alexametrics
22.3 C
Madura
Tuesday, May 24, 2022

Gelar Bimtek Menuju 100 Smart City

SUMENEP – Upaya mewujudkan 100 Smart City Kabupaten Sumenep terus dilakukan. Selasa (10/7) pemkab melalui diskominfo menggelar bimbingan teknis (bimtek) Gerakan Menuju 100 Smart City tahap I di Gedung SKB, Kecamatan Batuan. Acara yang akan berlangsung selama dua hari itu dibuka Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Sumenep Edy Rasiyadi.

Kepala Diskominfo Sumenep Koesman Hadi mengatakan, bimtek itu dilaksanakan sebagai tindak lanjut asesmen program Gerakan Menuju 100 Smart City yang dilaksanakan di Gedung Pustiknas, Jakarta, pada 5–7 Maret. Sedangkan tujuannya yakni membimbing 100 kabupaten/kota terpilih untuk merencanakan pengembangan smart city di daerah masing-masing dengan memperhitungkan tantangan maupun potensi tiap daerah.

Ada sekitar 150 peserta yang ikut bimtek. Mereka terdiri atas anggota dewan smart city, tim pelaksana smart city, dan perwakilan kepala desa/operator desa. ”Narasumbernya dari Kementerian Kominfo dan tim konsultan,” jelas Koesman.

Baca Juga :  Duh..TPA Hampir Penuh, Butuh Tempat Baru Tahun Depan

Sementara itu, Sekkab Sumenep Edy Rasiyadi memaparkan bahwa pada 8 Mei lalu pemkab masuk dalam 50 kabupaten/kota terpilih untuk mengembangkan smart city oleh Kementerian Kominfo sebagai kelanjutan 25 kabupaten/kota yang sudah terpilih pada 2017.

”Terpilihnya Kabupaten Sumenep masuk program Menuju 100 Smart City ini tentu sejalan dengan visi dan misi Kabupaten Sumenep. Sekaligus menjadi tantangan berat di masa mendatang,” jelasnya. ”Karena itulah Pemkab Sumenep bergerak cepat dengan membentuk dewan smart city dan pelaksana smart city di Sumenep,” tambahnya.

 

SUMENEP – Upaya mewujudkan 100 Smart City Kabupaten Sumenep terus dilakukan. Selasa (10/7) pemkab melalui diskominfo menggelar bimbingan teknis (bimtek) Gerakan Menuju 100 Smart City tahap I di Gedung SKB, Kecamatan Batuan. Acara yang akan berlangsung selama dua hari itu dibuka Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Sumenep Edy Rasiyadi.

Kepala Diskominfo Sumenep Koesman Hadi mengatakan, bimtek itu dilaksanakan sebagai tindak lanjut asesmen program Gerakan Menuju 100 Smart City yang dilaksanakan di Gedung Pustiknas, Jakarta, pada 5–7 Maret. Sedangkan tujuannya yakni membimbing 100 kabupaten/kota terpilih untuk merencanakan pengembangan smart city di daerah masing-masing dengan memperhitungkan tantangan maupun potensi tiap daerah.

Ada sekitar 150 peserta yang ikut bimtek. Mereka terdiri atas anggota dewan smart city, tim pelaksana smart city, dan perwakilan kepala desa/operator desa. ”Narasumbernya dari Kementerian Kominfo dan tim konsultan,” jelas Koesman.

Baca Juga :  Realisasi Anggaran Penanganan Covid-19 Tahun 2020

Sementara itu, Sekkab Sumenep Edy Rasiyadi memaparkan bahwa pada 8 Mei lalu pemkab masuk dalam 50 kabupaten/kota terpilih untuk mengembangkan smart city oleh Kementerian Kominfo sebagai kelanjutan 25 kabupaten/kota yang sudah terpilih pada 2017.

”Terpilihnya Kabupaten Sumenep masuk program Menuju 100 Smart City ini tentu sejalan dengan visi dan misi Kabupaten Sumenep. Sekaligus menjadi tantangan berat di masa mendatang,” jelasnya. ”Karena itulah Pemkab Sumenep bergerak cepat dengan membentuk dewan smart city dan pelaksana smart city di Sumenep,” tambahnya.

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/