alexametrics
21.3 C
Madura
Friday, May 20, 2022

Komersialisasi Bandara Pagerungan Tunggu Kemenhub

SUMENEP – Pemkab Sumenep terus berusaha mengembangkan transportasi udara ke kepulauan. Namun, perubahan status Bandara Pagerungan hingga saat ini masih tersendat di Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Data yang dihimpun RadarMadura.id, Pemkab Sumenep berencana untuk memfungsikan Bandara Pagerungan yang saat ini berstatus bandara tertutup menjadi bandara umum. Tujuannya, mengomersialkan guna melayani transportasi masyarakat kepulauan.

Rencana tersebut sudah dilaksanakan sejak 2014. Saat itu Pemkab Sumenep mengirimkan surat kepada SKK Migas untuk permintaan perubahan status Bandara Pagerungan pada Agustus 2014. Nomor surat 553/562/435.105/2014.

Pemkab Sumenep kembali mengirim surat kepada SKK Migas dengan permintaan yang sama pada Maret 2017. Surat tersebut bernomor 550/217/435.106.3/2017. Untuk kali ketiga, Pemkab Sumenep mengirim surat bernomor 550/738/435.106.3/2018 kepada SKK Migas dengan permintaan yang sama pada Oktober 2018.

Baca Juga :  TPS di Sumenep Sediakan Buku Bacaan Hingga Hadiah Menarik

SKK Migas membalas surat itu pada November 2018. Isinya bahwa proses perubahan status sedang diurus di Kemenhub yang dibuktikan dengan surat bernomor SRT-0474/SKKMI2000/2018/S0.

Wakil Bupati Sumenep Achmad Fauzi membenarkan perubahan status bandara tersebut untuk pengembangan jalur transportasi udara. Langkah ini adalah salah satu cara Pemkab Sumenep untuk meningkatkan pelayanan transportasi. Sebab yang sering jadi masalah saat musim ombak, kapal tidak bisa berlayar. ”Harapannya, dengan adanya rute penerbangan Sumenep-Pagerungan bisa membantu masyarakat kepulauan,” jelasnya.

Terkait permintaan tersebut, pihaknya sudah mendapat sinyal positif dari SKK Migas KKK KEI. Menurut dia, pihaknya sudah mengadakan rapat koordinasi (rakor) dengan KEI untuk membahas mengenai hal ini.

Baca Juga :  Hendak Pesta Sabu, Pemuda 19 Tahun Ditangkap

Hal tersebut dibenarkan pihak KEI melalui Kepala Keselamatan Bandar Udara Pagerungan Tjutju Cutea Suhendar. Menurut dia, pihaknya sudah mengurus perubahan status Bandara Pagerungan di Kemenhub sejak 2017.

Tjutju menjelaskan, pihaknya memang sudah menyepakati permintaan Pemkab Sumenep dan menyambut baik usulan tersebut. ”Kami sudah mengurus pergantian status ini satu tahun lalu. Sekarang sedang dalam proses administrasi di Kementerian Perhubungan. Karena pergantian status bandara itu tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat,” jelasnya. 

 

- Advertisement -

SUMENEP – Pemkab Sumenep terus berusaha mengembangkan transportasi udara ke kepulauan. Namun, perubahan status Bandara Pagerungan hingga saat ini masih tersendat di Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Data yang dihimpun RadarMadura.id, Pemkab Sumenep berencana untuk memfungsikan Bandara Pagerungan yang saat ini berstatus bandara tertutup menjadi bandara umum. Tujuannya, mengomersialkan guna melayani transportasi masyarakat kepulauan.

Rencana tersebut sudah dilaksanakan sejak 2014. Saat itu Pemkab Sumenep mengirimkan surat kepada SKK Migas untuk permintaan perubahan status Bandara Pagerungan pada Agustus 2014. Nomor surat 553/562/435.105/2014.


Pemkab Sumenep kembali mengirim surat kepada SKK Migas dengan permintaan yang sama pada Maret 2017. Surat tersebut bernomor 550/217/435.106.3/2017. Untuk kali ketiga, Pemkab Sumenep mengirim surat bernomor 550/738/435.106.3/2018 kepada SKK Migas dengan permintaan yang sama pada Oktober 2018.

Baca Juga :  Sumur Bor Semburkan Api

SKK Migas membalas surat itu pada November 2018. Isinya bahwa proses perubahan status sedang diurus di Kemenhub yang dibuktikan dengan surat bernomor SRT-0474/SKKMI2000/2018/S0.

Wakil Bupati Sumenep Achmad Fauzi membenarkan perubahan status bandara tersebut untuk pengembangan jalur transportasi udara. Langkah ini adalah salah satu cara Pemkab Sumenep untuk meningkatkan pelayanan transportasi. Sebab yang sering jadi masalah saat musim ombak, kapal tidak bisa berlayar. ”Harapannya, dengan adanya rute penerbangan Sumenep-Pagerungan bisa membantu masyarakat kepulauan,” jelasnya.

Terkait permintaan tersebut, pihaknya sudah mendapat sinyal positif dari SKK Migas KKK KEI. Menurut dia, pihaknya sudah mengadakan rapat koordinasi (rakor) dengan KEI untuk membahas mengenai hal ini.

Baca Juga :  Luar Biasa, Tari Kombinasi dan Pencak Silat Meriahkan CFD JPRM

Hal tersebut dibenarkan pihak KEI melalui Kepala Keselamatan Bandar Udara Pagerungan Tjutju Cutea Suhendar. Menurut dia, pihaknya sudah mengurus perubahan status Bandara Pagerungan di Kemenhub sejak 2017.

Tjutju menjelaskan, pihaknya memang sudah menyepakati permintaan Pemkab Sumenep dan menyambut baik usulan tersebut. ”Kami sudah mengurus pergantian status ini satu tahun lalu. Sekarang sedang dalam proses administrasi di Kementerian Perhubungan. Karena pergantian status bandara itu tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat,” jelasnya. 

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/