alexametrics
21 C
Madura
Wednesday, May 18, 2022

Semarakkan Sumenep Heritage Culinary Festival

SUMENEP – Sumenep Heritage Culinary Festival (Sheculfest) resmi dibuka kemarin (12/10). Event yang digelar dalam rangka Visit Sumenep 2019 dan rangkaian peringatan Hari Jadi Ke-750 Kabupaten Sumenep ini menghadirkan guest star Junior Rorimpandey atau akrab dengan sapaan Chef Juna, juri Master Chef Indonesia.

Staf Ahli Menteri Bidang Multikultural Kementerian Pariwisata Guntur Sakti hadir pada kegiatan tersebut. Bupati se-Madura, forkopimda, pejabat di lingkungan Pemkab Sumenep, dan pihak-pihak terkait lainnya juga diundang.

Staf Ahli Menteri Bidang Multikultural Kementerian Pariwisata Guntur Sakti mengepresiasi festival kuliner tersebut. Menurut dia, Pemkab Sumenep memiliki cara yang baik untuk membangun reputasi dan mengangkat nama daerah melalui serangkaian event yang masuk dalam kalender Visit Sumenep.

”Bagus. Sheculfest ini kontennya sangat kuat karena mengangkat brand lokal yakni Kaldu Kokot,” paparnya.

Dia berharap Pemkab Sumenep terus mempertahankan dan meningkatkan upaya pelestarian budaya lokal. Menurut dia, pelestarian budaya akan mendatangkan kesejahteraan bagi masyarakat. ”Pertahankan terus agar nantinya event ini bisa masuk dalam daftar top calender of event national,” tutupnya.

Baca Juga :  Hujan Sebentar, Perkotaan Tergenang

Sementara itu, Chef Juna mengajak masyarakat Madura, khususnya di Sumenep, untuk datang dan memeriahkan festival kuliner di Kota Keris. Dia juga mengajak masyarakat menjadi saksi pemecahan rekor dunia.

Menurut Chef Juna, Madura memiliki ragam kuliner khas yang patut dilestarikan. Selama di Sumenep, pria yang kerap menghiasi layar kaca televisi itu mencoba sejumlah kuliner khas Pulau Garam. ”Enak, ada gule dan sate. Saya suka,” ungkapnya.

Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (Dispertahortbun) Sumenep Arif Firmanto menyampaikan, acara penutupan akan dilaksanakan hari ini (13/10) di lapangan Kesenian Gotong Royong Sumenep. Event tersebut terdiri dari tiga kegiatan. Selain Sheculfest, juga digelar Festival Dalang Remaja dan promosi wisata.

Sheculfest bertujuan mengangkat warisan budaya kuliner Sumenep, yaitu kaldu kokot. Selain itu, menyampaikan pesan edukasi kepada masyarakat agar mengurangi penggunaan plastik, larangan penggunaan bungkus makanan dari sterofoam, dan ajakan penggunaan paper bag sebagai pengganti dari kantong plastik.

Penggunaan stan kuliner etnik juga menjadi tampilan berbeda pada festival kali ini. Sheculfest terdiri dari lima sub kegiatan. Salah satunya bazar kuliner sebanyak 68 stan. Terdiri dari 56 stan bazar kuliner etnik dan 12 stan produk unggulan. Kemudian, pemecahan rekor dunia dari Lembaga Prestasi Rekor Indonesia Dunia (Leprid) untuk penyajian kaldu kokot khas Sumenep sebanyak 750 porsi.

Baca Juga :  Pengerjaan Rumah Sakit Arjasa Harus Dipercepat

Pemecahan rekor tersebut diprakarsai Bupati Sumenep A. Busyro Karim dan diinisiatori Ketua TP PKK Sumenep Nurfitriana Busyro Karim. Kegiatan lainnya dalam Sheculfest yakni lomba memasak beregu dan lomba mewarnai. Pada festival ini juga digelar workshop kuliner yang akan diisi Master Chef Indonesia Chef Juna dan Chef Profesional Chef Budi.

Pada event ini juga dilaksanakan vlog competition dan lomba lampion unik. Rangkaian kegiatan dimulai dari Sabtu (12/10) hingga hari ini. ”Kami mengajak kepada seluruh masyarakat untuk menghadiri dan menyemarakkan festival ini. Kami akan menampilkan kuliner-kuliner di Madura dan warisan kuliner khas Sumenep yakni kaldu kokot,” harapnya. 

SUMENEP – Sumenep Heritage Culinary Festival (Sheculfest) resmi dibuka kemarin (12/10). Event yang digelar dalam rangka Visit Sumenep 2019 dan rangkaian peringatan Hari Jadi Ke-750 Kabupaten Sumenep ini menghadirkan guest star Junior Rorimpandey atau akrab dengan sapaan Chef Juna, juri Master Chef Indonesia.

Staf Ahli Menteri Bidang Multikultural Kementerian Pariwisata Guntur Sakti hadir pada kegiatan tersebut. Bupati se-Madura, forkopimda, pejabat di lingkungan Pemkab Sumenep, dan pihak-pihak terkait lainnya juga diundang.

Staf Ahli Menteri Bidang Multikultural Kementerian Pariwisata Guntur Sakti mengepresiasi festival kuliner tersebut. Menurut dia, Pemkab Sumenep memiliki cara yang baik untuk membangun reputasi dan mengangkat nama daerah melalui serangkaian event yang masuk dalam kalender Visit Sumenep.

”Bagus. Sheculfest ini kontennya sangat kuat karena mengangkat brand lokal yakni Kaldu Kokot,” paparnya.

Dia berharap Pemkab Sumenep terus mempertahankan dan meningkatkan upaya pelestarian budaya lokal. Menurut dia, pelestarian budaya akan mendatangkan kesejahteraan bagi masyarakat. ”Pertahankan terus agar nantinya event ini bisa masuk dalam daftar top calender of event national,” tutupnya.

Baca Juga :  Berkelahi gara-gara Tempat Gembala Kambing

Sementara itu, Chef Juna mengajak masyarakat Madura, khususnya di Sumenep, untuk datang dan memeriahkan festival kuliner di Kota Keris. Dia juga mengajak masyarakat menjadi saksi pemecahan rekor dunia.

Menurut Chef Juna, Madura memiliki ragam kuliner khas yang patut dilestarikan. Selama di Sumenep, pria yang kerap menghiasi layar kaca televisi itu mencoba sejumlah kuliner khas Pulau Garam. ”Enak, ada gule dan sate. Saya suka,” ungkapnya.

Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (Dispertahortbun) Sumenep Arif Firmanto menyampaikan, acara penutupan akan dilaksanakan hari ini (13/10) di lapangan Kesenian Gotong Royong Sumenep. Event tersebut terdiri dari tiga kegiatan. Selain Sheculfest, juga digelar Festival Dalang Remaja dan promosi wisata.

Sheculfest bertujuan mengangkat warisan budaya kuliner Sumenep, yaitu kaldu kokot. Selain itu, menyampaikan pesan edukasi kepada masyarakat agar mengurangi penggunaan plastik, larangan penggunaan bungkus makanan dari sterofoam, dan ajakan penggunaan paper bag sebagai pengganti dari kantong plastik.

Penggunaan stan kuliner etnik juga menjadi tampilan berbeda pada festival kali ini. Sheculfest terdiri dari lima sub kegiatan. Salah satunya bazar kuliner sebanyak 68 stan. Terdiri dari 56 stan bazar kuliner etnik dan 12 stan produk unggulan. Kemudian, pemecahan rekor dunia dari Lembaga Prestasi Rekor Indonesia Dunia (Leprid) untuk penyajian kaldu kokot khas Sumenep sebanyak 750 porsi.

Baca Juga :  BMKG Pastikan Tidak Ada Gempa Susulan

Pemecahan rekor tersebut diprakarsai Bupati Sumenep A. Busyro Karim dan diinisiatori Ketua TP PKK Sumenep Nurfitriana Busyro Karim. Kegiatan lainnya dalam Sheculfest yakni lomba memasak beregu dan lomba mewarnai. Pada festival ini juga digelar workshop kuliner yang akan diisi Master Chef Indonesia Chef Juna dan Chef Profesional Chef Budi.

Pada event ini juga dilaksanakan vlog competition dan lomba lampion unik. Rangkaian kegiatan dimulai dari Sabtu (12/10) hingga hari ini. ”Kami mengajak kepada seluruh masyarakat untuk menghadiri dan menyemarakkan festival ini. Kami akan menampilkan kuliner-kuliner di Madura dan warisan kuliner khas Sumenep yakni kaldu kokot,” harapnya. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/