alexametrics
27.1 C
Madura
Thursday, June 30, 2022

Empat Korban Terakhir Ditemukan, Begini Kondisinya

SUMENEP – Mayat empat korban kecelakaan Perahu Kota Baru di perairan Kecamatan Sapeken, Sumenep, ditemukan nelayan Minggu (11/3). Kondisi mayat sangat mengenaskan. Mayat bisa hanya diidentifikasi dari pakaian yang dikenakan.

Mereka adalah Maya Puspita Dewi, 16; Nur Fadila, 16; Nur Khalik Mahmudi, 17; dan Fathul Farihin, 17. Mereka merupakan warga Desa/Kecamatan Sapeken. Kondisi mayat bengkak dan sebagian kulit mengelupas.

Kepala Syahbandar Sapeken Taufikurrahman mengatakan, mulai hari pertama hingga hari terakhir, tim melakukan penyisiran di tempat kejadian perkara (TKP) yakni di sekitar Pulau Saredeng. Mayat Maya Puspita Dewi dan Nur Fadila ditemukan kali pertama sekitar pukul 06.30.

Disusul penemuan mayat Nur Khalik Mahmudi di Pulau Saredeng dan Fathul Farihin di Pulau Saseel. ”Semuanya ditemukan oleh nelayan setempat,” kata Taufik kepada Jawa Pos Radar Madura.

Baca Juga :  Kucurkan Rp 7 M untuk Jembatan Lingkar Barat

Nelayan mengantarkan jenazah Nur Khalik Mahmudi ke Pelabuhan Sapeken  pukul 09.30. Jarak dari Pulau Saredeng ke Sapeken setengah jam perjalanan laut. ”Sedangkan jenazah Fathul Farihin tiba di Sapeken pukul 10.30,” jelasnya.

Setelah ditemukan, lanjut Taufik, sesuai kesepakatan bersama, jenazah dibawa ke rumah duka masing-masing. Dua jenazah perempuan yang ditemukan kali pertama sempat dibawa ke Puskesmas Sapeken.

”Karena bau, akhirnya dibawa pulang. Diotopsi kemungkinan tidak bisa. Yang pasti sudah dikebumikan. Oleh keluarga korban langsung dijemput,” bebernya. ”Kondisi jenazah korban sudah tidak dikenali. Untung masih bisa diketahui dari pakaiannya,” imbuh dia.

Kasubbaghumas Polres Sumenep AKP Abd. Mukid menambahkan, tim melakukan pencarian sejak pukul 06.00 hingga pukul 10.00. Dua korban sempat dievakuasi ke posko Puskesmas Sapeken. Empat korban ditemukan meninggal. Pihak keluarga mengenali pakaian yang dikenakan korban.

Baca Juga :  Pamit Melaut, Nelayan Hilang

”Kondisi jenazah tidak dikenali. Kepala mayat sudah jadi tengkorak. Pihak keluarga mengetahui pakaian yang dikenakan,” katanya mewakili Kapolres Sumenep AKBP Fadillah Zulkarnaen.

Untuk diketahui, pencarian hari keempat dilakukan oleh polisi, TNI, syahbandar, satpol PP, polda, Basarnas, warga, dan nelayan. Sebelum kecelakaan, perahu rencananya menuju ke Desa Tanjung Kiaok, Pulau Sepanjang.

Kecelakaan laut itu terjadi di antara perairan Pulau Sapeken dan Pulau Seradeng Kecil pada Kamis (8/3). Insiden tersebut membuat lima orang meninggal dunia dan 29 orang lainnya selamat.

SUMENEP – Mayat empat korban kecelakaan Perahu Kota Baru di perairan Kecamatan Sapeken, Sumenep, ditemukan nelayan Minggu (11/3). Kondisi mayat sangat mengenaskan. Mayat bisa hanya diidentifikasi dari pakaian yang dikenakan.

Mereka adalah Maya Puspita Dewi, 16; Nur Fadila, 16; Nur Khalik Mahmudi, 17; dan Fathul Farihin, 17. Mereka merupakan warga Desa/Kecamatan Sapeken. Kondisi mayat bengkak dan sebagian kulit mengelupas.

Kepala Syahbandar Sapeken Taufikurrahman mengatakan, mulai hari pertama hingga hari terakhir, tim melakukan penyisiran di tempat kejadian perkara (TKP) yakni di sekitar Pulau Saredeng. Mayat Maya Puspita Dewi dan Nur Fadila ditemukan kali pertama sekitar pukul 06.30.


Disusul penemuan mayat Nur Khalik Mahmudi di Pulau Saredeng dan Fathul Farihin di Pulau Saseel. ”Semuanya ditemukan oleh nelayan setempat,” kata Taufik kepada Jawa Pos Radar Madura.

Baca Juga :  Pandemi, PT Prinus Belum Bayar Utang

Nelayan mengantarkan jenazah Nur Khalik Mahmudi ke Pelabuhan Sapeken  pukul 09.30. Jarak dari Pulau Saredeng ke Sapeken setengah jam perjalanan laut. ”Sedangkan jenazah Fathul Farihin tiba di Sapeken pukul 10.30,” jelasnya.

Setelah ditemukan, lanjut Taufik, sesuai kesepakatan bersama, jenazah dibawa ke rumah duka masing-masing. Dua jenazah perempuan yang ditemukan kali pertama sempat dibawa ke Puskesmas Sapeken.

”Karena bau, akhirnya dibawa pulang. Diotopsi kemungkinan tidak bisa. Yang pasti sudah dikebumikan. Oleh keluarga korban langsung dijemput,” bebernya. ”Kondisi jenazah korban sudah tidak dikenali. Untung masih bisa diketahui dari pakaiannya,” imbuh dia.

Kasubbaghumas Polres Sumenep AKP Abd. Mukid menambahkan, tim melakukan pencarian sejak pukul 06.00 hingga pukul 10.00. Dua korban sempat dievakuasi ke posko Puskesmas Sapeken. Empat korban ditemukan meninggal. Pihak keluarga mengenali pakaian yang dikenakan korban.

Baca Juga :  Lambung Bocor, Kapal Karam, ABK Selamat

”Kondisi jenazah tidak dikenali. Kepala mayat sudah jadi tengkorak. Pihak keluarga mengetahui pakaian yang dikenakan,” katanya mewakili Kapolres Sumenep AKBP Fadillah Zulkarnaen.

Untuk diketahui, pencarian hari keempat dilakukan oleh polisi, TNI, syahbandar, satpol PP, polda, Basarnas, warga, dan nelayan. Sebelum kecelakaan, perahu rencananya menuju ke Desa Tanjung Kiaok, Pulau Sepanjang.

Kecelakaan laut itu terjadi di antara perairan Pulau Sapeken dan Pulau Seradeng Kecil pada Kamis (8/3). Insiden tersebut membuat lima orang meninggal dunia dan 29 orang lainnya selamat.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/