alexametrics
22.3 C
Madura
Sunday, May 22, 2022

Dai Kondang KH Ahmad Imam Mawardi Wafat

SUMENEP, Jawa Pos Radar Madura – Kabar duka datang dari ulama sekaligus dai kondang, yaitu Dr KH Ahmad Imam Mawardi, M.A. Ulama kelahiran Desa Poreh, Kecamatan Lenteng, Sumenep, itu mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya sekitar pukul 16.21 kemarin (15/8).

Berdasar informasi yang diterima Jawa Pos Radar Madura (JPRM), Guru Besar IAIN Sunan Ampel Surabaya tersebut menjalani perawatan sekitar dua pekan di rumah sakit yang terletak di Jalan Ahmad Yani Surabaya Nomor 116. Pasca kabar duka menyebar lewat media sosial (medsos), ucapan belasungkawa pun datang dari berbagai kalangan.

Ghufron Hasual, murid sekaligus kerabat almarhum menuturkan, KH Ahmad Imam Mawardi merupakan guru yang menginspirasi. Sebab, selalu memotivasi para santrinya untuk terus mencintai ilmu pengetahuan. ”Prestasi yang diraih almarhum selama ini menginspirasi para santri. Mulai mengenyam studi di luar negeri hingga mendirikan Pesantren Alif Laam Miim Surabaya,” ucapnya.

Menurut dia, keluarga besar Pondok Pesantren (Ponpes) Bustanul Ulum di Desa Poreh, Kecamatan Lenteng, juga sangat kehilangan sosok panutan. Selama dirawat di Surabaya, para santri dan murid diminta tidak menjenguk ke rumah sakit. Sebab, saat ini masih pandemi Covid-19. ”Beliau hanya minta didoakan dari pesantren,” tuturnya.

Baca Juga :  Dokter Deni Wafat Sepekan setelah Ayah dan Ibu Menghadap Ilahi

Dijelaskan, salat Gaib dan zikir bersama untuk mendoakan almarhum akan digelar di Ponpes Bustanul Ulum. Jika merujuk waktu yang telah ditentukan, pelaksanaan salat Gaib dan zikir bersama akan digelar setelah isya. ”Kabar terakhir yang saya terima, beliau akan dikebumikan di Surabaya, di Ponpes Alif Laam Miim yang almarhum dirikan,” ucapnya.

Berita wafatnya KH Ahmad Imam Mawardi juga dibenarkan adik kandung almarhum, yaitu Lailatul Qodariyah. Menurut dia, almarhum meninggal setelah beberapa hari menjalani perawatan di RS Bhayangkara Surabaya. Selama ini, dia mendampingi kakak tercintanya saat dirawat di rumah sakit.

”Iya betul, KH Ahmad Imam Mawardi meninggal barusan,” ucapnya sedih saat dihubungi koran ini kemarin sore.

Sementara itu, Defi Fefdianti, alumnus Ponpes Alif Laam Miim Surabaya juga merasa sangat kehilangan akan sosok KH Ahmad Imam Mawardi. Sebab, almarhum merupakan panutan yang merangkul dan mengayomi semua kalangan. ”Beliau sosok yang inspiratif, humble, dan ikhlas,” ungkapnya.

Menurut Defi Fefdianti, selama menimba limu di Ponpes Alif Laam Miim Surabaya, semangat berdakwah almarhum juga sangat tinggi. Tulus berjuang dalam menyampaikan siar Islam. ”Perjuangan beliau luar biasa, tak hanya di dalam negeri, tapi juga sering berdakwah hingga ke mancanegara,” kenang mantan karyawan Jawa Pos itu.

Baca Juga :  Radang Paru-Paru, PDP Wafat

Sekadar diketahui, KH Ahmad Imam Mawardi merupakan pengasuh Ponpes Bustanul Ulum Sumenep dan Ponpes Kota Alif Laam Miim Surabaya. Dunia dakwah merupakan aktivitas rutin almarhum. Semasa hidup, almarhum berkeliling dari kampung ke kampung, kota ke kota, pulau ke pulau, dan dari negara satu ke negara lainnya.

Selain keliling sejumlah provinsi di Indonesia, almarhum juga berdakwah ke Amerika Serikat. Mulai dari New York, Virginia, Washington, Texas, dan beberapa kota lainnya. Termasuk Yaman, Yordania dan Saudi Arabia menjadi lokasi safari dakwahnya. Tidak lupa Taiwan dan Hongkong menjadi tujuan destinasinya.

Ulama kelahiran 20 Agustus 1970 itu pernah menimba ilmu di Ponpes Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo Situbondo dan menyelesaikan kuliah di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya serta McGill University, Kanada. (jun)

 

- Advertisement -

SUMENEP, Jawa Pos Radar Madura – Kabar duka datang dari ulama sekaligus dai kondang, yaitu Dr KH Ahmad Imam Mawardi, M.A. Ulama kelahiran Desa Poreh, Kecamatan Lenteng, Sumenep, itu mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya sekitar pukul 16.21 kemarin (15/8).

Berdasar informasi yang diterima Jawa Pos Radar Madura (JPRM), Guru Besar IAIN Sunan Ampel Surabaya tersebut menjalani perawatan sekitar dua pekan di rumah sakit yang terletak di Jalan Ahmad Yani Surabaya Nomor 116. Pasca kabar duka menyebar lewat media sosial (medsos), ucapan belasungkawa pun datang dari berbagai kalangan.

Ghufron Hasual, murid sekaligus kerabat almarhum menuturkan, KH Ahmad Imam Mawardi merupakan guru yang menginspirasi. Sebab, selalu memotivasi para santrinya untuk terus mencintai ilmu pengetahuan. ”Prestasi yang diraih almarhum selama ini menginspirasi para santri. Mulai mengenyam studi di luar negeri hingga mendirikan Pesantren Alif Laam Miim Surabaya,” ucapnya.


Menurut dia, keluarga besar Pondok Pesantren (Ponpes) Bustanul Ulum di Desa Poreh, Kecamatan Lenteng, juga sangat kehilangan sosok panutan. Selama dirawat di Surabaya, para santri dan murid diminta tidak menjenguk ke rumah sakit. Sebab, saat ini masih pandemi Covid-19. ”Beliau hanya minta didoakan dari pesantren,” tuturnya.

Baca Juga :  Bupati Sebut Ada Permainan Harga Tanah

Dijelaskan, salat Gaib dan zikir bersama untuk mendoakan almarhum akan digelar di Ponpes Bustanul Ulum. Jika merujuk waktu yang telah ditentukan, pelaksanaan salat Gaib dan zikir bersama akan digelar setelah isya. ”Kabar terakhir yang saya terima, beliau akan dikebumikan di Surabaya, di Ponpes Alif Laam Miim yang almarhum dirikan,” ucapnya.

Berita wafatnya KH Ahmad Imam Mawardi juga dibenarkan adik kandung almarhum, yaitu Lailatul Qodariyah. Menurut dia, almarhum meninggal setelah beberapa hari menjalani perawatan di RS Bhayangkara Surabaya. Selama ini, dia mendampingi kakak tercintanya saat dirawat di rumah sakit.

”Iya betul, KH Ahmad Imam Mawardi meninggal barusan,” ucapnya sedih saat dihubungi koran ini kemarin sore.

Sementara itu, Defi Fefdianti, alumnus Ponpes Alif Laam Miim Surabaya juga merasa sangat kehilangan akan sosok KH Ahmad Imam Mawardi. Sebab, almarhum merupakan panutan yang merangkul dan mengayomi semua kalangan. ”Beliau sosok yang inspiratif, humble, dan ikhlas,” ungkapnya.

Menurut Defi Fefdianti, selama menimba limu di Ponpes Alif Laam Miim Surabaya, semangat berdakwah almarhum juga sangat tinggi. Tulus berjuang dalam menyampaikan siar Islam. ”Perjuangan beliau luar biasa, tak hanya di dalam negeri, tapi juga sering berdakwah hingga ke mancanegara,” kenang mantan karyawan Jawa Pos itu.

Baca Juga :  Fotografer Andal, Sejarawan dan Budayawan Madura

Sekadar diketahui, KH Ahmad Imam Mawardi merupakan pengasuh Ponpes Bustanul Ulum Sumenep dan Ponpes Kota Alif Laam Miim Surabaya. Dunia dakwah merupakan aktivitas rutin almarhum. Semasa hidup, almarhum berkeliling dari kampung ke kampung, kota ke kota, pulau ke pulau, dan dari negara satu ke negara lainnya.

Selain keliling sejumlah provinsi di Indonesia, almarhum juga berdakwah ke Amerika Serikat. Mulai dari New York, Virginia, Washington, Texas, dan beberapa kota lainnya. Termasuk Yaman, Yordania dan Saudi Arabia menjadi lokasi safari dakwahnya. Tidak lupa Taiwan dan Hongkong menjadi tujuan destinasinya.

Ulama kelahiran 20 Agustus 1970 itu pernah menimba ilmu di Ponpes Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo Situbondo dan menyelesaikan kuliah di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya serta McGill University, Kanada. (jun)

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/