alexametrics
21.2 C
Madura
Sunday, May 29, 2022

Diduga Bocor, Operasi Gabungan Minim Temuan

SUMENEP –Tim gabungan yang terdiri atas satpol PP, TNK, polisi, dan Dinas Perhubungan (Dishub) Sumenep menggelar operasi Sabtu malam (8/12). Kali ini sasarannya adalah pedagang kaki lima (PKL) ilegal yang berjualan di pinggir jalan.

            Kasi Ketenteraman dan Ketertiban Umum (Trantibun) Satpol PP Sumenep Nur Hartatik mengatakan, PKL harus ditertibkan. Sebab, hal itu merupakan tanggung jawab instansi penegak peraturan daerah (perda).

             ”Temuannya ada pedagang buah di Jalan Trunojoyo, Desa Kolor. Juga ada rombong PKL yang kami tertibkan,” tuturnya saat dikonfirmasi RadarMadura.id di kantornya sekitar pukul 23.30.

            Pengamatan RadarMadura.id, setiap hari para PKL sering mangkal di pinggir jalan. Namun ketika operasi, jumlah pedagang sangat sedikit. Lokasi yang biasa menjadi tempat mangkal sudah bersih. Diduga, rencana operasi tersebut bocor.

Baca Juga :  Dagangan Ludes, PKL Berharap CFD JPRM Rutin Digelar Setiap Minggu

Namun, kecurigaan itu langsung dibantah oleh Nur Hartatik. Dia berjanji akan terus melakukan penertiban. Bahkan tidak segan pihaknya akan memberikan sanksi. ”Tidak mungkin bocor lah operasi ini. Mungkin itu kesadaraan manusianya” katanya. (c2)

 

 

 

SUMENEP –Tim gabungan yang terdiri atas satpol PP, TNK, polisi, dan Dinas Perhubungan (Dishub) Sumenep menggelar operasi Sabtu malam (8/12). Kali ini sasarannya adalah pedagang kaki lima (PKL) ilegal yang berjualan di pinggir jalan.

            Kasi Ketenteraman dan Ketertiban Umum (Trantibun) Satpol PP Sumenep Nur Hartatik mengatakan, PKL harus ditertibkan. Sebab, hal itu merupakan tanggung jawab instansi penegak peraturan daerah (perda).

             ”Temuannya ada pedagang buah di Jalan Trunojoyo, Desa Kolor. Juga ada rombong PKL yang kami tertibkan,” tuturnya saat dikonfirmasi RadarMadura.id di kantornya sekitar pukul 23.30.


            Pengamatan RadarMadura.id, setiap hari para PKL sering mangkal di pinggir jalan. Namun ketika operasi, jumlah pedagang sangat sedikit. Lokasi yang biasa menjadi tempat mangkal sudah bersih. Diduga, rencana operasi tersebut bocor.

Baca Juga :  Pemkab Sumenep Siapkan Terobosan Baru Pulihkan Ekonomi Masyarakat

Namun, kecurigaan itu langsung dibantah oleh Nur Hartatik. Dia berjanji akan terus melakukan penertiban. Bahkan tidak segan pihaknya akan memberikan sanksi. ”Tidak mungkin bocor lah operasi ini. Mungkin itu kesadaraan manusianya” katanya. (c2)

 

 

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/