alexametrics
21 C
Madura
Wednesday, July 6, 2022

Biaya Tagihan Lampu PJU Se-Sumenep Telan Belasan Miliar

SUMENEP, Jawa Pos Radar Madura – Selama diterapkan PPKM berlevel-level, sebagian lampu penerangan jalan umum (PJU) di seputar kota Sumenep dimatikan. Kondisi tersebut sedikit meringankan beban tagihan listrik. Tetapi, nominal tagihan tidak terlalu besar.

Kabid Pengembangan dan Keselamatan Kerja Dishub Sumenep Edy Purwanto mengatakan, pemadaman lampu PJU di seputar kota sengaja dilakukan selama PPKM berlangsung. Tujuannya, mengurangi aktivitas masyarakat pada malam hari. ”Meski dimatikan, tagihannya tidak terlalu besar,” katanya.

Menurut Edy, tagihan listrik lampu PJU yang ditanggung pemerintah setiap bulan berkisar Rp 1,5 miliar. Selama satu tahun bisa menghabiskan anggaran sebesar Rp 18 miliar. ”Kalau hanya dimatikan hingga pukul 23.00, tidak ada penurunan tagihan yang signifikan,” ujarnya.

Baca Juga :  Pasokan Air Mampet, Tagihan Jalan Terus

Dijelaskan, aliran listrik yang dimatikan hanya 15 titik di seputar kota. Sementara, lampu PJU di Kabupaten Sumenep tersebar di kepulauan dan daratan. Bahkan, hingga ke pelosok-pelosok desa. Jumlahnya kurang lebih 5.000 lampu PJU.

”Setiap bulan, berkurangnya di kisaran angka jutaan, tidak sampai puluhan juta. Sebab, yang dimatikan hanya segelintir,” ucapnya.

Dijelaskan, agar tagihan listrik tidak terlalu membengkak, institusinya minta masyarakat untuk membantu mematikan lampu PJU yang hidup pada siang hari. Sebab, di beberapa lokasi, terkadang lampu PJU belum dimatikan. ”Ketika dipasang lampu PJU, itu sudah dipasrahkan penuh ke masyarakat sekitar,” tuturnya.

Edy menambahkan, keberadaan lampu PJU di sejumlah pelosok desa sangat berguna bagi masyarakat sekitar. Selain untuk penerangan, juga menghindari tindak kriminalitas. ”Karena itu, mari ikut memelihara lampu PJU yang sudah ada,” pintanya.

Baca Juga :  Sebulan, Dishub Rogoh Rp 580 Juta Bayar Tagihan Pemakaian Lampu PJU

 

SUMENEP, Jawa Pos Radar Madura – Selama diterapkan PPKM berlevel-level, sebagian lampu penerangan jalan umum (PJU) di seputar kota Sumenep dimatikan. Kondisi tersebut sedikit meringankan beban tagihan listrik. Tetapi, nominal tagihan tidak terlalu besar.

Kabid Pengembangan dan Keselamatan Kerja Dishub Sumenep Edy Purwanto mengatakan, pemadaman lampu PJU di seputar kota sengaja dilakukan selama PPKM berlangsung. Tujuannya, mengurangi aktivitas masyarakat pada malam hari. ”Meski dimatikan, tagihannya tidak terlalu besar,” katanya.

Menurut Edy, tagihan listrik lampu PJU yang ditanggung pemerintah setiap bulan berkisar Rp 1,5 miliar. Selama satu tahun bisa menghabiskan anggaran sebesar Rp 18 miliar. ”Kalau hanya dimatikan hingga pukul 23.00, tidak ada penurunan tagihan yang signifikan,” ujarnya.

Baca Juga :  Rp 800 Juta untuk PJU Menuju Bukit Kapur

Dijelaskan, aliran listrik yang dimatikan hanya 15 titik di seputar kota. Sementara, lampu PJU di Kabupaten Sumenep tersebar di kepulauan dan daratan. Bahkan, hingga ke pelosok-pelosok desa. Jumlahnya kurang lebih 5.000 lampu PJU.

”Setiap bulan, berkurangnya di kisaran angka jutaan, tidak sampai puluhan juta. Sebab, yang dimatikan hanya segelintir,” ucapnya.

Dijelaskan, agar tagihan listrik tidak terlalu membengkak, institusinya minta masyarakat untuk membantu mematikan lampu PJU yang hidup pada siang hari. Sebab, di beberapa lokasi, terkadang lampu PJU belum dimatikan. ”Ketika dipasang lampu PJU, itu sudah dipasrahkan penuh ke masyarakat sekitar,” tuturnya.

Edy menambahkan, keberadaan lampu PJU di sejumlah pelosok desa sangat berguna bagi masyarakat sekitar. Selain untuk penerangan, juga menghindari tindak kriminalitas. ”Karena itu, mari ikut memelihara lampu PJU yang sudah ada,” pintanya.

Baca Juga :  Pemkab Tolak Hibah PJU dari BPWS Rp 4,9 Miliar

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/