alexametrics
21.5 C
Madura
Sunday, July 3, 2022

Metode Dakwah Syekh Ali Jaber Menginspirasi Umat Muslim

KABAR wafatnya Syekh Ali Jaber pada Kamis pagi (14/1) membuat masyarakat Indonesia kehilangan. Doa dan ucapan bela sungkawa datang dari berbagai kalangan. Metode dakwah yang selama ini disampaikan menginspirasi umat muslim

Kabar duka ini, mengingatkan saya saat berkesempatan bertatap muka langsung dengan almarhum. Tepatnya, pada acara Tabligh Akbar bersama Syekh Ali Jaber, 17 Mei 2017. Acara itu diselenggarakan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Trunojoyo Kabinet Aksi 2017.

Pada kegiatan yang bertajuk “Bersama Al- Qur’an Raihlah Berkah dan Maghfiroh” itu, beliau mengajak jamaah yang merupakan mahasiswa hadir untuk cinta dan membaca Al-Qura’an. Kala itu, almarhum menegaskan, tidak sia-sia hidup seseorang apabila gemar membaca Al-Qura’an.

Baca Juga :  Pelanggaran Mayoritas Tidak Membawa STNK

Kitab suci bisa mencerahkan hidup setiap manusia. Bisa menjadi petunjuk bagi manusia untuk mencapai urusan dunia hingga akhirat. ”Urusan dunia sudah ada jawabanya dalam Al-Qura’an, begitu juga urusan akhirat ada jawabanya dalam Al-Qura’an,” ucapnya kala itu.

Selain itu, ulama asal Madinah itu juga mengingatkan jemaah agar tidak abai terhadap salat. Dikatakan, tidak harus menunggu merasa menjadi orang baik untuk menunaikan salat. Sebab, salat itu bisa menuntun manusia menjadi lebih baik.

Sekaligus dengan salat pula, sambung almarhum, seseorang akan dijauhkan dari kegelisahan dunia. ” Kunci rejeki, kunci keselamatan, kunci menghilangkan stres itu bisa dijawab dengan rajin salat,” ingat almarhum kepada jamaah tiga tahun silam.

Baca Juga :  Kepergok Main Judi di Gardu, Empat Warga Bangkalan Disergap Polisi

Usai acara, sebagian pengurus BEM KM UTM Kabinet Aksi 2017 berkesempatan ramah tamah langsung dengan Syekh Ali Jaber. Sikapnya yang arif  dan selalu mengedukasi umat terasa. Seolah-olah  memberi teladan. selamat jalan syekh, semoga husnul khatimah.

Sebagaimana diketahui, Syekh Ali Jaber dikabarkan wafat pada Kamis (14/1) sekitar pukul 08.30. Ulama kelahiran Madinah itu meninggal saat menjalani perawatan di RS Yarsi Jakarta. Saat wafat, dai berusia 44 tahun itu berstatus negatif Covid-19. (jun)

Wartawan Jawa Pos Radar Madura

KABAR wafatnya Syekh Ali Jaber pada Kamis pagi (14/1) membuat masyarakat Indonesia kehilangan. Doa dan ucapan bela sungkawa datang dari berbagai kalangan. Metode dakwah yang selama ini disampaikan menginspirasi umat muslim

Kabar duka ini, mengingatkan saya saat berkesempatan bertatap muka langsung dengan almarhum. Tepatnya, pada acara Tabligh Akbar bersama Syekh Ali Jaber, 17 Mei 2017. Acara itu diselenggarakan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Trunojoyo Kabinet Aksi 2017.

Pada kegiatan yang bertajuk “Bersama Al- Qur’an Raihlah Berkah dan Maghfiroh” itu, beliau mengajak jamaah yang merupakan mahasiswa hadir untuk cinta dan membaca Al-Qura’an. Kala itu, almarhum menegaskan, tidak sia-sia hidup seseorang apabila gemar membaca Al-Qura’an.

Baca Juga :  Busyro Ajak Warga Bersabar Hadapi Musibah


Kitab suci bisa mencerahkan hidup setiap manusia. Bisa menjadi petunjuk bagi manusia untuk mencapai urusan dunia hingga akhirat. ”Urusan dunia sudah ada jawabanya dalam Al-Qura’an, begitu juga urusan akhirat ada jawabanya dalam Al-Qura’an,” ucapnya kala itu.

Selain itu, ulama asal Madinah itu juga mengingatkan jemaah agar tidak abai terhadap salat. Dikatakan, tidak harus menunggu merasa menjadi orang baik untuk menunaikan salat. Sebab, salat itu bisa menuntun manusia menjadi lebih baik.

Sekaligus dengan salat pula, sambung almarhum, seseorang akan dijauhkan dari kegelisahan dunia. ” Kunci rejeki, kunci keselamatan, kunci menghilangkan stres itu bisa dijawab dengan rajin salat,” ingat almarhum kepada jamaah tiga tahun silam.

Baca Juga :  FISIP Unija dan IAPA Jatim Gelar Workshop

Usai acara, sebagian pengurus BEM KM UTM Kabinet Aksi 2017 berkesempatan ramah tamah langsung dengan Syekh Ali Jaber. Sikapnya yang arif  dan selalu mengedukasi umat terasa. Seolah-olah  memberi teladan. selamat jalan syekh, semoga husnul khatimah.

Sebagaimana diketahui, Syekh Ali Jaber dikabarkan wafat pada Kamis (14/1) sekitar pukul 08.30. Ulama kelahiran Madinah itu meninggal saat menjalani perawatan di RS Yarsi Jakarta. Saat wafat, dai berusia 44 tahun itu berstatus negatif Covid-19. (jun)

Wartawan Jawa Pos Radar Madura

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/