasarana Dishub Sumenep Dadang Dedi Iskandar mengatakan, sejauh ini belum ada petunjuk bahwa dua unit kapal rumah sakit terapung itu akan diserahkan ke Pemkab Sumenep. Tetapi, institusinya punya rencana akan mengajukan diri sebagai penanggung jawab ke kementerian melalui Pemprov Jatim. ”Daripada tidak dimanfaatkan, mending diserahkan ke kami,” katanya.

Dadang menyampaikan, secara detail tidak tahu sudah berapa lama rumah sakit terapung tidak beroperasi. ”Itu asetnya Kemenhub dan bekerja sama dengan Pemprov Jatim. Seandainya dua kapal itu dihibahkan ke Pemkab Sumenep, kami sangat senang. Sehingga, pelayanan kesehatan di kepulauan sedikit bisa membantu,” tandasnya.

Baca Juga :  Polisikan Manajemen Rumah Sakit

 

SUMENEP, Jawa Pos Radar Madura – Hingga kini, dua unit kapal rumah sakit terapung tidak difungsikan untuk pelayanan kesehatan masyarakat. Keberadaan kapal rumah sakit terapung Gandha Nusantara 01 dan Ghanda Nusantara 02 terkesan mubazir. Saat ini dibiarkan terparkir di perairan Pelabuhan Kalianget.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumenep Agus Mulyono mengaku tidak tahu kenapa dua kapal rumah sakit terapung itu tidak difungsikan. Sebab, yang berwenang mengurus dua unit kapal itu Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim). ”Benar-benar tidak tahu. Karena itu milik Kemenhub, yang mengelola provinsi,” katanya.

Menurut Agus, dua unit kapal itu tiba di Kabupaten Sumenep pada 2019 lalu. Dia menegaskan, institusinya tidak terlibat dalam pengadaan kapal tersebut. ”Tidak ikut-ikutan, tidak pernah diajak komunikasi. Yang mengelola itu Ksatrian Airlangga,” tegasnya.

Baca Juga :  Pemkab Sumenep Prioritaskan Wisata Sejarah dan Alam Langka

Dijelaskan, dua unit kapal rumah sakit terapung itu sebenarnya sangat membantu pelayanan kesehatan masyarakat. Terutama, masyarakat yang berdomisili di kepulauan. ”Membantu sekali. Tapi, ya gimana, wong pengelolanya bukan kami (dinkes),” tuturnya.

Kabid Sarana dan Prasarana Dishub Sumenep Dadang Dedi Iskandar mengatakan, sejauh ini belum ada petunjuk bahwa dua unit kapal rumah sakit terapung itu akan diserahkan ke Pemkab Sumenep. Tetapi, institusinya punya rencana akan mengajukan diri sebagai penanggung jawab ke kementerian melalui Pemprov Jatim. ”Daripada tidak dimanfaatkan, mending diserahkan ke kami,” katanya.

Dadang menyampaikan, secara detail tidak tahu sudah berapa lama rumah sakit terapung tidak beroperasi. ”Itu asetnya Kemenhub dan bekerja sama dengan Pemprov Jatim. Seandainya dua kapal itu dihibahkan ke Pemkab Sumenep, kami sangat senang. Sehingga, pelayanan kesehatan di kepulauan sedikit bisa membantu,” tandasnya.

Baca Juga :  Polisikan Manajemen Rumah Sakit

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/