alexametrics
29.3 C
Madura
Sunday, May 29, 2022

Rastra Tak Layak Konsumsi Beredar di Sumenep

SUMENEP – Semua pihak harus mengawasi distribusi bantuan beras untuk keluarga sejahtera (rastra). Lantaran, kerap ditemukan beras yang diberikan kepada masyarakat miskin tidak layak konsumsi. Seperti yang beredar di Kecamatan Guluk-Guluk, Sumenep.

Aktivis Gugus Anti Korupsi Indonesia (GAKI) Sumenep Ach. Farid Azziyadi mengaku menemukan keberadaan beras jelek tersebut. Selain berbau, beras sudah berubah warna. ”Banyak beras tidak layak konsumsi diedarkan. Ini perlu pengawasan ketat,” ucapnya Kamis (14/9).

Sesuai instruksi Kementerian Sosial, jika ada beras tidak layak konsumsi bisa dikembalikan. Karena itu, beras yang lebih layak untuk pakan ternak itu dikembalikan ke Bulog. Rumah tangga sasaran penerima manfaat (RTSPM) kemudian diganti dengan beras layak konsumsi.

Aktivis Pengurus Cabang PMII Pamekasan itu menyayangkan beras tersebut bisa lolos dari pantauan Bulog. Padahal seharusnya penjaringan beras sudah dilakukan. ”Tidak perlu dilihat satu per satu. Bulog pasti mempunyai teknis membedakan beras tak layak atau layak konsumsi,” imbuh Farid.

Baca Juga :  Tidak Layak Konsumesi, DPRD Kembalikan Rastra ke Kemensos

Pihaknya mendesak Bulog segera menarik rastra tak berkualitas. Masyarakat harus menikmati bantuan dari pemerintah dengan kualitas baik. RTSPM berhak mendapatkan rastra 15 kilogram per bulan tiap keluarga. ”Kami berharap Bulog lebih selektif. Atau memang ada unsur kesengajaan dari oknum Bulog?” tudingnya.

Kepala Gudang Bulog Sumenep M. Cholila mengakui temuan beras tak layak konsumsi itu. Pihaknya sudah mengganti satu truk rastra ke Guluk-Guluk. ”Kita sudah ganti hari ini. Saya ganti semua supaya tidak ramai,” ucapnya.

Dia mengklaim beras yang jelek hanya satu sak. Pihaknya meyakini hanya sebagian yang rusak. Sisanya layak konsumsi. Meski demikian, Bulog berinisiatif mengganti semua.

SUMENEP – Semua pihak harus mengawasi distribusi bantuan beras untuk keluarga sejahtera (rastra). Lantaran, kerap ditemukan beras yang diberikan kepada masyarakat miskin tidak layak konsumsi. Seperti yang beredar di Kecamatan Guluk-Guluk, Sumenep.

Aktivis Gugus Anti Korupsi Indonesia (GAKI) Sumenep Ach. Farid Azziyadi mengaku menemukan keberadaan beras jelek tersebut. Selain berbau, beras sudah berubah warna. ”Banyak beras tidak layak konsumsi diedarkan. Ini perlu pengawasan ketat,” ucapnya Kamis (14/9).

Sesuai instruksi Kementerian Sosial, jika ada beras tidak layak konsumsi bisa dikembalikan. Karena itu, beras yang lebih layak untuk pakan ternak itu dikembalikan ke Bulog. Rumah tangga sasaran penerima manfaat (RTSPM) kemudian diganti dengan beras layak konsumsi.


Aktivis Pengurus Cabang PMII Pamekasan itu menyayangkan beras tersebut bisa lolos dari pantauan Bulog. Padahal seharusnya penjaringan beras sudah dilakukan. ”Tidak perlu dilihat satu per satu. Bulog pasti mempunyai teknis membedakan beras tak layak atau layak konsumsi,” imbuh Farid.

Baca Juga :  Bawa Kayu Ilegal, Lima Warga Sapeken Diringkus

Pihaknya mendesak Bulog segera menarik rastra tak berkualitas. Masyarakat harus menikmati bantuan dari pemerintah dengan kualitas baik. RTSPM berhak mendapatkan rastra 15 kilogram per bulan tiap keluarga. ”Kami berharap Bulog lebih selektif. Atau memang ada unsur kesengajaan dari oknum Bulog?” tudingnya.

Kepala Gudang Bulog Sumenep M. Cholila mengakui temuan beras tak layak konsumsi itu. Pihaknya sudah mengganti satu truk rastra ke Guluk-Guluk. ”Kita sudah ganti hari ini. Saya ganti semua supaya tidak ramai,” ucapnya.

Dia mengklaim beras yang jelek hanya satu sak. Pihaknya meyakini hanya sebagian yang rusak. Sisanya layak konsumsi. Meski demikian, Bulog berinisiatif mengganti semua.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/