alexametrics
22.8 C
Madura
Saturday, May 21, 2022

Stok Oksigen Menipis

SUMENEP, Jawa Pos Radar Madura – Ketersediaan stok oksigen di Kabupaten Sumenep semakin menipis. Kondisi tersebut diketahui saat pihak Dinas Perindustrian dan Pedagangan (Disperindag) Sumenep melakukan survei ke beberapa penyedia oksigen kemarin (12/7). Dalam melaksanakan survei tersebut, pihak disperindag melibatkan petugas polres.

            Dari hasil survei, stok oksigen yang tersedia hanya 218 meter kubik. Menurut Kabid Perdagangan Disperindag Sumenep Ardiansyah Ali Sochibi, jumlah tersebut sangat minim. Hal itu didasarkan pada peningkatan pasien di beberapa fasilitas kesehatan (faskes) seperti puskesmas.

          Meski jumlah oksigen semakin menipis, pria yang biasa disapa Ardi itu memastikan untuk sementara masih bisa dikategorikan aman. ”Kalau masih ada stok, berarti aman. Cuma dengan ketersediaan stok oksigen sebanyak 218 meter kubik, itu minim,” papar Ardi usai menggelar survei kemarin.

          Ardi menjelaskan, tabung berukuran 6 meter kubik hanya bertahan lebih kurang 6 jam. Artinya, 1 meter kubik oksigen hanya bertahan 1 jam. Dengan demikian, stok oksigen 218 meter kubik tersebut hanya bertahan 218 jam atau setara dengan 9 hari jika digunakan oleh satu orang.

Baca Juga :  Pembangunan Pelabuhan Dungkek-Gili Iyang 2020

          ”Semisal beberapa minggu ke depan pasien membeludak, jelas kebutuhan oksigen tambah meningkat,” ungkapnya dengan penuh rasa khawatir.

Ardi mengaku, pihaknya akan terus memantau ketersediaan oksigen di Kabupaten Sumenep. Tujuannya, demi kemudahan masyarakat yang membutuhkan. ”Apalagi, sekarang banyak faskes yang full pasien. Oksigen ini digunakan puskesmas-puskesmas dan faskes lainnya,” ucap Ardi.

          Ditanya langkah-langkah yang akan dilakukan Disperindag Sumenep untuk menjamin ketersediaan oksigen, Ardi berjanji segera berkoordinasi dengan Disperindag Jawa Timur. Harapannya, pihak Disperindag Jatim bisa berkomunikasi dengan pihak distributor oksigen di Jawa Timur. ”Kalau sampai nol stoknya, kami harus segera melaporkan,” terangnya.

          Survei yang digelar Disperindag dan Polres Sumenep kemarin tidak hanya mendata ketersediaan oksigen, tetai juga mengecek harga oksigen di lapangan. Hasilnya, terjadi kenaikan meskipun tidak terlalu signifikan. ”Ada kenaikan, namun masih sebatas wajar,” katanya.

Baca Juga :  Perawatan Pasca Operasi Hernia

Ardi menyebutkan, harga isi ulang oksigen di pasaran untuk tabung 1 meter kubik Rp 90 ribu. Kemudian, tabung kapasitas 2 meter kubik Rp 95 ribu. Sementara khusus tabung 6 meter kubik mencapai Rp 133 ribu. ”Harganya masih terbilang normal,” sebutnya.

Pernyataan aman dari pihak disperindag dibantah oleh anggota Komisi II DPRD Sumenep Masdawi. Menurut Masdawi, siapa pun tidak bisa memprediksi peningkatan pasien di puskesmas-puskemas yang ada di Sumenep. Kerena itu, Masdawi meminta disperindag segera melaksanakan langkah yang direncanakan untuk berkoordinasi dengan pihak Diperindag Jawa Timur.

”Stok oksigen 218 meter kubik itu relatif belum aman. Karena itu, Disperindag Sumenep harus segera berkoordinasi dengan Disperindag Jatim,” tandas Masdawi. (daf/fei)

 

- Advertisement -

SUMENEP, Jawa Pos Radar Madura – Ketersediaan stok oksigen di Kabupaten Sumenep semakin menipis. Kondisi tersebut diketahui saat pihak Dinas Perindustrian dan Pedagangan (Disperindag) Sumenep melakukan survei ke beberapa penyedia oksigen kemarin (12/7). Dalam melaksanakan survei tersebut, pihak disperindag melibatkan petugas polres.

            Dari hasil survei, stok oksigen yang tersedia hanya 218 meter kubik. Menurut Kabid Perdagangan Disperindag Sumenep Ardiansyah Ali Sochibi, jumlah tersebut sangat minim. Hal itu didasarkan pada peningkatan pasien di beberapa fasilitas kesehatan (faskes) seperti puskesmas.

          Meski jumlah oksigen semakin menipis, pria yang biasa disapa Ardi itu memastikan untuk sementara masih bisa dikategorikan aman. ”Kalau masih ada stok, berarti aman. Cuma dengan ketersediaan stok oksigen sebanyak 218 meter kubik, itu minim,” papar Ardi usai menggelar survei kemarin.


          Ardi menjelaskan, tabung berukuran 6 meter kubik hanya bertahan lebih kurang 6 jam. Artinya, 1 meter kubik oksigen hanya bertahan 1 jam. Dengan demikian, stok oksigen 218 meter kubik tersebut hanya bertahan 218 jam atau setara dengan 9 hari jika digunakan oleh satu orang.

Baca Juga :  Apel dan Paripurna Gunakan Bahasa Madura

          ”Semisal beberapa minggu ke depan pasien membeludak, jelas kebutuhan oksigen tambah meningkat,” ungkapnya dengan penuh rasa khawatir.

Ardi mengaku, pihaknya akan terus memantau ketersediaan oksigen di Kabupaten Sumenep. Tujuannya, demi kemudahan masyarakat yang membutuhkan. ”Apalagi, sekarang banyak faskes yang full pasien. Oksigen ini digunakan puskesmas-puskesmas dan faskes lainnya,” ucap Ardi.

          Ditanya langkah-langkah yang akan dilakukan Disperindag Sumenep untuk menjamin ketersediaan oksigen, Ardi berjanji segera berkoordinasi dengan Disperindag Jawa Timur. Harapannya, pihak Disperindag Jatim bisa berkomunikasi dengan pihak distributor oksigen di Jawa Timur. ”Kalau sampai nol stoknya, kami harus segera melaporkan,” terangnya.

          Survei yang digelar Disperindag dan Polres Sumenep kemarin tidak hanya mendata ketersediaan oksigen, tetai juga mengecek harga oksigen di lapangan. Hasilnya, terjadi kenaikan meskipun tidak terlalu signifikan. ”Ada kenaikan, namun masih sebatas wajar,” katanya.

Baca Juga :  Apresiasi 1.000 Hari Kepemimpinan, JPRM Gelar CFD, Begini Kata Bupati

Ardi menyebutkan, harga isi ulang oksigen di pasaran untuk tabung 1 meter kubik Rp 90 ribu. Kemudian, tabung kapasitas 2 meter kubik Rp 95 ribu. Sementara khusus tabung 6 meter kubik mencapai Rp 133 ribu. ”Harganya masih terbilang normal,” sebutnya.

Pernyataan aman dari pihak disperindag dibantah oleh anggota Komisi II DPRD Sumenep Masdawi. Menurut Masdawi, siapa pun tidak bisa memprediksi peningkatan pasien di puskesmas-puskemas yang ada di Sumenep. Kerena itu, Masdawi meminta disperindag segera melaksanakan langkah yang direncanakan untuk berkoordinasi dengan pihak Diperindag Jawa Timur.

”Stok oksigen 218 meter kubik itu relatif belum aman. Karena itu, Disperindag Sumenep harus segera berkoordinasi dengan Disperindag Jatim,” tandas Masdawi. (daf/fei)

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/