alexametrics
21.7 C
Madura
Tuesday, May 17, 2022

Pemkab Kenalkan Kucing Busok ke Dunia International

    SUMENEP – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep menggelar Kontes Kucing Internasional. Kegiatan bertajuk Indonesia and Raas Cat Show itu digelar di Graha Adipoday Sabtu (14/4). Event tersebut diikuti lebih dari 100 peserta, 30 persen di antaranya merupakan kucing asli Pulau Raas, yakni kucing Busok.

Bupati Sumenep A. Busyro Karim mengatakan, pemerintah akan menggali semua potensi daerah. Salah satunya, mengenalkan kucing asli Pulau Raas ke dunia internasional. Menurut dia, kucing Busok sudah dikenal di Jawa Timur. Bahkan, salah seorang peserta yang berasal dari Malang membawa kucing lokal pada event tersebut.

            Pria nomor satu di ingkungan Pemkab Sumenep itu menambahkan, pihaknya sengaja mendatangkan juri dari luar negeri. Itu sebagai upaya mengenalkan kucing berbulu abu-abu gelap itu ke dunia internasional.

Baca Juga :  FKMA 2018, 5.000 Orang Akan Kunjungi Sumenep

Menurut Busyro, kucing Busok memiliki beberapa ciri khas. Sorot matanya lebih tajam daripada kucing pada umumnya. Makanannya juga lebih variatif, bukan hanya nasi dan ikan. Selain itu, badannya besar dan panjang.

Politikus PKB itu menambahkan, kucing asli Raas tersebut harus betul-betul dijaga. Sebab, populasi di Raas sangat sedikit, yakni sekitar seratus ekor. Karena itu, perlu diantisipasi supaya tidak punah. Hal itu butuh dukungan semua pihak.

Bukan hanya kucing, jelas suami Nur Fitriana Busyro Karim, hewan khas lainnya seperti ayam bekisar dan sapi asli Pulau Sapudi juga perlu dilestarikan. ”Kualitas daging sapi Sapudi sangat bagus dan perlu dilindungi,” tandasnya.

Ketua Riset Kucing Busok Cat Fancy Indonesia Yulia Susanti mengimbau agar kucing Busok tidak dilepas ke luar daerah. ”Kami sudah berbicara dengan pak bupati supaya kucing Raas dibuatkan basecamp agar tidak keluar dari luar Raas,” ucapnya.

Baca Juga :  Honor Tenaga Medis Tak Di-Cover APBD

Yulia mengajak masyarakat supaya kucing Raas betul-betul dijaga karena memiliki keunikan. Misalnya, telinga panjang dll. ”Makanya, kami minta ini betul-betul dijaga,” pintanya.

Kontes Kucing Internasional dibuka langsung oleh Bupati Sumenep A. Busyro Karim. Wabup Achmad Fauzi, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), serta pejabat di lingkungan Pemkab Sumenep hadir. Kegiatan itu juga melibatkan juri dari Malaysia Awaludin Jaafar dan Tasmania Lesley Morgan.

 

 

 

    SUMENEP – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep menggelar Kontes Kucing Internasional. Kegiatan bertajuk Indonesia and Raas Cat Show itu digelar di Graha Adipoday Sabtu (14/4). Event tersebut diikuti lebih dari 100 peserta, 30 persen di antaranya merupakan kucing asli Pulau Raas, yakni kucing Busok.

Bupati Sumenep A. Busyro Karim mengatakan, pemerintah akan menggali semua potensi daerah. Salah satunya, mengenalkan kucing asli Pulau Raas ke dunia internasional. Menurut dia, kucing Busok sudah dikenal di Jawa Timur. Bahkan, salah seorang peserta yang berasal dari Malang membawa kucing lokal pada event tersebut.

            Pria nomor satu di ingkungan Pemkab Sumenep itu menambahkan, pihaknya sengaja mendatangkan juri dari luar negeri. Itu sebagai upaya mengenalkan kucing berbulu abu-abu gelap itu ke dunia internasional.

Baca Juga :  Bupati Berpesan Kasek Jadi Sosok Teladan

Menurut Busyro, kucing Busok memiliki beberapa ciri khas. Sorot matanya lebih tajam daripada kucing pada umumnya. Makanannya juga lebih variatif, bukan hanya nasi dan ikan. Selain itu, badannya besar dan panjang.

Politikus PKB itu menambahkan, kucing asli Raas tersebut harus betul-betul dijaga. Sebab, populasi di Raas sangat sedikit, yakni sekitar seratus ekor. Karena itu, perlu diantisipasi supaya tidak punah. Hal itu butuh dukungan semua pihak.

Bukan hanya kucing, jelas suami Nur Fitriana Busyro Karim, hewan khas lainnya seperti ayam bekisar dan sapi asli Pulau Sapudi juga perlu dilestarikan. ”Kualitas daging sapi Sapudi sangat bagus dan perlu dilindungi,” tandasnya.

Ketua Riset Kucing Busok Cat Fancy Indonesia Yulia Susanti mengimbau agar kucing Busok tidak dilepas ke luar daerah. ”Kami sudah berbicara dengan pak bupati supaya kucing Raas dibuatkan basecamp agar tidak keluar dari luar Raas,” ucapnya.

Baca Juga :  Komersialisasi Bandara Pagerungan Tunggu Kemenhub

Yulia mengajak masyarakat supaya kucing Raas betul-betul dijaga karena memiliki keunikan. Misalnya, telinga panjang dll. ”Makanya, kami minta ini betul-betul dijaga,” pintanya.

Kontes Kucing Internasional dibuka langsung oleh Bupati Sumenep A. Busyro Karim. Wabup Achmad Fauzi, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), serta pejabat di lingkungan Pemkab Sumenep hadir. Kegiatan itu juga melibatkan juri dari Malaysia Awaludin Jaafar dan Tasmania Lesley Morgan.

 

 

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/