alexametrics
23 C
Madura
Thursday, May 26, 2022

Hari Ini Semua PNS Wajib Masuk

SUMENEP – Seluruh pegawai negeri sipil (PNS) kembali masuk serentak hari ini (15/6). Hal ini sesuai dengan edaran Bupati Sumenep nomor 800/992/435.203.2/2020.

Kebijakan tersebut diambil untuk menyongsong era kenormalan baru sekaligus mencabut penerapan work from home (WFH). Edaran tersebut bersifat wajib untuk ditaati seluruh PNS. Tidak ada lagi istilah bekerja dari rumah secara bergantian pada satu kantor. Bagi pegawai yang sakit dianjurkan izin.

Adanya PNS yang reaktif dari pemeriksaan cepat tidak membatalkan edaran tersebut. Tapi, kepada yang bersangkutan dilarang masuk kerja. Semua harus menjalani isolasi mandiri selama 14 hari masa inkubasi.

Sekkab Sumenep Edy Rasiyadi menyampaikan, tindakan pencegahan sudah dilakukan karena semua pegawai di lingkungan organisasi perangkat daerah (OPD) tersebut di-rapid test. Penyemprotan cairan disinfektan juga sudah dilakukan. Apalagi, akurasi hasil rapid test jauh untuk dinyatakan terpapar virus korona.

Baca Juga :  Medsos Suburkan Kampret dan Kecebong

”Bagi yang sakit boleh izin dengan melampirkan surat keterangan dokter. Pegawai yang reaktif memang dilarang masuk,” jelas mantan kepala dinas PU bina marga itu.

Penerapan protokol kesehatan wajib diterapkan di setiap kantor OPD. Penerapan social distancing harus disasati sendiri. Misalnya, bagi yang ruangan kantor yang sempit bisa memanfaatkan fasilitas umum untuk dijadikan ruang kerja.

Edy menegaskan, sanksi berlaku sebagaimana mestinya bagi PNS yang tidak masuk tanpa keterangan. Apabila ada pekerjaan yang kurang maksimal saat penerapan WFH harus segara dibenahi. Misalnya, optimalisasi layanan kepada masyarakat.

Setiap kepala OPD bertanggung jawab untuk memastikan kinerja stafnya maksimal. ”Ini pemulihan menuju era kenormalan baru. Bagaimana aktivitas tetap berlangsung tapi tetap sehat,” terangnya. (jun)

Baca Juga :  Pemkab Doakan Covid-19 Segera Berakhir

SUMENEP – Seluruh pegawai negeri sipil (PNS) kembali masuk serentak hari ini (15/6). Hal ini sesuai dengan edaran Bupati Sumenep nomor 800/992/435.203.2/2020.

Kebijakan tersebut diambil untuk menyongsong era kenormalan baru sekaligus mencabut penerapan work from home (WFH). Edaran tersebut bersifat wajib untuk ditaati seluruh PNS. Tidak ada lagi istilah bekerja dari rumah secara bergantian pada satu kantor. Bagi pegawai yang sakit dianjurkan izin.

Adanya PNS yang reaktif dari pemeriksaan cepat tidak membatalkan edaran tersebut. Tapi, kepada yang bersangkutan dilarang masuk kerja. Semua harus menjalani isolasi mandiri selama 14 hari masa inkubasi.


Sekkab Sumenep Edy Rasiyadi menyampaikan, tindakan pencegahan sudah dilakukan karena semua pegawai di lingkungan organisasi perangkat daerah (OPD) tersebut di-rapid test. Penyemprotan cairan disinfektan juga sudah dilakukan. Apalagi, akurasi hasil rapid test jauh untuk dinyatakan terpapar virus korona.

Baca Juga :  Pendaftaran CPNS Dimulai Besok

”Bagi yang sakit boleh izin dengan melampirkan surat keterangan dokter. Pegawai yang reaktif memang dilarang masuk,” jelas mantan kepala dinas PU bina marga itu.

Penerapan protokol kesehatan wajib diterapkan di setiap kantor OPD. Penerapan social distancing harus disasati sendiri. Misalnya, bagi yang ruangan kantor yang sempit bisa memanfaatkan fasilitas umum untuk dijadikan ruang kerja.

Edy menegaskan, sanksi berlaku sebagaimana mestinya bagi PNS yang tidak masuk tanpa keterangan. Apabila ada pekerjaan yang kurang maksimal saat penerapan WFH harus segara dibenahi. Misalnya, optimalisasi layanan kepada masyarakat.

Setiap kepala OPD bertanggung jawab untuk memastikan kinerja stafnya maksimal. ”Ini pemulihan menuju era kenormalan baru. Bagaimana aktivitas tetap berlangsung tapi tetap sehat,” terangnya. (jun)

Baca Juga :  Korban Gempa Terima Bantuan Material

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/