alexametrics
21.3 C
Madura
Sunday, June 26, 2022

Pemprov Beri Bantuan Pemkab Sumenep Rp 60 Miliar

SUMENEP – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) memberikan bantuan keuangan kepada Pemkab Sumenep Rp 60 miliar. Dana tersebut diberikan secara simbolis oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa kepada Bupati Sumenep A. Busyro Karim di Pelabuhan Dungkek, Sumenep, Sabtu (11/5).

Bantuan keuangan provinsi kepada daerah ini untuk pengembangan pelabuhan di Kecamatan Dungkek. Bantuan tersebut diperuntukkan bagi pengembangan Pelabuhan Dungkek dan Gili Iyang. Tujuannya, meningkatkan akses penyeberangan ke objek wisata Pulau Oksigen.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa berharap pengembangan dua pelabuhan itu bisa segera dilaksanakan. Dengan begitu, masyarakat bisa segera merasakan program dari pemerintah tersebut. Penyerahan bantuan sudah direncanakan sejak Maret 2019.

Namun ditunda, hal itu menindaklanjuti surat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) agar bantuan keuangan yang berhubungan dengan hibah dan bantuan sosial dilaksanakan setelah Pemilu 2019. Khofifah mengatakan, Pulau Gili Iyang merupakan salah satu daerah istimewa di Jatim, bahkan di Indonesia.

Baca Juga :  Dermaga Giliyang dan Dungkek Digerojok Rp 60 Miliar

”Maka dari itu, pemerintah mengucurkan dana hingga mencapai Rp 60 miliar. Karena Pulau Gili Iyang memiliki kandungan oksigen terbaik di Indonesia,” kata mantan Menteri Sosial itu.

Kandungan oksigen di pulau yang masuk Kecamatan Dungkek itu termasuk tertinggi ke-2 di dunia setelah Yordania. Dia berharap, pembangunan infrastruktur di Pelabuhan Dungkek dan Pelabuhan Gili Iyang dilakukan secara bertahap. Tujuannya, memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Bupati Sumenep A. Busyro Karim menilai, keberadaan dermaga dan pelabuhan yang representatif bukan sebatas keinginan, melainkan kebutuhan masyarakat. Dia mengatakan, Sumenep memiliki lima pelabuhan di kepulauan yang perlu dikembangkan agar menjadi pelabuhan representatif. Yakni di Pulau Masalembu, Raas, Kangean, Sapudi, dan Sapeken.

Baca Juga :  Tujuh Desa Masih Masuk Kawasan Kumuh

Lima pelabuhan tersebut termasuk besar. Banyak kapal yang bersandar di lima dermaga itu. Maka dari itu, pengembangan pelabuhan perlu dilakukan untuk memudahkan kapal bersandar.

Dia berharap, selain memberikan bantuan untuk pengembangan Pelabuhan Dungkek dan Gili Iyang, Pemprov Jatim juga bisa membantu keuangan bagi pengembangan lima pelabuhan lain di kepulauan. ”Karena ini kebutuhan masyarakat yang tersebar di kecamatan kepulauan,” kata bupati dua periode itu.

Pada kesempatan itu, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa meletakkan batu pertama di Pelabuhan Dungkek. Selain Bupati Sumenep A. Busyro Karim, gubernur didampingi Kepala Dinas Perhubungan Jawa Timur Fattah Jasin dan Wakil Bupati Sumenep Achmad Fauzi.

SUMENEP – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) memberikan bantuan keuangan kepada Pemkab Sumenep Rp 60 miliar. Dana tersebut diberikan secara simbolis oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa kepada Bupati Sumenep A. Busyro Karim di Pelabuhan Dungkek, Sumenep, Sabtu (11/5).

Bantuan keuangan provinsi kepada daerah ini untuk pengembangan pelabuhan di Kecamatan Dungkek. Bantuan tersebut diperuntukkan bagi pengembangan Pelabuhan Dungkek dan Gili Iyang. Tujuannya, meningkatkan akses penyeberangan ke objek wisata Pulau Oksigen.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa berharap pengembangan dua pelabuhan itu bisa segera dilaksanakan. Dengan begitu, masyarakat bisa segera merasakan program dari pemerintah tersebut. Penyerahan bantuan sudah direncanakan sejak Maret 2019.


Namun ditunda, hal itu menindaklanjuti surat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) agar bantuan keuangan yang berhubungan dengan hibah dan bantuan sosial dilaksanakan setelah Pemilu 2019. Khofifah mengatakan, Pulau Gili Iyang merupakan salah satu daerah istimewa di Jatim, bahkan di Indonesia.

Baca Juga :  Cipta Menu B2SA Daun Maronggi

”Maka dari itu, pemerintah mengucurkan dana hingga mencapai Rp 60 miliar. Karena Pulau Gili Iyang memiliki kandungan oksigen terbaik di Indonesia,” kata mantan Menteri Sosial itu.

Kandungan oksigen di pulau yang masuk Kecamatan Dungkek itu termasuk tertinggi ke-2 di dunia setelah Yordania. Dia berharap, pembangunan infrastruktur di Pelabuhan Dungkek dan Pelabuhan Gili Iyang dilakukan secara bertahap. Tujuannya, memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Bupati Sumenep A. Busyro Karim menilai, keberadaan dermaga dan pelabuhan yang representatif bukan sebatas keinginan, melainkan kebutuhan masyarakat. Dia mengatakan, Sumenep memiliki lima pelabuhan di kepulauan yang perlu dikembangkan agar menjadi pelabuhan representatif. Yakni di Pulau Masalembu, Raas, Kangean, Sapudi, dan Sapeken.

Baca Juga :  Ribuan Aset Pemkab Rawan Sengketa

Lima pelabuhan tersebut termasuk besar. Banyak kapal yang bersandar di lima dermaga itu. Maka dari itu, pengembangan pelabuhan perlu dilakukan untuk memudahkan kapal bersandar.

Dia berharap, selain memberikan bantuan untuk pengembangan Pelabuhan Dungkek dan Gili Iyang, Pemprov Jatim juga bisa membantu keuangan bagi pengembangan lima pelabuhan lain di kepulauan. ”Karena ini kebutuhan masyarakat yang tersebar di kecamatan kepulauan,” kata bupati dua periode itu.

Pada kesempatan itu, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa meletakkan batu pertama di Pelabuhan Dungkek. Selain Bupati Sumenep A. Busyro Karim, gubernur didampingi Kepala Dinas Perhubungan Jawa Timur Fattah Jasin dan Wakil Bupati Sumenep Achmad Fauzi.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/