alexametrics
21.3 C
Madura
Saturday, October 1, 2022

Terlapor Pelaku Rudapaksa Kabur, Anggota Polres Sisir Hutan di Sekitar Rumah

SUMENEP, Jawa Pos Radar Madura – Terlapor dugaan rudapaksa Abdur Rafiq (AR), 30, warga Desa Badur, Kecamatan Batuputih, kabur. Pencarian yang dilakukan anggota Polres Sumenep belum membuahkan hasil.

Sebagaimana diberitakan, kasus dugaan rudapaksa terjadi pada Jumat (5/8). Saat itu, Kembang (nama samaran) menghadiri acara pengajian yang tidak jauh dari rumahnya. Kemudian, orang tuanya pulang.

AR sempat menawarkan diri untuk mengantarkan Kembang. Tapi, ditolak karena orang tuanya berjanji akan menjemputnya. Namun, AR terus memaksa. Tak lama kemudian, orang tuanya datang dan Kembang ikut pulang.

Sebelum sampai di rumahnya, keduanya berhenti. Sebab, sepeda motor yang dikendarainya akan dititipkan di rumah saudara ayahnya. Sebab, jalan menuju rumah  kecil dan sulit dilalui kendaraan. Karena dekat, Kembang berangkat pulang lebih dulu.

Baca Juga :  Istri Siri Ngaku Hamil

Selesai menitipkan sepeda motor, orang tua Kembang pulang menyusul. Namun, di tengah perjalanan menemukan peristiwa memilukan. AR melakukan hal-hal yang tidak senonoh kepada Kembang. Pelaku sempat dikejar, tapi berhasil kabur.

Paman korban, ASY, mengatakan, keluarga sangat kecewa. Pasalnya, penanganan kasus tersebut sangat lamban. Padahal, laporan masuk ke Polres Sumenep sehari pasca kejadian, yakni Sabtu (6/8).

Hingga sembilan hari, terlapor belum ditangkap. Bahkan, AR dikabarkan kabur. ”Kami keluarga menilai tidak ada tindakan yang serius. Perkembangannya juga tidak diinformasikan kepada kami,” terang AY, Sabtu (13/8).

Keluarga, kata ASY, berharap, Polres Sumenep bertindak secara tegas dan tidak pandang bulu kepada pelaku kriminal. Apalagi, menyangkut martabat seseorang. ”Seharusnya, begitu laporan dari korban dan saksi masuk, langsung ditangkap,” ucapnya.

Baca Juga :  Dititipi Anak Malah Dicabuli

Sementara itu, Kasihumas Polres Sumenep AKP Widiarti membenarkan, bahwa pelaku kabur. Anehnya, dia justru menyalahkan pemberitaan yang beredar. Terutama media online, yang menurutnya gampang viral dan mudah di-share.

”Belum (belum tertangkap). Ini efek pemberitaan. Saya sudah bilang jangan dulu diberitakan tapi masih terus,” kata Widi dikonfirmasi melalui sambungan telepon kemarin (13/8).

Menurut Widi, hingga kini petugas terus melakukan pencarian terhadap pelaku. Yakni, dengan melakukan penyisiran di daerah-daerah yang ditumbuhi semak belukar di kawasan tersebut.

Dia menegaskan, Polres Sumenep akan tetap menindaklanjuti kasus ini sampai tuntas. ”Kemungkinan kaburnya belum jauh. Di sana kan lokasinya kayak hutan, kayak gua bekas galian,” tambahnya. (di/han)

SUMENEP, Jawa Pos Radar Madura – Terlapor dugaan rudapaksa Abdur Rafiq (AR), 30, warga Desa Badur, Kecamatan Batuputih, kabur. Pencarian yang dilakukan anggota Polres Sumenep belum membuahkan hasil.

Sebagaimana diberitakan, kasus dugaan rudapaksa terjadi pada Jumat (5/8). Saat itu, Kembang (nama samaran) menghadiri acara pengajian yang tidak jauh dari rumahnya. Kemudian, orang tuanya pulang.

AR sempat menawarkan diri untuk mengantarkan Kembang. Tapi, ditolak karena orang tuanya berjanji akan menjemputnya. Namun, AR terus memaksa. Tak lama kemudian, orang tuanya datang dan Kembang ikut pulang.


Sebelum sampai di rumahnya, keduanya berhenti. Sebab, sepeda motor yang dikendarainya akan dititipkan di rumah saudara ayahnya. Sebab, jalan menuju rumah  kecil dan sulit dilalui kendaraan. Karena dekat, Kembang berangkat pulang lebih dulu.

Baca Juga :  Keluar Rumah, Warga Pulau Poteran Tewas Tertembak

Selesai menitipkan sepeda motor, orang tua Kembang pulang menyusul. Namun, di tengah perjalanan menemukan peristiwa memilukan. AR melakukan hal-hal yang tidak senonoh kepada Kembang. Pelaku sempat dikejar, tapi berhasil kabur.

Paman korban, ASY, mengatakan, keluarga sangat kecewa. Pasalnya, penanganan kasus tersebut sangat lamban. Padahal, laporan masuk ke Polres Sumenep sehari pasca kejadian, yakni Sabtu (6/8).

Hingga sembilan hari, terlapor belum ditangkap. Bahkan, AR dikabarkan kabur. ”Kami keluarga menilai tidak ada tindakan yang serius. Perkembangannya juga tidak diinformasikan kepada kami,” terang AY, Sabtu (13/8).

- Advertisement -

Keluarga, kata ASY, berharap, Polres Sumenep bertindak secara tegas dan tidak pandang bulu kepada pelaku kriminal. Apalagi, menyangkut martabat seseorang. ”Seharusnya, begitu laporan dari korban dan saksi masuk, langsung ditangkap,” ucapnya.

Baca Juga :  Bersolek agar Semakin Indah

Sementara itu, Kasihumas Polres Sumenep AKP Widiarti membenarkan, bahwa pelaku kabur. Anehnya, dia justru menyalahkan pemberitaan yang beredar. Terutama media online, yang menurutnya gampang viral dan mudah di-share.

”Belum (belum tertangkap). Ini efek pemberitaan. Saya sudah bilang jangan dulu diberitakan tapi masih terus,” kata Widi dikonfirmasi melalui sambungan telepon kemarin (13/8).

Menurut Widi, hingga kini petugas terus melakukan pencarian terhadap pelaku. Yakni, dengan melakukan penyisiran di daerah-daerah yang ditumbuhi semak belukar di kawasan tersebut.

Dia menegaskan, Polres Sumenep akan tetap menindaklanjuti kasus ini sampai tuntas. ”Kemungkinan kaburnya belum jauh. Di sana kan lokasinya kayak hutan, kayak gua bekas galian,” tambahnya. (di/han)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

Lima Raperda Siap Dibahas

/