alexametrics
21.5 C
Madura
Wednesday, May 18, 2022

Jelang Pemilu, Bupati Sumenep Busyro Karim Ingatkan ASN Netral

SUMENEP – Jelang pemilu serentak, Bupati A Busyro Karim mengingatkan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Sumenep bersikap netral. Bupati juga mengajak seluruh masyarakat tidak golput.

Menurut bupati, netralitas ASN bersifat mutlak untuk membangun negara bermartabat. “ASN tidak boleh condong pada satu calon. ASN harus memilih sesuai hati nuraninya demi suksesnya pemilu,” ungkapnya.

Bupati menginginkan ASN di Sumenep lebih cerdas pada momen pesta demokrasi. “Jangan sampai dikomando oleh pusat. Jadilah abdi negara bukan abdi segelintir orang,” ingat suami Nur Fitriyana itu.

Bupati mengajak masyarakat menjaga kondusifitas Sumenep jelang pemilu serentak. “Kita harus datang ke TPS dengan hati bahagia. Kita datang ke TPS kan bukan untuk perang. Kita memilih dengan hati gembira,” ujarnya.

Baca Juga :  Polres Tingkatkan Kepatuhan Berlalu Lintas

Bupati menambahkan, demokrasi merupakan kedaulatan dari rakyat. Demokrasi itu alat bukan produk. Demokrasi itu sistem bukan agama. Demokrasi adalah ritual bukan spritual.

“Demokrasi itu jalan bukan tujuan. Jika bisa diterapkan, maka masyarakat Sumenep akan tenang,” pungkasnya. (Ubay Shabaro)

SUMENEP – Jelang pemilu serentak, Bupati A Busyro Karim mengingatkan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Sumenep bersikap netral. Bupati juga mengajak seluruh masyarakat tidak golput.

Menurut bupati, netralitas ASN bersifat mutlak untuk membangun negara bermartabat. “ASN tidak boleh condong pada satu calon. ASN harus memilih sesuai hati nuraninya demi suksesnya pemilu,” ungkapnya.

Bupati menginginkan ASN di Sumenep lebih cerdas pada momen pesta demokrasi. “Jangan sampai dikomando oleh pusat. Jadilah abdi negara bukan abdi segelintir orang,” ingat suami Nur Fitriyana itu.

Bupati mengajak masyarakat menjaga kondusifitas Sumenep jelang pemilu serentak. “Kita harus datang ke TPS dengan hati bahagia. Kita datang ke TPS kan bukan untuk perang. Kita memilih dengan hati gembira,” ujarnya.

Baca Juga :  Kualitas Jalan Kontras, Indikasi Pembangunan Tak Merata

Bupati menambahkan, demokrasi merupakan kedaulatan dari rakyat. Demokrasi itu alat bukan produk. Demokrasi itu sistem bukan agama. Demokrasi adalah ritual bukan spritual.

“Demokrasi itu jalan bukan tujuan. Jika bisa diterapkan, maka masyarakat Sumenep akan tenang,” pungkasnya. (Ubay Shabaro)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/