alexametrics
20.7 C
Madura
Saturday, June 25, 2022

Pemkab Sumenep Suguhi TGB Toleransi Beragama

SUMENEP – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Muhammad Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) melanjutkan perjalanan ke Sumenep. Kedatangannya untuk bersilaturahmi dengan ulama dan pimpinan pemerintah di Bumi Sumekar.

Kegiatan itu dihadiri ulama dan anggota forum komunikasi pimpinan daerah (forkopimda). Bupati A. Busyro Karim mengucapkan selamat datang kepada tamu kehormatan tersebut. Menurut dia, silaturahmi antara gubernur NTB dengan Pemkab Sumenep sudah terjalin sejak lama.

”Saya dulu sudah pernah berkunjung ke kediaman TGB di NTB. Bahkan beliau mengundang saya untuk menjadi tamunya. Itu merupakan kehormatan bagi saya,” ucapnya.

Menurut Busyro, kekaguman terhadap TGB bukan hanya dari jabatan yang diemban sebagai gubernur. TGB adalah satu-satunya gubernur yang dia tahu hafal Alquran. ”Ini suatu yang luar biasa bagi saya,” kata dia.

Baca Juga :  13 Desa Belum Setor SPj DD/ADD 2018

Selain itu, bupati sempat menjelaskan mengenai toleransi antarumat beragama di Sumenep. Sumenep merupakan salah satu daerah di Indonesia yang menjunjung tinggi toleransi antarumat beragama. ”Bahkan di Sumenep ini ada satu desa yang memiliki tiga tempat ibadah dari tiga agama berbeda dan letaknya bersebelahan. Yang lebih menyejukkan hati adalah masyarakatnya hidup berdampingan dengan damai,” papar mantan ketua DPRD Sumenep itu.

Busyro berharap silaturahmi yang sudah terjalin ini terus terjaga. Dia meminta TGB bersedia menyampaikan tausiyah untuk seluruh hadirin. Dalam ceramahnya, TGB menyampaikan terima kasih kepada bupati Sumenep atas sambutan hangat yang dia rasakan.

Dia juga bercerita mengenai pemimpin yang amanah dan pemerintahan yang baik. Menurut TGB, suatu daerah tidak akan pernah makmur selama pemerintahnya belum benar. Dia mengungkapkan, bangunan yang kokoh, tata nilainya juga kokoh. Dalam kehidupan, suatu daerah yang maju berawal dari pemerintah yang juga berpikir maju.

Baca Juga :  Sahwi, Sosok di Balik Penghargaan Adipura Sumenep

”Daerah yang subur, baik dan berkah, pasti juga berawal dari pemerintah yang baik dan berdasar pada hukum yang baik dan menjunjung nilai-nilai luhur,” terangnya.

Dalam kesempatan tersebut, dia menjelaskan bahwa maksud silaturahminya semata untuk mencari rida Allah. Dia juga ingin saling menimba ilmu dengan para ulama dan umara di Sumenep. Dia berdoa, semoga Sumenep menjadi salah satu daerah yang dikategorikan sebagai daerah yang baldatun tayyibatun warabbun ghafur.

SUMENEP – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Muhammad Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) melanjutkan perjalanan ke Sumenep. Kedatangannya untuk bersilaturahmi dengan ulama dan pimpinan pemerintah di Bumi Sumekar.

Kegiatan itu dihadiri ulama dan anggota forum komunikasi pimpinan daerah (forkopimda). Bupati A. Busyro Karim mengucapkan selamat datang kepada tamu kehormatan tersebut. Menurut dia, silaturahmi antara gubernur NTB dengan Pemkab Sumenep sudah terjalin sejak lama.

”Saya dulu sudah pernah berkunjung ke kediaman TGB di NTB. Bahkan beliau mengundang saya untuk menjadi tamunya. Itu merupakan kehormatan bagi saya,” ucapnya.


Menurut Busyro, kekaguman terhadap TGB bukan hanya dari jabatan yang diemban sebagai gubernur. TGB adalah satu-satunya gubernur yang dia tahu hafal Alquran. ”Ini suatu yang luar biasa bagi saya,” kata dia.

Baca Juga :  Gelar Bimtek Menuju 100 Smart City

Selain itu, bupati sempat menjelaskan mengenai toleransi antarumat beragama di Sumenep. Sumenep merupakan salah satu daerah di Indonesia yang menjunjung tinggi toleransi antarumat beragama. ”Bahkan di Sumenep ini ada satu desa yang memiliki tiga tempat ibadah dari tiga agama berbeda dan letaknya bersebelahan. Yang lebih menyejukkan hati adalah masyarakatnya hidup berdampingan dengan damai,” papar mantan ketua DPRD Sumenep itu.

Busyro berharap silaturahmi yang sudah terjalin ini terus terjaga. Dia meminta TGB bersedia menyampaikan tausiyah untuk seluruh hadirin. Dalam ceramahnya, TGB menyampaikan terima kasih kepada bupati Sumenep atas sambutan hangat yang dia rasakan.

Dia juga bercerita mengenai pemimpin yang amanah dan pemerintahan yang baik. Menurut TGB, suatu daerah tidak akan pernah makmur selama pemerintahnya belum benar. Dia mengungkapkan, bangunan yang kokoh, tata nilainya juga kokoh. Dalam kehidupan, suatu daerah yang maju berawal dari pemerintah yang juga berpikir maju.

Baca Juga :  Direktur BPRS Maksimalkan Tabungan dan Deposito

”Daerah yang subur, baik dan berkah, pasti juga berawal dari pemerintah yang baik dan berdasar pada hukum yang baik dan menjunjung nilai-nilai luhur,” terangnya.

Dalam kesempatan tersebut, dia menjelaskan bahwa maksud silaturahminya semata untuk mencari rida Allah. Dia juga ingin saling menimba ilmu dengan para ulama dan umara di Sumenep. Dia berdoa, semoga Sumenep menjadi salah satu daerah yang dikategorikan sebagai daerah yang baldatun tayyibatun warabbun ghafur.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/