alexametrics
28.1 C
Madura
Friday, September 30, 2022

Harga Rokok tanpa Pita Cukai Lebih Murah

SUMENEP, Jawa Pos Radar Madura – Penertiban rokok bodong perlu digencarkan. Pasalnya, saat ini banyak beredar rokok tanpa pita cukai. Harga di pasaran jauh lebih murah daripada rokok legal. Misalnya, rokok Gico dan Dubai.

Rokok itu menarik perhatian konsumen karena murah. Rokok Gico yang berisi 20 batang hanya dijual Rp 7.000 sebungkus. Rokok tersebut diduga diproduksi Perusahaan Rokok (PR) Bahagia yang beralamat di Kecamatan Ganding. Perusahaan itu memang memproduksi berbagai jenis rokok.

Seorang informan mengatakan, memang banyak toko yang menjual rokok seperti Gico dan lainnya. Selama ini, rokok tersebut laris dan diminati masyarakat karena murah. ”Ini rokok dari daerah Ganding,” ungkapnya.

Rokok itu dipasarkan ke berbagai tempat. Setiap toko peracangan menjual rokok tersebut. ”Bahkan luar daerah,” imbuhnya.

Jawa Pos Radar Madura (JPRM) mendatangi PR Bahagia di Kecamatan Ganding pada Selasa (9/9). Perusahaan tersebut terpantau sangat ketat. Siang itu, Mukmin selaku pemilik perusahaan tidak berada di tempat. Direktur PR Bahagia Nanang juga berada di luar kota.

Baca Juga :  CPNS Tunggu Informasi Panselnas, BKPSDM Sumenep Pastikan Fair

Sementara itu, admin PR Bahagia Ivan membantah perusahaannya memproduksi rokok ilegal seperti Gico dan Dubai. Bahkan, dia baru mendengar nama rokok tersebut. ”Tidak tahu kalau itu,” katanya.

Ivan mengakui pihaknya memang memproduksi berbagai jenis rokok. Namun, rokok yang dihasilkan dilengkapi cukai. Yakni, rokok dengan merek Tamer dan One Point. Rokok tersebut terjual ke berbagai tempat. ”Kami sudah memiliki distributor. Rokok hasil produksi kami sudah dijual ke area Pamekasan juga,” terangnya.

Di tempat terpisah, Kepala Diskop UKM dan Perindag Sumenep Chainur Rasyid menyatakan, institusinya memiliki peranan dalam mencegah peredaran rokok ilegal. Langkah yang dilakukan biasanya dengan sosialisasi dan penindakan.

Sosialisasi dan penindakan melibatkan instansi lain seperti bidang perekonomian, satpol PP, bea cukai, kepolisian, dan lainnya. ”Kami hanya bagian tim di dalamnya,” jelasnya.

Baca Juga :  PT Garam Janji Jaga Stabilitas Harga Garam

Chainur mengaku belum mendengar peredaran rokok tanpa cukai di daerahnya. Akan tetapi, upaya mencegah peredaran sudah dilakukan. ”Setiap tahun kami telah melakukan upaya pencegahan. Termasuk tahun 2021 sudah kami maksimalkan,” tuturnya.

Menurut dia, jika terdapat laporan sebaran rokok ilegal, tim akan turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan. Juga menindak dan merampas rokok tanpa cukai tersebut. Namun untuk melakukan penertiban, membutuhkan koordinasi lintas sektor. Sebab, yang memiliki kewenangan penuh kantor bea cukai. ”Kami masih menunggu instruksi tim, tapi pasti kami lakukan,” janji Chainur.

JPRM sudah menghubungi Humas Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Madura Tesar. Namun, dia belum dimintai keterangan terkait peredaran rokok ilegal di Sumenep. Berkali-kali dihubungi ke nomor teleponnya, tidak ada respons. Pesan WhatsApp juga tidak dibalas. (iqb/luq)

SUMENEP, Jawa Pos Radar Madura – Penertiban rokok bodong perlu digencarkan. Pasalnya, saat ini banyak beredar rokok tanpa pita cukai. Harga di pasaran jauh lebih murah daripada rokok legal. Misalnya, rokok Gico dan Dubai.

Rokok itu menarik perhatian konsumen karena murah. Rokok Gico yang berisi 20 batang hanya dijual Rp 7.000 sebungkus. Rokok tersebut diduga diproduksi Perusahaan Rokok (PR) Bahagia yang beralamat di Kecamatan Ganding. Perusahaan itu memang memproduksi berbagai jenis rokok.

Seorang informan mengatakan, memang banyak toko yang menjual rokok seperti Gico dan lainnya. Selama ini, rokok tersebut laris dan diminati masyarakat karena murah. ”Ini rokok dari daerah Ganding,” ungkapnya.


Rokok itu dipasarkan ke berbagai tempat. Setiap toko peracangan menjual rokok tersebut. ”Bahkan luar daerah,” imbuhnya.

Jawa Pos Radar Madura (JPRM) mendatangi PR Bahagia di Kecamatan Ganding pada Selasa (9/9). Perusahaan tersebut terpantau sangat ketat. Siang itu, Mukmin selaku pemilik perusahaan tidak berada di tempat. Direktur PR Bahagia Nanang juga berada di luar kota.

Baca Juga :  CPNS Tunggu Informasi Panselnas, BKPSDM Sumenep Pastikan Fair

Sementara itu, admin PR Bahagia Ivan membantah perusahaannya memproduksi rokok ilegal seperti Gico dan Dubai. Bahkan, dia baru mendengar nama rokok tersebut. ”Tidak tahu kalau itu,” katanya.

Ivan mengakui pihaknya memang memproduksi berbagai jenis rokok. Namun, rokok yang dihasilkan dilengkapi cukai. Yakni, rokok dengan merek Tamer dan One Point. Rokok tersebut terjual ke berbagai tempat. ”Kami sudah memiliki distributor. Rokok hasil produksi kami sudah dijual ke area Pamekasan juga,” terangnya.

- Advertisement -

Di tempat terpisah, Kepala Diskop UKM dan Perindag Sumenep Chainur Rasyid menyatakan, institusinya memiliki peranan dalam mencegah peredaran rokok ilegal. Langkah yang dilakukan biasanya dengan sosialisasi dan penindakan.

Sosialisasi dan penindakan melibatkan instansi lain seperti bidang perekonomian, satpol PP, bea cukai, kepolisian, dan lainnya. ”Kami hanya bagian tim di dalamnya,” jelasnya.

Baca Juga :  Tabun Art Kembali Jadi Venue HUT JPRM

Chainur mengaku belum mendengar peredaran rokok tanpa cukai di daerahnya. Akan tetapi, upaya mencegah peredaran sudah dilakukan. ”Setiap tahun kami telah melakukan upaya pencegahan. Termasuk tahun 2021 sudah kami maksimalkan,” tuturnya.

Menurut dia, jika terdapat laporan sebaran rokok ilegal, tim akan turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan. Juga menindak dan merampas rokok tanpa cukai tersebut. Namun untuk melakukan penertiban, membutuhkan koordinasi lintas sektor. Sebab, yang memiliki kewenangan penuh kantor bea cukai. ”Kami masih menunggu instruksi tim, tapi pasti kami lakukan,” janji Chainur.

JPRM sudah menghubungi Humas Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Madura Tesar. Namun, dia belum dimintai keterangan terkait peredaran rokok ilegal di Sumenep. Berkali-kali dihubungi ke nomor teleponnya, tidak ada respons. Pesan WhatsApp juga tidak dibalas. (iqb/luq)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

Lima Raperda Siap Dibahas

/