alexametrics
28.7 C
Madura
Thursday, May 19, 2022

Belanjakan Sesuai Kebutuhan

Pemerintah daerah menggeser sejumlah anggaran dalam APBD 2020 untuk penanganan Covid-19. Langkah tersebut menyusul Instruksi Presiden 4/2020 tentang Refocusing Kegiatan, Realokasi Anggaran, serta Pengadaan Barang dan Jasa dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19.

PEMKAB Sumenep menyiapkan Rp 95.864.930.000 untuk penanganan Covid-19. Anggaran tersebut meliputi bidang kesehatan, penanganan dampak ekonomi, jaring pengaman sosial (JPS), dan lain-lain. Bidang kesehatan ditujukan untuk belanja seperti alat pelindung diri (APD) lengkap, penyediaan kamar isolasi, dan alat rapid test.

Penanganan dampak ekonomi di antaranya pemberian modal usaha bagi UMKM terdampak. Program JPS antara lain berupa bantuan langsung tunai (BLT), bantuan sembako, dan pasar murah. Sedangkan anggaran lain-lain disiapkan untuk biaya pengamanan, penyediaan bilik sterilisasi, penyemprotan disinfektan, dan sebagainya.

Sekkab Sumenep Edy Rasiyadi menyampaikan, anggaran puluhan miliar itu bersumber dari belanja tidak terduga (BTT). Sebagai juga menggeser anggaran program kerja pemerintah daerah. Dengan demikian, sejumlah program kerja dipastikan tidak terlaksana sesuai dengan jadwal.

Baca Juga :  Ruang Isolasi RSUD Tak Mampu Menampung

Penggeseran anggaran program kerja itu tidak berarti membatalkan program yang sudah dicanangkan tahun ini. Sebab, semua yang tertuang dalam APBD 2020 menjadi program prioritas. Bahkan, beberapa di antaranya merupakan program unggulan kabupaten.

”Salah satu contoh program unggulan yaitu Visit 2020. Penggeseran program ditujukan untuk kegiatan yang tidak memungkinkan dilaksanakan dalam situasi seperti ini,” ungkapnya.

Anggaran yang digeser akan diupayakan kembali diajukan pada perubahan anggaran keuangan (PAK) agar terlaksana dengan maksimal. Pihaknya belum memerinci penggunaan anggaran secara keseluruhan. Sebab, pembelanjaan tidak bisa diprediksi. Tetapi, menyesuaikan dengan kebutuhan. Pagu anggaran penanganan Covid-19 bisa saja bertambah jika pandemi virus korona berkepanjangan.

Pandemi Covid-19 berdampak pada banyak sektor. Mulai kesehatan, pendidikan, perekonomian, pariwisata, hingga bidang lainnya.

Baca Juga :  Peringati HUT REI, SIJA Coffee Siap Sambut Fun Bike Goes to Marengan

Sumenep yang terdiri atas daratan dan kepulauan menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah. Terutama dalam memastikan kesejahteraan masyarakat di tengah wabah ini. Pemerintah daerah mengadakan program pasar murah bagi masyarakat untuk mengatasi dampak ekonomi.

Sasaran penerima adalah keluarga kurang mampu berdasarkan basis data terpadu (BDT). Tiap kecamatan disiapkan 500 paket sembako. Total anggaran yang dikucurkan pada April lalu Rp 750 juta. ”Kami sudah minta kecamatan melakukan pendataan penerima,” jelas mantan kepala dinas PU bina marga itu.

Pelaksanaan pasar murah dipusatkan di kantor kecamatan agar masyarakat lebih mudah mengakses. Pihaknya juga menggandeng pemerintah desa (pemdes) dalam penyaluran dan memastikan tepat sasaran. Program tersebut akan terus digelar selama masa pendemi Covid-19.

- Advertisement -

Pemerintah daerah menggeser sejumlah anggaran dalam APBD 2020 untuk penanganan Covid-19. Langkah tersebut menyusul Instruksi Presiden 4/2020 tentang Refocusing Kegiatan, Realokasi Anggaran, serta Pengadaan Barang dan Jasa dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19.

PEMKAB Sumenep menyiapkan Rp 95.864.930.000 untuk penanganan Covid-19. Anggaran tersebut meliputi bidang kesehatan, penanganan dampak ekonomi, jaring pengaman sosial (JPS), dan lain-lain. Bidang kesehatan ditujukan untuk belanja seperti alat pelindung diri (APD) lengkap, penyediaan kamar isolasi, dan alat rapid test.

Penanganan dampak ekonomi di antaranya pemberian modal usaha bagi UMKM terdampak. Program JPS antara lain berupa bantuan langsung tunai (BLT), bantuan sembako, dan pasar murah. Sedangkan anggaran lain-lain disiapkan untuk biaya pengamanan, penyediaan bilik sterilisasi, penyemprotan disinfektan, dan sebagainya.


Sekkab Sumenep Edy Rasiyadi menyampaikan, anggaran puluhan miliar itu bersumber dari belanja tidak terduga (BTT). Sebagai juga menggeser anggaran program kerja pemerintah daerah. Dengan demikian, sejumlah program kerja dipastikan tidak terlaksana sesuai dengan jadwal.

Baca Juga :  Pengelolaan Retribusi Pasar Anom Sumenep Amburadul

Penggeseran anggaran program kerja itu tidak berarti membatalkan program yang sudah dicanangkan tahun ini. Sebab, semua yang tertuang dalam APBD 2020 menjadi program prioritas. Bahkan, beberapa di antaranya merupakan program unggulan kabupaten.

”Salah satu contoh program unggulan yaitu Visit 2020. Penggeseran program ditujukan untuk kegiatan yang tidak memungkinkan dilaksanakan dalam situasi seperti ini,” ungkapnya.

Anggaran yang digeser akan diupayakan kembali diajukan pada perubahan anggaran keuangan (PAK) agar terlaksana dengan maksimal. Pihaknya belum memerinci penggunaan anggaran secara keseluruhan. Sebab, pembelanjaan tidak bisa diprediksi. Tetapi, menyesuaikan dengan kebutuhan. Pagu anggaran penanganan Covid-19 bisa saja bertambah jika pandemi virus korona berkepanjangan.

Pandemi Covid-19 berdampak pada banyak sektor. Mulai kesehatan, pendidikan, perekonomian, pariwisata, hingga bidang lainnya.

Baca Juga :  Moeldoko Apresiasi Peran Ulama

Sumenep yang terdiri atas daratan dan kepulauan menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah. Terutama dalam memastikan kesejahteraan masyarakat di tengah wabah ini. Pemerintah daerah mengadakan program pasar murah bagi masyarakat untuk mengatasi dampak ekonomi.

Sasaran penerima adalah keluarga kurang mampu berdasarkan basis data terpadu (BDT). Tiap kecamatan disiapkan 500 paket sembako. Total anggaran yang dikucurkan pada April lalu Rp 750 juta. ”Kami sudah minta kecamatan melakukan pendataan penerima,” jelas mantan kepala dinas PU bina marga itu.

Pelaksanaan pasar murah dipusatkan di kantor kecamatan agar masyarakat lebih mudah mengakses. Pihaknya juga menggandeng pemerintah desa (pemdes) dalam penyaluran dan memastikan tepat sasaran. Program tersebut akan terus digelar selama masa pendemi Covid-19.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/