alexametrics
22.3 C
Madura
Tuesday, May 24, 2022

Syarat Penerima Bansos Harus Punya Legalitas Formal

SUMENEP, Jawa Pos Radar Madura – Bantuan sosial (bansos) berupa hibah keuangan dari dinas sosial (dinsos) dikucurkan setiap tahun. Sasarannya masjid, musala, pondok pesantren (ponpes), dan lembaga keagamaan lainnya.

Kepala Dinsos Sumenep Moh. Iksan mengutarakan, untuk mendapatkan bansos hibah keuangan tersebut, masjid, musala, ponpes, dan lembaga keagamaan itu harus memiliki legalitas formal. Misalnya, izin operasional.

”Selain mengajukan proposal, syarat-syaratnya harus dipenuhi. Baru nanti kita survei,” katanya kemarin (15/7).

Menurut Iksan, untuk masjid dan musala, harus yang ditempati anak-anak mengaji. Ketentuannya, untuk musala, batas minimal yang mengaji 30 anak. Kemudian, batas minimal masjid 50 anak.

Selain itu, kondisinya butuh direhab. Jangan sampai masjid dan musala itu sudah bagus, lalu minta bantuan. Dipastikan tidak akan diterima usulannya. ”Pokoknya yang benar-benar membutuhkan perbaikan,” terangnya.

Baca Juga :  Pasca Kericuhan Pilkades di Juruan Laok, Kecamatan Batuputih

Adapun lembaga keagamaan dan ponpes wajib punya izin operasional yang dikeluarkan Kemenag Sumenep. Tanpa syarat tersebut, jelas tidak bisa menerima bansos ini. ”Kami ingin bansos ini tepat sasaran. Benar-benar diberikan untuk yang membutuhkan,” ucapnya.

Sementara itu, Bupati Sumenep Achmad Fauzi mengatakan, bansos hibah keuangan dari dinsos itu tetap dianggarkan. Tujuannya, semata-mata bentuk perhatian dari Pemkab Sumenep. Misalnya, ada masjid, musala, ponpes, dan lembaga keagamaan lainnya butuh kegiatan rehab. Itu bisa ter-cover melalui anggaran tersebut. ”Atas dasar itu, setiap tahun kami plotting anggarannya melalui dinsos,” katanya.

Bupati mengingatkan penerima agar menjaga kualitas pelaksanaan program tersebut. Tujuannya, asas manfaat kegiatan padat karya tersebut tampak kepada masyarakat.

Baca Juga :  Satu Petugas Dampingi 400 Lebih KPM

”Intinya, bantuan keuangan ini benar-benar digunakan sebaik mungkin,” tandasnya. (daf/dry)

SUMENEP, Jawa Pos Radar Madura – Bantuan sosial (bansos) berupa hibah keuangan dari dinas sosial (dinsos) dikucurkan setiap tahun. Sasarannya masjid, musala, pondok pesantren (ponpes), dan lembaga keagamaan lainnya.

Kepala Dinsos Sumenep Moh. Iksan mengutarakan, untuk mendapatkan bansos hibah keuangan tersebut, masjid, musala, ponpes, dan lembaga keagamaan itu harus memiliki legalitas formal. Misalnya, izin operasional.

”Selain mengajukan proposal, syarat-syaratnya harus dipenuhi. Baru nanti kita survei,” katanya kemarin (15/7).


Menurut Iksan, untuk masjid dan musala, harus yang ditempati anak-anak mengaji. Ketentuannya, untuk musala, batas minimal yang mengaji 30 anak. Kemudian, batas minimal masjid 50 anak.

Selain itu, kondisinya butuh direhab. Jangan sampai masjid dan musala itu sudah bagus, lalu minta bantuan. Dipastikan tidak akan diterima usulannya. ”Pokoknya yang benar-benar membutuhkan perbaikan,” terangnya.

Baca Juga :  Cegah Kakaktua Jambul Kuning Punah

Adapun lembaga keagamaan dan ponpes wajib punya izin operasional yang dikeluarkan Kemenag Sumenep. Tanpa syarat tersebut, jelas tidak bisa menerima bansos ini. ”Kami ingin bansos ini tepat sasaran. Benar-benar diberikan untuk yang membutuhkan,” ucapnya.

Sementara itu, Bupati Sumenep Achmad Fauzi mengatakan, bansos hibah keuangan dari dinsos itu tetap dianggarkan. Tujuannya, semata-mata bentuk perhatian dari Pemkab Sumenep. Misalnya, ada masjid, musala, ponpes, dan lembaga keagamaan lainnya butuh kegiatan rehab. Itu bisa ter-cover melalui anggaran tersebut. ”Atas dasar itu, setiap tahun kami plotting anggarannya melalui dinsos,” katanya.

Bupati mengingatkan penerima agar menjaga kualitas pelaksanaan program tersebut. Tujuannya, asas manfaat kegiatan padat karya tersebut tampak kepada masyarakat.

Baca Juga :  BRI Imbau Warga Segera Cairkan BPNT

”Intinya, bantuan keuangan ini benar-benar digunakan sebaik mungkin,” tandasnya. (daf/dry)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/