alexametrics
21 C
Madura
Sunday, May 22, 2022

Dispertapahorbun Sarankan Petani Gunakan Sistem Multikultur

SUMENEP – Saat ini sudah memasuki musim panen jagung. Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (Dispertapahorbun) Sumenep meminta para petani bersiap menanam kedelai. Untuk mempercepat masa panen, petani disarankan menggunakan sistem pola tanam multikultur.

Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Tanaman Pangan Dispertapahorbun Habe Hajat, Minggu (14/1). Menurut dia, menggunakan sistem pola tanam yang tepat dapat mempercepat masa panen. ”Kami tahun ini mengejar produksi yang lumayan tinggi. Sebab, pemerintah pusat menginginkan program swasembada pangan dimaksimalkan,” jelasnya.

Tahun ini dispertapahorbun memprediksi produksi jagung di kabupaten ujung timur Madura lebih dari 362 ton dengan luas tanam 145 ribu hektare. Untuk kedelai, pemerintah menargetkan produksi hingga 25 ribu ton dengan luas tanam 17,9 ribu hektare.

Baca Juga :  Heboh Tanah Percaton Keluar Gelembung

Habe memperkirakan, puncak panen jagung terjadi pada minggu keempat bulan ini. ”Percepatan panen itu bisa dilakukan dengan sistem multikultur. Puncak panen jagung di minggu keempat, minggu ketiga ini kedelai sudah bisa ditanam. Sehingga saat panen jagung, kedelai mulai tumbuh,” terangnya.

Masa panen jagung dan kedelai relatif sama. Keduanya membutuhkan waktu sekitar tiga bulan sejak masa tanam hingga panen. Dengan sistem pola tanam yang baik dan cuaca yang mendukung, kemungkinan petani di Sumenep dapat menanam tiga kali dalam setahun.

”Pola tanam tahunan yang biasa dipakai petani bermacam-macam. Ada yang padi-jagung-kedelai, ada padi-jagung-padi, ada padi-padi-padi, ada juga yang diselingi tembakau. Dengan pola tanam yang baik, kemungkinan petani dapat menanam tiga kali ditambah masa istirahat untuk tanah sehingga subur kembali,” pungkasnya.

Baca Juga :  Biaya Tagihan Lampu PJU Se-Sumenep Telan Belasan Miliar
- Advertisement -

SUMENEP – Saat ini sudah memasuki musim panen jagung. Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (Dispertapahorbun) Sumenep meminta para petani bersiap menanam kedelai. Untuk mempercepat masa panen, petani disarankan menggunakan sistem pola tanam multikultur.

Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Tanaman Pangan Dispertapahorbun Habe Hajat, Minggu (14/1). Menurut dia, menggunakan sistem pola tanam yang tepat dapat mempercepat masa panen. ”Kami tahun ini mengejar produksi yang lumayan tinggi. Sebab, pemerintah pusat menginginkan program swasembada pangan dimaksimalkan,” jelasnya.

Tahun ini dispertapahorbun memprediksi produksi jagung di kabupaten ujung timur Madura lebih dari 362 ton dengan luas tanam 145 ribu hektare. Untuk kedelai, pemerintah menargetkan produksi hingga 25 ribu ton dengan luas tanam 17,9 ribu hektare.

Baca Juga :  Sejumlah Parkir Liar Pasar Bangkal Sumenep Dibiarkan

Habe memperkirakan, puncak panen jagung terjadi pada minggu keempat bulan ini. ”Percepatan panen itu bisa dilakukan dengan sistem multikultur. Puncak panen jagung di minggu keempat, minggu ketiga ini kedelai sudah bisa ditanam. Sehingga saat panen jagung, kedelai mulai tumbuh,” terangnya.

Masa panen jagung dan kedelai relatif sama. Keduanya membutuhkan waktu sekitar tiga bulan sejak masa tanam hingga panen. Dengan sistem pola tanam yang baik dan cuaca yang mendukung, kemungkinan petani di Sumenep dapat menanam tiga kali dalam setahun.

”Pola tanam tahunan yang biasa dipakai petani bermacam-macam. Ada yang padi-jagung-kedelai, ada padi-jagung-padi, ada padi-padi-padi, ada juga yang diselingi tembakau. Dengan pola tanam yang baik, kemungkinan petani dapat menanam tiga kali ditambah masa istirahat untuk tanah sehingga subur kembali,” pungkasnya.

Baca Juga :  Dispertapahorbun Jadi Pilot Projek Program Kartu Tani
- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/