alexametrics
22.8 C
Madura
Saturday, May 21, 2022

Nelayan Mengeluh Perairan Kepulauan Minim Pengawasan

SUMENEP – Minimnya pengawasan di daerah perairan kepulauan Kabupaten Sumenep dikeluhkan nelayan. Pasalnya, banyak nelayan luar daerah menangkap ikan di perairan kepulauan Sumenep.

Nelayan asal Kepulauan Sapeken Muslimin mengungkapkan, selama ini banyak pencari ikan dari Kalimantan yang menangkap ikan di peraian Sapeken. Akibatnya, tangkapan nelayan setempat semakin berkurang beberapa hari terakhir.

”Sudah dua minggu ini tangkapan nelayan berkurang. Itu karena banyak nelayan luar yang masuk,” tuturnya kemarin (12/9).

Alat tangkap yang digunakan nelayan asal kalimantan di atas standar nelayan Kepulauan Sapeken. Yaitu, menggunakan purse seine. Tidak heran jika nelayan Kepulauan Sapeken dirugikan banyaknya nelayan luar daerah itu.

”Yang terganggu itu nelayan asal Sapeken karena wilayah kerja mereka di sana,” beber Muslimin.

Menurut dia, secara prosedur penangkapan ikan oleh nelayan Kalimantan menyalahi ketentuan. Dalam penangkapan ikan, nelayan tidak boleh berlayar hingga lintas provinsi. Kecuali, sudah ada izin dari dinas perikanan provinsi setempat.

Baca Juga :  Serapan APBD Rendah, Dewan Meradang

”Harusnya, mereka (nelayan Kalimantan) memiliki izin menangkap ikan antarprovinsi dulu,” kata Muslimin.

Dia berharap, Polisi Air Dan Udara (Polairud) Polres Sumenep tidak tutup mata terhadap kondisi yang dihadapi nelayan Kepulauan Sapeken. Dia meminta polairud aktif mengawasi perairan di kepulauan Sumenep, khususnya Sapeken.

”Harapan kami, polair aktif melakukan pengawasan dan pemeriksaan dokumen nalayan luar daerah,” pintanya.

Jika kondisi itu dibiarkan, lanjut Muslimin, bukan tidak mungkin nelayan asal Kepulauan Sapeken akan bertindak sendiri. Karena selain meresahkan, pendapatannya kian turun drastis. ”Kalau dibiarkan, kami mau makan apa,” ujarnya.

Di tempat terpisah, Kasatpolairud Polres Sumenep AKP Ludwi Yursa Punomo mengaku tidak tahu atas banyaknya nelayan luar daerah yang masuk kepulauan di Kota Keris. Dia tidak memungkiri minimnya pengawasan selama ini. ”Sampai saat ini, saya sendiri belum mendengar,” dalihnya.

Baca Juga :  Bantuan Dana Hibah Pemprov Jatim 2020 Berpotensi Sisakan Masalah

Ludwi mengaku, pengawasan yang dilakukan di perairan Kabupaten Sumenep belum maksimal. Dia berdalih, sarpras belum memadai. Sementara perairan di Kota Keris luas karena terdiri atas ratusan pulau.

”Sarana utama yang kami miliki hanya speedboat, jangkauan juga tidak ke sana (Sapeken), apalagi cuaca dan gelombang ari lautnya tinggi,” kata Ludwi.

Pihaknya berjanji akan berkoordinasi dengan Polairud Polda Jawa Timur (Jatim) supaya ada pengawasan langsung. Apalagi kaitannya sudah lintas provinsi. ”Nanti kami sampaikan dulu ke polairud polda kalau memang ada informasi itu,” janjinya. (jup)

- Advertisement -

SUMENEP – Minimnya pengawasan di daerah perairan kepulauan Kabupaten Sumenep dikeluhkan nelayan. Pasalnya, banyak nelayan luar daerah menangkap ikan di perairan kepulauan Sumenep.

Nelayan asal Kepulauan Sapeken Muslimin mengungkapkan, selama ini banyak pencari ikan dari Kalimantan yang menangkap ikan di peraian Sapeken. Akibatnya, tangkapan nelayan setempat semakin berkurang beberapa hari terakhir.

”Sudah dua minggu ini tangkapan nelayan berkurang. Itu karena banyak nelayan luar yang masuk,” tuturnya kemarin (12/9).


Alat tangkap yang digunakan nelayan asal kalimantan di atas standar nelayan Kepulauan Sapeken. Yaitu, menggunakan purse seine. Tidak heran jika nelayan Kepulauan Sapeken dirugikan banyaknya nelayan luar daerah itu.

”Yang terganggu itu nelayan asal Sapeken karena wilayah kerja mereka di sana,” beber Muslimin.

Menurut dia, secara prosedur penangkapan ikan oleh nelayan Kalimantan menyalahi ketentuan. Dalam penangkapan ikan, nelayan tidak boleh berlayar hingga lintas provinsi. Kecuali, sudah ada izin dari dinas perikanan provinsi setempat.

Baca Juga :  Puting Beliung Rusak Belasan Rumah

”Harusnya, mereka (nelayan Kalimantan) memiliki izin menangkap ikan antarprovinsi dulu,” kata Muslimin.

Dia berharap, Polisi Air Dan Udara (Polairud) Polres Sumenep tidak tutup mata terhadap kondisi yang dihadapi nelayan Kepulauan Sapeken. Dia meminta polairud aktif mengawasi perairan di kepulauan Sumenep, khususnya Sapeken.

”Harapan kami, polair aktif melakukan pengawasan dan pemeriksaan dokumen nalayan luar daerah,” pintanya.

Jika kondisi itu dibiarkan, lanjut Muslimin, bukan tidak mungkin nelayan asal Kepulauan Sapeken akan bertindak sendiri. Karena selain meresahkan, pendapatannya kian turun drastis. ”Kalau dibiarkan, kami mau makan apa,” ujarnya.

Di tempat terpisah, Kasatpolairud Polres Sumenep AKP Ludwi Yursa Punomo mengaku tidak tahu atas banyaknya nelayan luar daerah yang masuk kepulauan di Kota Keris. Dia tidak memungkiri minimnya pengawasan selama ini. ”Sampai saat ini, saya sendiri belum mendengar,” dalihnya.

Baca Juga :  Belasan Hektare Lahan Bakau Rusak Parah

Ludwi mengaku, pengawasan yang dilakukan di perairan Kabupaten Sumenep belum maksimal. Dia berdalih, sarpras belum memadai. Sementara perairan di Kota Keris luas karena terdiri atas ratusan pulau.

”Sarana utama yang kami miliki hanya speedboat, jangkauan juga tidak ke sana (Sapeken), apalagi cuaca dan gelombang ari lautnya tinggi,” kata Ludwi.

Pihaknya berjanji akan berkoordinasi dengan Polairud Polda Jawa Timur (Jatim) supaya ada pengawasan langsung. Apalagi kaitannya sudah lintas provinsi. ”Nanti kami sampaikan dulu ke polairud polda kalau memang ada informasi itu,” janjinya. (jup)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/