alexametrics
22.3 C
Madura
Tuesday, May 24, 2022

Pelantikan Kades Terpilih dan PAW Empat Desa

SUMENEP, Jawa Pos Radar Madura – Prosesi pelantikan kepala desa pengganti antarwaktu (PAW) diputuskan bersamaan dengan hasil pilkades serentak atau kepala desa (Kades) terpilih, yakni pada 16 Desember mendatang. Sehingga, pelantikan tidak hanya diikuti 84 desa, melainkan total 88 desa.

Kepala DPMD Sumenep Moh. Ramli mengutarakan, sesuai jadwal yang disepakati dengan unsur pimpinan dan stakeholder yang lain, kegiatan pelantikan untuk Kades PAW. Itu diikutsertakan dengan 84 desa hasil pilkades 25 November kemarin. Dengan demikian, yang akan dilantik oleh Bupati Achmad Fauzi sebanyak 88 desa.

”Yang PAW 4 orang dan kades terpilih 84 orang, itu serentak pada 16 Desember mendatang,” kata dia kemarin (12/12).

Baca Juga :  Sisa Empat Desa Belum Cairkan BLT DD

Menurut Ramli, empat desa PAW itu di antaranya Desa Prenduan, Kecamatan Pragaan; Desa Rosong, Kecamatan Nonggunong; Desa Kasengan, Kecamatan Manding; dan Desa Kapedi, Kecamatan Bluto. Namun, untuk Desa Kapedi itu harus menunggu dulu. Sebab, 14 Desember nanti baru pelaksanaan pilkades PAW.

”Jika memungkinkan, satu desa ini juga akan diikutkan ke 16 Desember (pelantikan),” ujarnya.

Mantan kepala Dinsos Sumenep itu mengatakan, dari hasil rapat terakhir, prosesi pelantikan digelar dua sesi. Ketika dilaksanakan dua sesi, maksimal yang boleh masuk lima orang. Perinciannya, dua orang dari Kades beserta istri atau suami. Kemudian, dua orang lainnya, dari unsur BPD dan panitia. Serta, satu orang dari Pj Kades tersebut.

Baca Juga :  Tiga Orang Terpilih Jadi Penerjemah Bahasa Madura

”Untuk yang BPD dan panitia itu ketuanya masing-masing,” jelasnya.

Pada rapat awal memang direncanakan satu sesi. Manakala satu sesi, otomatis hanya dua orang yang boleh masuk ke acara pelantikan. Yakni, Kades terpilih dengan suami atau istri. ”Lebih dari itu tidak boleh. Tapi, keputusan finalnya dua sesi,” ucapnya.

Kemudian, pihaknya menegaskan bahwa masing-masing desa hanya boleh bawa satu kendaraan. Menurut dia, teknisnya yakni berkumpul di kecamatan, terus diantar petugas dari kecamatan. Begitu pun saat pulang dari pelantikan. ”Hal itu dilakukan agar tidak terjadi euforia berlebihan,” tandasnya.

SUMENEP, Jawa Pos Radar Madura – Prosesi pelantikan kepala desa pengganti antarwaktu (PAW) diputuskan bersamaan dengan hasil pilkades serentak atau kepala desa (Kades) terpilih, yakni pada 16 Desember mendatang. Sehingga, pelantikan tidak hanya diikuti 84 desa, melainkan total 88 desa.

Kepala DPMD Sumenep Moh. Ramli mengutarakan, sesuai jadwal yang disepakati dengan unsur pimpinan dan stakeholder yang lain, kegiatan pelantikan untuk Kades PAW. Itu diikutsertakan dengan 84 desa hasil pilkades 25 November kemarin. Dengan demikian, yang akan dilantik oleh Bupati Achmad Fauzi sebanyak 88 desa.

”Yang PAW 4 orang dan kades terpilih 84 orang, itu serentak pada 16 Desember mendatang,” kata dia kemarin (12/12).

Baca Juga :  Puluhan Ribu Penduduk Belum Melakukan Perekaman

Menurut Ramli, empat desa PAW itu di antaranya Desa Prenduan, Kecamatan Pragaan; Desa Rosong, Kecamatan Nonggunong; Desa Kasengan, Kecamatan Manding; dan Desa Kapedi, Kecamatan Bluto. Namun, untuk Desa Kapedi itu harus menunggu dulu. Sebab, 14 Desember nanti baru pelaksanaan pilkades PAW.

”Jika memungkinkan, satu desa ini juga akan diikutkan ke 16 Desember (pelantikan),” ujarnya.

Mantan kepala Dinsos Sumenep itu mengatakan, dari hasil rapat terakhir, prosesi pelantikan digelar dua sesi. Ketika dilaksanakan dua sesi, maksimal yang boleh masuk lima orang. Perinciannya, dua orang dari Kades beserta istri atau suami. Kemudian, dua orang lainnya, dari unsur BPD dan panitia. Serta, satu orang dari Pj Kades tersebut.

Baca Juga :  Diduga Bocor, Operasi Gabungan Minim Temuan

”Untuk yang BPD dan panitia itu ketuanya masing-masing,” jelasnya.

Pada rapat awal memang direncanakan satu sesi. Manakala satu sesi, otomatis hanya dua orang yang boleh masuk ke acara pelantikan. Yakni, Kades terpilih dengan suami atau istri. ”Lebih dari itu tidak boleh. Tapi, keputusan finalnya dua sesi,” ucapnya.

Kemudian, pihaknya menegaskan bahwa masing-masing desa hanya boleh bawa satu kendaraan. Menurut dia, teknisnya yakni berkumpul di kecamatan, terus diantar petugas dari kecamatan. Begitu pun saat pulang dari pelantikan. ”Hal itu dilakukan agar tidak terjadi euforia berlebihan,” tandasnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/