alexametrics
20.6 C
Madura
Wednesday, May 18, 2022

Uang Nasabah KSPP BMT NU Jatim Raib

SUMENEP – Uang ratusan juta milik nasabah Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan (KSPP) Syariah BMT Nuansa Umat (NU) Jatim raib. Diduga, uang milik nasabah tersebut dibawa lari oleh oknum kepala cabang (Kacab) koperasi terbesar di Jatim itu.

Informasi raibnya uang nasabah KSPP BMT NU Jatim diunggah di grup Facebook Info Jatim. Pada laman akun tersebut tertulis bahwa pada 2018 dan 2019 ada nasabah yang mentrasfer Rp 200 juta kepada Kacab BMT NU Dungkek sebanyak dua kali. Totalnya Rp 400 juta.

”Saya menyimpan uang ratusan juta di koperasi Madura BMT NU Dungkek, Sumenep, hilang,” kata pemilik akun Facebook Ftm Ftm lima hari lalu.

Setelah uang ratusan juta itu ditransfer, nasabah yang diketahui orang Jember itu mendapatkan kertas bermaterai Rp 6.000 lengkap dengan tanda tangan Kacab sebagai bukti simpanan. ”Tahun 2019–2021 aman-aman saja enggak ada masalah,” kata pemilik akun Ftm Ftm.

Lalu, pada 2021, nasabah BMT NU itu berencana tarik uang simpanan. Namun, dia kaget. Sebab, uang ratusan juta miliknya tidak ada. ”Kejadian ini dibawa ke kantor pusat. Yang bikin saya tambah kaget, jawaban direkturnya, uang saya dipakai secara pribadi oleh kepala cabangnya,” tulis nasabah melalui akun Facebook Ftm Ftm.

Baca Juga :  Rp 35 Miliar untuk Pembangunan Pasar Tradisional

Nasabah yang merasa ditipu itu bingung. Sebab, pihak BMT NU memecat eks Kacab, sedangkan uang ratusan juta miliknya tidak bisa kembali. ”Padahal, karyawan ini bekerja di bawah naungan BMT NU. Di sini saya nasabah menjadi korban kurangnya pengawasan keamanan uang di koperasi (BMT NU),” tulisnya lagi.

Nasabah tersebut menyebutkan bahwa dirinya dirugikan. Uang tidak bisa dicairkan oleh pihak koperasi, sementara tertuang jelas bukti simpanan. ”Terus bukti (kuitansi) ini untuk apa,” katanya dalam keterangan tertulis yang dikirim ke grup Facabook Info Jatim.

Menanggapi hal itu, Direktur Utama KSPP Syariah BMT NU Jatim Masyudi Kanzillah membenarkan kejadian tersebut. Dia menjelaskan, uang yang ditransfer nasabah bukan ke rekening BMT NU, melainkan ke rekening pribadi Kacab BMT NU atas dasar kepercayaan.

”Jadi, uang tersebut tidak pernah masuk ke sistem keuangan BMT NU. Uang itu dikirim ke norek pribadi eks Kacab BMT NU Dungkek,” katanya.

Menurut Masyudi, atas kejadian tersebut, pihaknya sudah memecat Kacab BMT NU Dungkek dengan tidak hormat. Selain itu, pihak BMT NU mengaku sudah berusaha untuk mempertemukan korban dengan mantan Kacab.

Baca Juga :  Klaim Produksi Ikan Capai 58 Ribu Ton

”Sudah berhasil dipertemukan dan tercapai kesepakatan bahwa oknum pengelola akan mengembalikan uangnya dalam jangka waktu maksimal 6 bulan sejak mediasi,” terangnya. ”Sebagai bentuk tanggung jawab, mediasinya itu sekitar Oktober,” sambungnya.

Kepada nasabah atau korban, pihaknya sudah menyampaikan bahwa uang tersebut tidak masuk ke rekening BMT NU. Tidak usah lebih satu hari, uang itu masuk satu menit saja ke rekening BMT NU, pihaknya pasti bertanggung jawab dengan cara mengganti.

”Yang terjadi, uang itu kan tidak masuk ke rekening BMT NU, tetapi ke rekening pribadi,” jelasnya.

Berkenaan dengan kuitansi yang distempel BMT NU, Masyudi mengaku itu dipalsukan oleh mantan Kacab BMT NU Dungkek. ”Kalau bicara kuitansi, BMT juga merasa sebagai korban karena pakai stempel BMT untuk kepentingan pribadi,” ucapnya.

Dia mengingatkan kepada nasabah BMT NU untuk tidak percaya kepada siapa pun. Termasuk, bagian marketing dan pengelola BMT NU di beberapa cabang. Jika memang ingin menabung, datang saja ke kantor cabang terdekat dengan meminta kuintasi. ”Kalau mau transfer, kirim ke norek BMT NU, bukan norek pribadi,” imbaunya. (daf/rus)

SUMENEP – Uang ratusan juta milik nasabah Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan (KSPP) Syariah BMT Nuansa Umat (NU) Jatim raib. Diduga, uang milik nasabah tersebut dibawa lari oleh oknum kepala cabang (Kacab) koperasi terbesar di Jatim itu.

Informasi raibnya uang nasabah KSPP BMT NU Jatim diunggah di grup Facebook Info Jatim. Pada laman akun tersebut tertulis bahwa pada 2018 dan 2019 ada nasabah yang mentrasfer Rp 200 juta kepada Kacab BMT NU Dungkek sebanyak dua kali. Totalnya Rp 400 juta.

”Saya menyimpan uang ratusan juta di koperasi Madura BMT NU Dungkek, Sumenep, hilang,” kata pemilik akun Facebook Ftm Ftm lima hari lalu.

Setelah uang ratusan juta itu ditransfer, nasabah yang diketahui orang Jember itu mendapatkan kertas bermaterai Rp 6.000 lengkap dengan tanda tangan Kacab sebagai bukti simpanan. ”Tahun 2019–2021 aman-aman saja enggak ada masalah,” kata pemilik akun Ftm Ftm.

Lalu, pada 2021, nasabah BMT NU itu berencana tarik uang simpanan. Namun, dia kaget. Sebab, uang ratusan juta miliknya tidak ada. ”Kejadian ini dibawa ke kantor pusat. Yang bikin saya tambah kaget, jawaban direkturnya, uang saya dipakai secara pribadi oleh kepala cabangnya,” tulis nasabah melalui akun Facebook Ftm Ftm.

Baca Juga :  Pakai Jaminan Kesehatan, Guru Ngaji di Sumenep Sukses Atasi Diabetes

Nasabah yang merasa ditipu itu bingung. Sebab, pihak BMT NU memecat eks Kacab, sedangkan uang ratusan juta miliknya tidak bisa kembali. ”Padahal, karyawan ini bekerja di bawah naungan BMT NU. Di sini saya nasabah menjadi korban kurangnya pengawasan keamanan uang di koperasi (BMT NU),” tulisnya lagi.

Nasabah tersebut menyebutkan bahwa dirinya dirugikan. Uang tidak bisa dicairkan oleh pihak koperasi, sementara tertuang jelas bukti simpanan. ”Terus bukti (kuitansi) ini untuk apa,” katanya dalam keterangan tertulis yang dikirim ke grup Facabook Info Jatim.

Menanggapi hal itu, Direktur Utama KSPP Syariah BMT NU Jatim Masyudi Kanzillah membenarkan kejadian tersebut. Dia menjelaskan, uang yang ditransfer nasabah bukan ke rekening BMT NU, melainkan ke rekening pribadi Kacab BMT NU atas dasar kepercayaan.

”Jadi, uang tersebut tidak pernah masuk ke sistem keuangan BMT NU. Uang itu dikirim ke norek pribadi eks Kacab BMT NU Dungkek,” katanya.

Menurut Masyudi, atas kejadian tersebut, pihaknya sudah memecat Kacab BMT NU Dungkek dengan tidak hormat. Selain itu, pihak BMT NU mengaku sudah berusaha untuk mempertemukan korban dengan mantan Kacab.

Baca Juga :  Klaim Produksi Ikan Capai 58 Ribu Ton

”Sudah berhasil dipertemukan dan tercapai kesepakatan bahwa oknum pengelola akan mengembalikan uangnya dalam jangka waktu maksimal 6 bulan sejak mediasi,” terangnya. ”Sebagai bentuk tanggung jawab, mediasinya itu sekitar Oktober,” sambungnya.

Kepada nasabah atau korban, pihaknya sudah menyampaikan bahwa uang tersebut tidak masuk ke rekening BMT NU. Tidak usah lebih satu hari, uang itu masuk satu menit saja ke rekening BMT NU, pihaknya pasti bertanggung jawab dengan cara mengganti.

”Yang terjadi, uang itu kan tidak masuk ke rekening BMT NU, tetapi ke rekening pribadi,” jelasnya.

Berkenaan dengan kuitansi yang distempel BMT NU, Masyudi mengaku itu dipalsukan oleh mantan Kacab BMT NU Dungkek. ”Kalau bicara kuitansi, BMT juga merasa sebagai korban karena pakai stempel BMT untuk kepentingan pribadi,” ucapnya.

Dia mengingatkan kepada nasabah BMT NU untuk tidak percaya kepada siapa pun. Termasuk, bagian marketing dan pengelola BMT NU di beberapa cabang. Jika memang ingin menabung, datang saja ke kantor cabang terdekat dengan meminta kuintasi. ”Kalau mau transfer, kirim ke norek BMT NU, bukan norek pribadi,” imbaunya. (daf/rus)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/