alexametrics
19.5 C
Madura
Tuesday, August 9, 2022

Bandara Masalembu Tunggu Masterplan

SUMENEP – Rencana Pemkab Sumenep untuk membangun bandara udara (bandara) di Pulau Masalembu bukan isapan jempol. Tahun ini dianggarkan miliar rupiah untuk pembangunan menara. Namun pembangunan masih menunggu masterplan yang kini dibuat Dishub Jawa Timur.

Kabid Sarana dan Prasarana (Sarpras) Dishub Sumenep Agus Sutiono mengutarakan, dishub memang menganggarkan untuk rencana pembangunan bandara di Pulau Masalembu. Hanya, belum bisa direalisasikan karena masterplan belum turun. ”Anggaran detailnya saya lupa. Sebab, lihat RKA di kantor. Tapi, dianggarkan di APBD,” kata dia kepada Jawa Pos Radar Madura kemarin (12/1).

Menurut Agus, masterplan yang dibuat Dishub Jatim itu dikirim ke pemerintah pusat. Namun, sampai sekarang sepertinya belum selesai. Sebab, Dishub Sumenep juga belum menerima. ”Intinya rencana pembangunan bandara Pulau Masalembu bergantung pada masterplan. Kalau turun, bisa dilaksanakan tahun ini. Kalau tidak, ya nunggu dulu,” ujarnya.

Baca Juga :  DD-ADD Tak Cair, Program Terhambat, Gaji Tersendat

Pada prinsipnya, Pemkab Sumenep sangat mendukung pembangunan Masalembu. Sebab, misalnya tidak terlaksana tahun ini bisa dianggarkan kembali tahun mendatang. ”Tapi tahun ini kami harap bisa terlaksana,” ucapnya.

Anggota Komisi III DPRD Sumenep Darul Hasyim Fath memafhumi jika tidak terlaksana tahun ini. Sebab, masterplan itu menjadi otoritas Dishub Jawa Timur. Hanya, Pemkab Sumenep harus serius dalam mendorong percepatan pembangunan bandara Pulau Masalembu.

”Dulu ketika APBD hendak disepakati, upaya pemkab membangun rencana bandara Pulau Masalembu sudah sampai tahap apa, saya tanya ke Dishub Sumenep,” kata Darul menceritakan.

Jawaban Dishub Sumenep, kata pria asal Masalebu itu, sudah memfasilitasi fasilitas survei lokasi yang dilakukan Dishub Jatim. Terdapat tiga lokasi yang disurvei. Di antaranya, lahan bekas Elnusa dan lahan milik warga setempat. ”Saya yakin untuk lahan milik warga, warga tidak akan mempersulit. Sepanjang komitmen pemkab tidak harapan palsu,” ucapnya.

Baca Juga :  Dirawat Petugas Puskesmas, Berikut Identitas 12 Nelayan asal Lamongan

Politikus PDI Perjuangan itu memaklumi jika harus menunggu lama. Pembangunan itu butuh duit banyak. Untuk rencana pembangunan bandara Pulau Masalembu itu ditaksir menelan anggaran Rp 50 miliar dari APBN. Sementara dari APBD hanya Rp 1,2 miliar. ”APBD hanya membangun menara dan menandai wilayah yang akan dijadikan titik lokasi bandara,” paparnya.

Darul menambahkan, Pemkab Sumenep harus menunjukkan komitmen pada pemerintah pusat bahwa kabupaten paling timur di Madura ini layak dibangun bandara. ”Memang lahan sejauh ini masih opsional. Tapi Pemkab Sumenep harus siap dengan segala keadaan. Karena bisa jadi masterplan itu turun dalam waktu dekat atau bulan depan,” pungkasnya. 

SUMENEP – Rencana Pemkab Sumenep untuk membangun bandara udara (bandara) di Pulau Masalembu bukan isapan jempol. Tahun ini dianggarkan miliar rupiah untuk pembangunan menara. Namun pembangunan masih menunggu masterplan yang kini dibuat Dishub Jawa Timur.

Kabid Sarana dan Prasarana (Sarpras) Dishub Sumenep Agus Sutiono mengutarakan, dishub memang menganggarkan untuk rencana pembangunan bandara di Pulau Masalembu. Hanya, belum bisa direalisasikan karena masterplan belum turun. ”Anggaran detailnya saya lupa. Sebab, lihat RKA di kantor. Tapi, dianggarkan di APBD,” kata dia kepada Jawa Pos Radar Madura kemarin (12/1).

Menurut Agus, masterplan yang dibuat Dishub Jatim itu dikirim ke pemerintah pusat. Namun, sampai sekarang sepertinya belum selesai. Sebab, Dishub Sumenep juga belum menerima. ”Intinya rencana pembangunan bandara Pulau Masalembu bergantung pada masterplan. Kalau turun, bisa dilaksanakan tahun ini. Kalau tidak, ya nunggu dulu,” ujarnya.

Baca Juga :  Anggaran Pembebasan Lahan Bandara Belum Terserap

Pada prinsipnya, Pemkab Sumenep sangat mendukung pembangunan Masalembu. Sebab, misalnya tidak terlaksana tahun ini bisa dianggarkan kembali tahun mendatang. ”Tapi tahun ini kami harap bisa terlaksana,” ucapnya.

Anggota Komisi III DPRD Sumenep Darul Hasyim Fath memafhumi jika tidak terlaksana tahun ini. Sebab, masterplan itu menjadi otoritas Dishub Jawa Timur. Hanya, Pemkab Sumenep harus serius dalam mendorong percepatan pembangunan bandara Pulau Masalembu.

”Dulu ketika APBD hendak disepakati, upaya pemkab membangun rencana bandara Pulau Masalembu sudah sampai tahap apa, saya tanya ke Dishub Sumenep,” kata Darul menceritakan.

Jawaban Dishub Sumenep, kata pria asal Masalebu itu, sudah memfasilitasi fasilitas survei lokasi yang dilakukan Dishub Jatim. Terdapat tiga lokasi yang disurvei. Di antaranya, lahan bekas Elnusa dan lahan milik warga setempat. ”Saya yakin untuk lahan milik warga, warga tidak akan mempersulit. Sepanjang komitmen pemkab tidak harapan palsu,” ucapnya.

Baca Juga :  Warga Batang-Batang Laok Merantau, Produktifitas Gula Merah Menurun

Politikus PDI Perjuangan itu memaklumi jika harus menunggu lama. Pembangunan itu butuh duit banyak. Untuk rencana pembangunan bandara Pulau Masalembu itu ditaksir menelan anggaran Rp 50 miliar dari APBN. Sementara dari APBD hanya Rp 1,2 miliar. ”APBD hanya membangun menara dan menandai wilayah yang akan dijadikan titik lokasi bandara,” paparnya.

Darul menambahkan, Pemkab Sumenep harus menunjukkan komitmen pada pemerintah pusat bahwa kabupaten paling timur di Madura ini layak dibangun bandara. ”Memang lahan sejauh ini masih opsional. Tapi Pemkab Sumenep harus siap dengan segala keadaan. Karena bisa jadi masterplan itu turun dalam waktu dekat atau bulan depan,” pungkasnya. 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/