21.6 C
Madura
Friday, December 9, 2022

Tersangka Narkoba Dapat Restorative Justice

SUMENEP, Jawa Pos Radar Madura – Upaya restorative justice (RJ) yang dilakukan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumenep berhasil. Tiga kasus yang diajukan ke Kejaksaan Agung (Kejagung) disetujui semua. Di antaranya kasus penyalahgunaan narkotika.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Sumenep Trimo mengatakan,  untuk yang tersangka narkotika yakni Andriyanto, pria kelahiran 1995 itu sudah ditahan sejak Juni oleh penyidik. Warga asal Desa Kertasada, Kecamatan Kalianget, itu diamankan oleh polisi karena ketahuan memakai narkoba.

”Dia menggunakan narkoba dengan alasan menambah stamina. Saat itu dia mengisap narkoba dan ditemukan barang bukti 0,092 gram sabu-sabu,” katanya.

Kemudian, jaksa melakukan penelitian akan kasus tersebut. Baik ke orang tua pelaku, kepala desa, dan tokoh masyarakat. Alhasil, yang bersangkutan memang berasal dari orang tidak mampu. ”Sehingga, layak diberikan RJ oleh jaksa. Makanya kami ajukan ke kejati dan diajukan ke Kejagung yang ditangani oleh jampidum (jaksa agung tindak pidana umum, Red),” ucap Trimo.

Baca Juga :  Kodam Kebut Perbaiki Rumah Korban Gempa

Pertimbangan lain pemberian restorative justice karena tersangka hanya sebagai penyalah guna narkoba untuk dirinya sendiri. Tersangka tidak berperan sebagai produsen, bandar, pengedar, atau kurir.

Tersangka bukan residivis kasus narkoba, tidak pernah masuk daftar pencarian orang (DPO). Bahkan, orang tua tersangka sanggup untuk membina tersangka. Hasil asesmen BNNK dan tim dokter, tersangka layak untuk direhabilitasi.

”Setelah kami paparkan terkait kasus ini, jampidum menyetujui sehingga nanti akan dilakukan rehabilitasi di RS Sumenep. Bukan lagi di rutan,” ulasnya.

Penyelesaian kasus narkoba itu bukan tanpa dasar. Tapi, mengacu pada Pedoman Jaksa Agung Nomor 18 Tahun 2021. Yakni, berkaitan dengan penanganan perkara narkoba melalui rehab dengan asas keadilan restoratif.

Baca Juga :  Ratusan Ribu Warga Tak Punya Akta Kelahiran

”Ini satu-satunya di Madura. Nanti akan kami keluarkan dari rutan. Sekarang ini, sistem penanganan hukum di kejaksaan itu humanis ke bawah, tajam ke atas,” tuturnya.

Sementara untuk dua kasus lainnya yang mendapatkan RJ yakni kasus Masodi, warga Desa Legung Timur, Kecamatan Batang-Batang. Pria kelahiran 1979 itu terlibat kasus penganiayaan. Kemudian Harsono, 35, warga Desa Bantelan, Kecamatan Batuputih, yang terlibat kasus penadah handphone.

”Kami ajukan ketiga-tiganya. Kemudian, langsung disetujui semua setelah kami paparkan,” tukas Trimo. (iqb/han)

 

 

SUMENEP, Jawa Pos Radar Madura – Upaya restorative justice (RJ) yang dilakukan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumenep berhasil. Tiga kasus yang diajukan ke Kejaksaan Agung (Kejagung) disetujui semua. Di antaranya kasus penyalahgunaan narkotika.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Sumenep Trimo mengatakan,  untuk yang tersangka narkotika yakni Andriyanto, pria kelahiran 1995 itu sudah ditahan sejak Juni oleh penyidik. Warga asal Desa Kertasada, Kecamatan Kalianget, itu diamankan oleh polisi karena ketahuan memakai narkoba.

”Dia menggunakan narkoba dengan alasan menambah stamina. Saat itu dia mengisap narkoba dan ditemukan barang bukti 0,092 gram sabu-sabu,” katanya.


Kemudian, jaksa melakukan penelitian akan kasus tersebut. Baik ke orang tua pelaku, kepala desa, dan tokoh masyarakat. Alhasil, yang bersangkutan memang berasal dari orang tidak mampu. ”Sehingga, layak diberikan RJ oleh jaksa. Makanya kami ajukan ke kejati dan diajukan ke Kejagung yang ditangani oleh jampidum (jaksa agung tindak pidana umum, Red),” ucap Trimo.

Baca Juga :  Zulfikar Dituntut Dua Tahun Enam Bulan

Pertimbangan lain pemberian restorative justice karena tersangka hanya sebagai penyalah guna narkoba untuk dirinya sendiri. Tersangka tidak berperan sebagai produsen, bandar, pengedar, atau kurir.

Tersangka bukan residivis kasus narkoba, tidak pernah masuk daftar pencarian orang (DPO). Bahkan, orang tua tersangka sanggup untuk membina tersangka. Hasil asesmen BNNK dan tim dokter, tersangka layak untuk direhabilitasi.

”Setelah kami paparkan terkait kasus ini, jampidum menyetujui sehingga nanti akan dilakukan rehabilitasi di RS Sumenep. Bukan lagi di rutan,” ulasnya.

- Advertisement -

Penyelesaian kasus narkoba itu bukan tanpa dasar. Tapi, mengacu pada Pedoman Jaksa Agung Nomor 18 Tahun 2021. Yakni, berkaitan dengan penanganan perkara narkoba melalui rehab dengan asas keadilan restoratif.

Baca Juga :  Satresnarkoba Polres Bangkalan Amankan 68 Tersangka Narkoba

”Ini satu-satunya di Madura. Nanti akan kami keluarkan dari rutan. Sekarang ini, sistem penanganan hukum di kejaksaan itu humanis ke bawah, tajam ke atas,” tuturnya.

Sementara untuk dua kasus lainnya yang mendapatkan RJ yakni kasus Masodi, warga Desa Legung Timur, Kecamatan Batang-Batang. Pria kelahiran 1979 itu terlibat kasus penganiayaan. Kemudian Harsono, 35, warga Desa Bantelan, Kecamatan Batuputih, yang terlibat kasus penadah handphone.

”Kami ajukan ketiga-tiganya. Kemudian, langsung disetujui semua setelah kami paparkan,” tukas Trimo. (iqb/han)

 

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/