alexametrics
21.9 C
Madura
Saturday, May 21, 2022

Sejumlah Sekolah UNBK Offline

SUMENEP – Sejumlah SMA/SMK di kepulauan belum bisa menyelenggarakan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) online. Salah satu kendalanya karena sinyal. Hal itu disampaikan Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Timur (Jatim) Wilayah Sumenep Sugiono Eksantoso.

Menurut dia, satu-satunya daerah di Jatim yang menyelenggarakan UNBK offline hanya di Sumenep. Di Kecamatan Masalembu ada empat lembaga yang menggelar UNBK offline. ”Di Kangean juga ada. Terkendala sinyal,” ungkapnya kemarin (12/3).

Diterangkan, kondisi tersebut menjadi kendala bagi penyelenggara UNBK. Bagaimana tidak, setelah digelar secara offline, hasil ujian siswa harus dibawa dari kepulauan ke Kota Sumenep untuk dikirim ke pangkalan data.

Baca Juga :  Kiai Nawawi Abdul Jalil Restui Fauzi

Pada 2019 ditargetkan semua sekolah sudah bisa menggelar UNBK online. Namun, tidak sesuai ekspektasi. Pihaknya mengaku sudah mengajukan proposal pengadaan sarana prasarana (sarpras) untuk sekolah kepulauan. Tapi, tidak ada tanggapan.

”Januari lalu kami ajukan. Untuk pembelian alat yang bisa langsung terhubung ke satelit. Sekitar Rp 140 juta alatnya. Bisa digunakan satu kecamatan,” kata Sugiono.

Pada dasarnya, 100 persen lembaga pendidikan SMA/SMK di Sumenep sudah menggelar UNBK. Hanya, tidak semuanya online. Dia berharap pemerintah provinsi (pemprov) bisa peduli pada kondisi tersebut. Yakni, memberikan bantuan sarpras yang diajukan.

”Masak tidak ada kepedulian untuk anak-anak. Kami harap ada perhatian. Bisa menyubsidi untuk sarpras. Agar semua mendapat pendidikan yang layak,” harapnya.

Baca Juga :  Tidak Ada PPDB Gelombang Kedua

Di Kabupaten Sumenep terdapat 293 lembaga SMA/SMK/MA, baik negeri dan swasta. Berdasarkan data yang ada di Cabang Disdik Jatim Wilayah Sumenep, untuk UNBK tahun ini masih ada sejumlah sekolah yang menggabung ke sekolah lain.

Dari ratusan sekolah tersebut, hanya 257 lembaga yang menyelenggarakan UNBK mandiri. Sedangkan 36 lembaga menggabung. Total peserta UNBK SMA/SMK/MA di Sumenep 2019 sebanyak 12.078 siswa (selengkapnya lihat grafis).

- Advertisement -

SUMENEP – Sejumlah SMA/SMK di kepulauan belum bisa menyelenggarakan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) online. Salah satu kendalanya karena sinyal. Hal itu disampaikan Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Timur (Jatim) Wilayah Sumenep Sugiono Eksantoso.

Menurut dia, satu-satunya daerah di Jatim yang menyelenggarakan UNBK offline hanya di Sumenep. Di Kecamatan Masalembu ada empat lembaga yang menggelar UNBK offline. ”Di Kangean juga ada. Terkendala sinyal,” ungkapnya kemarin (12/3).

Diterangkan, kondisi tersebut menjadi kendala bagi penyelenggara UNBK. Bagaimana tidak, setelah digelar secara offline, hasil ujian siswa harus dibawa dari kepulauan ke Kota Sumenep untuk dikirim ke pangkalan data.

Baca Juga :  Kesadaran Nelayan Urus Asuransi Minim

Pada 2019 ditargetkan semua sekolah sudah bisa menggelar UNBK online. Namun, tidak sesuai ekspektasi. Pihaknya mengaku sudah mengajukan proposal pengadaan sarana prasarana (sarpras) untuk sekolah kepulauan. Tapi, tidak ada tanggapan.

”Januari lalu kami ajukan. Untuk pembelian alat yang bisa langsung terhubung ke satelit. Sekitar Rp 140 juta alatnya. Bisa digunakan satu kecamatan,” kata Sugiono.

Pada dasarnya, 100 persen lembaga pendidikan SMA/SMK di Sumenep sudah menggelar UNBK. Hanya, tidak semuanya online. Dia berharap pemerintah provinsi (pemprov) bisa peduli pada kondisi tersebut. Yakni, memberikan bantuan sarpras yang diajukan.

”Masak tidak ada kepedulian untuk anak-anak. Kami harap ada perhatian. Bisa menyubsidi untuk sarpras. Agar semua mendapat pendidikan yang layak,” harapnya.

Baca Juga :  Perayaan Tellasan Topa’ Digelar sejak Abad Ke-15

Di Kabupaten Sumenep terdapat 293 lembaga SMA/SMK/MA, baik negeri dan swasta. Berdasarkan data yang ada di Cabang Disdik Jatim Wilayah Sumenep, untuk UNBK tahun ini masih ada sejumlah sekolah yang menggabung ke sekolah lain.

Dari ratusan sekolah tersebut, hanya 257 lembaga yang menyelenggarakan UNBK mandiri. Sedangkan 36 lembaga menggabung. Total peserta UNBK SMA/SMK/MA di Sumenep 2019 sebanyak 12.078 siswa (selengkapnya lihat grafis).

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/