alexametrics
18.5 C
Madura
Wednesday, June 29, 2022

GMNI dan GP Ansor Kutuk Aksi Terorisme

SUMENEP – Kecaman terhadap aksi terorisme terus mengalir. Gerakan Pemuda (GP) Ansor bersama Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) termasuk yang mengecam keras tindakan tersebut. Mereka menyatakan dukungan kepada aparat kepolisian untuk memburu para pelaku dan dalang terorisme.

Kecaman GMNI Sumenep dilakukan dalam bentuk aksi damai Selasa (15/5). Mereka menyerukan kepada masyarakat pengguna Jalan Raya Trunojoyo agar tidak takut. Mereka juga menyebut terorisme merupakan musuh bersama.

Usai aksi damai di jalan, para aktivis itu mendatangi kantor DPRD Sumenep. Sayangnya, di kantor tersebut para kader GMNI tidak bisa bertemu wakil rakyat. Para aktivis itu pun balik arah.

Ada tujuh pernyataan sikap yang disampaikan koordinator aksi Mansur Han. Pertama, DPC GMNI Sumenep meminta agar menghentikan mekanisme pelemahan negara dari tindakan teror dengan segera memperkuat kedudukan dan pelaksanaan UU terorisme di DPR RI. Kedua, GMNI meminta agar aparat menangkap dan mengadili pelaku teror beserta jaringan dan kelompok yang bertanggung jawab atas teror.

Baca Juga :  Tolak Iuran BPJS Kesehatan Naik, Massa Demo Kantor DPRD Sampang

”Ketiga, mengecam dan mengutuk tindakan teror bom bunuh diri di tiga gereja di Surabaya dan Sidoarjo serta bom bunuh diri di pintu masuk halaman Polrestabes Surabaya,” kata Mansur.

Pihaknya juga meminta masyarakat menghentikan penyebaran atau unggah foto atau video korban aksi teror. Kelima, mengajak seluruh elemen bangsa untuk menghentikan dan mencegah politisasi suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

Keenam, mengimbau Pemerintah Kabupaten Sumenep untuk lebih memperhatikan pendataan warga pendagang. ”Ketujuh, mengajak masyarakat Sumenep tetap tenang dan menjaga persatuan dan kesatuan bangsa,” tegasnya.

Di tempat terpisah, Ketua PC GP Ansor Sumenep M. Muhri juga menyampaikan kecamannya terhadap pelaku teror yang menewaskan belasan orang dan puluhan orang luka-luka di Surabaya dan Sidoarjo. ”Kami mengutuk keras tindakan keji, biadab, dan tidak berperikemanusiaan tersebut. Apalagi dilakukan di saat jemaat sedang beribadah,” kata Muhri.

Baca Juga :  Dirut PT Sumekar Diragukan

Mantan ketua umum PC PMII Sumenep itu meminta aparat kepolisian bertindak cepat guna menangani kasus terorisme. Pada saat yang sama, aparat juga harus memberikan jaminan keamanan kepada masyarakat. ”Kami mendukung langkah tegas polisi dalam menangani aksi terorisme karena perbuatan mereka keji,” jelas Muhri.

Selain itu, pihaknya menyerukan kepada seluruh warga dan kader Ansor di berbagai tempat agar tetap kompak dan solid di bawah komando para ulama NU. Kader Ansor juga wajib hati-hati dan tidak terprovokasi dengan situasi yang sengaja dibikin oleh kelompok intoleran.

”Kami, GP Ansor Sumenep, tetap berkomitmen melawan atau perang dengan terorisme,” tukas alumnus Pondok Pesantren Annuqayah, Guluk-Guluk, tersebut.

SUMENEP – Kecaman terhadap aksi terorisme terus mengalir. Gerakan Pemuda (GP) Ansor bersama Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) termasuk yang mengecam keras tindakan tersebut. Mereka menyatakan dukungan kepada aparat kepolisian untuk memburu para pelaku dan dalang terorisme.

Kecaman GMNI Sumenep dilakukan dalam bentuk aksi damai Selasa (15/5). Mereka menyerukan kepada masyarakat pengguna Jalan Raya Trunojoyo agar tidak takut. Mereka juga menyebut terorisme merupakan musuh bersama.

Usai aksi damai di jalan, para aktivis itu mendatangi kantor DPRD Sumenep. Sayangnya, di kantor tersebut para kader GMNI tidak bisa bertemu wakil rakyat. Para aktivis itu pun balik arah.


Ada tujuh pernyataan sikap yang disampaikan koordinator aksi Mansur Han. Pertama, DPC GMNI Sumenep meminta agar menghentikan mekanisme pelemahan negara dari tindakan teror dengan segera memperkuat kedudukan dan pelaksanaan UU terorisme di DPR RI. Kedua, GMNI meminta agar aparat menangkap dan mengadili pelaku teror beserta jaringan dan kelompok yang bertanggung jawab atas teror.

Baca Juga :  Ibunda Mahfud MD Sudah Sepuh, Banser Jaga Rumah Siti Khotijah

”Ketiga, mengecam dan mengutuk tindakan teror bom bunuh diri di tiga gereja di Surabaya dan Sidoarjo serta bom bunuh diri di pintu masuk halaman Polrestabes Surabaya,” kata Mansur.

Pihaknya juga meminta masyarakat menghentikan penyebaran atau unggah foto atau video korban aksi teror. Kelima, mengajak seluruh elemen bangsa untuk menghentikan dan mencegah politisasi suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

Keenam, mengimbau Pemerintah Kabupaten Sumenep untuk lebih memperhatikan pendataan warga pendagang. ”Ketujuh, mengajak masyarakat Sumenep tetap tenang dan menjaga persatuan dan kesatuan bangsa,” tegasnya.

Di tempat terpisah, Ketua PC GP Ansor Sumenep M. Muhri juga menyampaikan kecamannya terhadap pelaku teror yang menewaskan belasan orang dan puluhan orang luka-luka di Surabaya dan Sidoarjo. ”Kami mengutuk keras tindakan keji, biadab, dan tidak berperikemanusiaan tersebut. Apalagi dilakukan di saat jemaat sedang beribadah,” kata Muhri.

Baca Juga :  Rekonstruksi Bangunan Diperkirakan Sampai Februari

Mantan ketua umum PC PMII Sumenep itu meminta aparat kepolisian bertindak cepat guna menangani kasus terorisme. Pada saat yang sama, aparat juga harus memberikan jaminan keamanan kepada masyarakat. ”Kami mendukung langkah tegas polisi dalam menangani aksi terorisme karena perbuatan mereka keji,” jelas Muhri.

Selain itu, pihaknya menyerukan kepada seluruh warga dan kader Ansor di berbagai tempat agar tetap kompak dan solid di bawah komando para ulama NU. Kader Ansor juga wajib hati-hati dan tidak terprovokasi dengan situasi yang sengaja dibikin oleh kelompok intoleran.

”Kami, GP Ansor Sumenep, tetap berkomitmen melawan atau perang dengan terorisme,” tukas alumnus Pondok Pesantren Annuqayah, Guluk-Guluk, tersebut.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/