alexametrics
26.3 C
Madura
Wednesday, June 29, 2022

Santri Meninggal Terlindas Ambulans

SUMENEP – Sejumlah warga Desa Jambu, Kecamatan Lenteng, Sumenep, digegerkan dengan kecelakaan maut dini hari selasa (14/11). Seorang santri dari Pondok Pesantren Mathlabul Ulum Ahmad Amri Fijaidillah, 15, meninggal terlindas ambulans Isuzu Panther M 8048 VP milik RSUD dr. H. Moh. Anwar. Saat itu korban berbaring di badan jalan.

Diduga, sebelum kejadian korban bersama lima temannya duduk di tengah jalan. Beberapa saat kemudian mereka pindah ke pos. Mereka adalah santri yang ditugaskan menjaga pos penjagaan pada malam hari.

Seorang di antara enam santri, yakni Ahmad Amri Fijaidillah, masih berada di badan jalan. Belakangan diketahui, dia juga ditunjuk menjaga keamanan kampus pada malam hari. Waktu itu korban membaringkan tubuhnya di badan jalan.

Beberapa menit kemudian, dari timur melaju ambulans RSUD dr. H. Moh. Anwar yang dikemudikan Asmuni. Kendaraan berpenumpang satu orang, yakni Ruslan Ainur Rosidi, itu melaju dengan kecepatan sedang. Pengemudi tidak melihat ada orang di tengah jalan. Akibatnya, korban terlindas oleh ambulans. Peristiwa itu dilihat langsung oleh teman-teman korban.

Baca Juga :  Dapat Bahan Humor karena Suka Berbaur

Korban meninggal di tempat kejadian perkara (TKP). Tubuh korban mengalami luka parah karena terlindas dan terseret ambulans. Warga sekitar dan santri berdatangan ke lokasi kecelakaan. Mereka menutupi tubuh korban dengan koran bekas.

Kasatlantas Polres Sumenep AKP Eka Anggriana yang diwakili Kanit Lakalantas Iptu Maliyanto Efendi mengaku sudah melakukan olah TKP. Pihaknya membenarkan korban meninggal di lokasi kajadian. Korban dibawa ke rumah duka setelah dari RSUD dr. H. Moh. Anwar.

Dia menilai, dalam kecelakaan itu ada kelalaian dari kedua pihak. Pengemudi ambulans lalai karena tidak melihat ke depan sehingga menabrak korban.

Sementara korban juga lalai. Korban sengaja tidur di badan jalan. ”Keduanya sama-sama lalai. Pengemudi ambulans tidak melihat apa pun di depan. Bahkan pengemudi mengaku dikira tumpukan kain sebelum menabrak korban,” ucapnya.

Baca Juga :  Debat Kedua Angkat Upaya Pemberantasan Korupsi

Dari hasil pemeriksaan polisi, kecelakaan murni akibat kelalaian. Dilihat dari faktor kendaraan dan alam, nihil indikasi kesengajaan. Polisi sudah memeriksa dua saksi. Mereka adalah Roy Khoirul Abrori, 15, dan Rahayu Widiyah, 25.

Pengasuh dan Pimpinan Pondok Pesantren Mathlabul Ulum KH. Moh. Taufiq Rachman FM membenarkan santrinya bergantian ditugaskan jaga pos malam. ”Kami sudah peringatkan lebih ketat untuk para penjaga. Mereka sudah kami larang keluar. Namun, mereka memaksa sehingga terjadilah hal-hal yang tidak diinginkan,” ucapnya.

SUMENEP – Sejumlah warga Desa Jambu, Kecamatan Lenteng, Sumenep, digegerkan dengan kecelakaan maut dini hari selasa (14/11). Seorang santri dari Pondok Pesantren Mathlabul Ulum Ahmad Amri Fijaidillah, 15, meninggal terlindas ambulans Isuzu Panther M 8048 VP milik RSUD dr. H. Moh. Anwar. Saat itu korban berbaring di badan jalan.

Diduga, sebelum kejadian korban bersama lima temannya duduk di tengah jalan. Beberapa saat kemudian mereka pindah ke pos. Mereka adalah santri yang ditugaskan menjaga pos penjagaan pada malam hari.

Seorang di antara enam santri, yakni Ahmad Amri Fijaidillah, masih berada di badan jalan. Belakangan diketahui, dia juga ditunjuk menjaga keamanan kampus pada malam hari. Waktu itu korban membaringkan tubuhnya di badan jalan.


Beberapa menit kemudian, dari timur melaju ambulans RSUD dr. H. Moh. Anwar yang dikemudikan Asmuni. Kendaraan berpenumpang satu orang, yakni Ruslan Ainur Rosidi, itu melaju dengan kecepatan sedang. Pengemudi tidak melihat ada orang di tengah jalan. Akibatnya, korban terlindas oleh ambulans. Peristiwa itu dilihat langsung oleh teman-teman korban.

Baca Juga :  Anak Pertama Dijuluki Bayi Mahal, Kedua Diskon 11.11

Korban meninggal di tempat kejadian perkara (TKP). Tubuh korban mengalami luka parah karena terlindas dan terseret ambulans. Warga sekitar dan santri berdatangan ke lokasi kecelakaan. Mereka menutupi tubuh korban dengan koran bekas.

Kasatlantas Polres Sumenep AKP Eka Anggriana yang diwakili Kanit Lakalantas Iptu Maliyanto Efendi mengaku sudah melakukan olah TKP. Pihaknya membenarkan korban meninggal di lokasi kajadian. Korban dibawa ke rumah duka setelah dari RSUD dr. H. Moh. Anwar.

Dia menilai, dalam kecelakaan itu ada kelalaian dari kedua pihak. Pengemudi ambulans lalai karena tidak melihat ke depan sehingga menabrak korban.

Sementara korban juga lalai. Korban sengaja tidur di badan jalan. ”Keduanya sama-sama lalai. Pengemudi ambulans tidak melihat apa pun di depan. Bahkan pengemudi mengaku dikira tumpukan kain sebelum menabrak korban,” ucapnya.

Baca Juga :  Berbaur dan Cek Lokasi CFD, Wabup Sumenep Berharap HUT JPRM Semarak

Dari hasil pemeriksaan polisi, kecelakaan murni akibat kelalaian. Dilihat dari faktor kendaraan dan alam, nihil indikasi kesengajaan. Polisi sudah memeriksa dua saksi. Mereka adalah Roy Khoirul Abrori, 15, dan Rahayu Widiyah, 25.

Pengasuh dan Pimpinan Pondok Pesantren Mathlabul Ulum KH. Moh. Taufiq Rachman FM membenarkan santrinya bergantian ditugaskan jaga pos malam. ”Kami sudah peringatkan lebih ketat untuk para penjaga. Mereka sudah kami larang keluar. Namun, mereka memaksa sehingga terjadilah hal-hal yang tidak diinginkan,” ucapnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/