alexametrics
22.3 C
Madura
Sunday, May 22, 2022

Lestarikan Budaya Madura, Disdik Gelar Lomba Permainan Tradisional

SUMENEP – Untuk melestarikan budaya Madura yang mulai terkikis perkembangan jaman, Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep menggelar lomba permainan  tradisional. Lomba itu diikuti utusan pelajar dan pendidik lembaga pendidikan di Sumenep.

Lomba permainan tradisional itu antara lain lomba Leker, Salodur, Tenjak, dan Rapkerraban. Lomba yang diikuti pendidik dan pelajar itu digelar sejak Kamis lalu (11/4). Sementara penyerahan piala, dilakukan di sela-sela even Car Free Day (CFD), Minggu pagi (14/4).

Plt Kepala Disdik Sumenep Mohammad Saidi mengatakan, saat ini jaman sudah canggih. “Budaya Madura juga mulai terkikis oleh perkembangan jaman yang serba digital. Karena itu, kami mengadakan lomba untuk melestarikan budaya Madura,” ujarnya.

Baca Juga :  SMAN 1 Batuan Sukses Gelar Comeback 2018

Dijelaskan, lomba permainan tradisional itu akan rutin digelar setiap tahun. Sehingga, pendidik dan pelajar di Kota Keris tidak asing dengan permainan tradisional Madura. “Insya Allah, setiap tahun pasti digelar oleh disdik,” janjinya. (Ubay Shabaro)

- Advertisement -

SUMENEP – Untuk melestarikan budaya Madura yang mulai terkikis perkembangan jaman, Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep menggelar lomba permainan  tradisional. Lomba itu diikuti utusan pelajar dan pendidik lembaga pendidikan di Sumenep.

Lomba permainan tradisional itu antara lain lomba Leker, Salodur, Tenjak, dan Rapkerraban. Lomba yang diikuti pendidik dan pelajar itu digelar sejak Kamis lalu (11/4). Sementara penyerahan piala, dilakukan di sela-sela even Car Free Day (CFD), Minggu pagi (14/4).

Plt Kepala Disdik Sumenep Mohammad Saidi mengatakan, saat ini jaman sudah canggih. “Budaya Madura juga mulai terkikis oleh perkembangan jaman yang serba digital. Karena itu, kami mengadakan lomba untuk melestarikan budaya Madura,” ujarnya.

Baca Juga :  SMAN 1 Batuan Sukses Gelar Comeback 2018


Dijelaskan, lomba permainan tradisional itu akan rutin digelar setiap tahun. Sehingga, pendidik dan pelajar di Kota Keris tidak asing dengan permainan tradisional Madura. “Insya Allah, setiap tahun pasti digelar oleh disdik,” janjinya. (Ubay Shabaro)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/