alexametrics
20.7 C
Madura
Saturday, June 25, 2022

Rusak Puluhan Tahun, Jalan Kabupaten Belum Diperbaiki

SUMENEP – Akses jalan kabupaten yang menghubungkan Desa Keles dengan Desa Beluk Kenek, Kecamatan Ambunten rusak parah. Ironisnya, kondisi itu sudah berlangsung sekitar 10 tahun yang lalu. Hingga kini, pemerintah belum memperbaiki kerusakan jalan tersebut.

Saiful Bahri, 34, warga Desa Beluk Kenek kecewa karena pemerintah daerah belum melakukan perbaikan terhadap kerusakan jalan tersebut. “Jalan ini sudah rusak sekitar 10 tahun yang lalu. Dulu, kerusakannya tidak separah ini,” katanya.

Menurut Saiful Bahri, sejak jalan tersebut diaspal, pemerintah jarang melakukan pemeliharaan. Lubang jalan yang awalnya kecil kini menjadi lebar. “Sekarang aspalnya sudah tidak ada sama sekali, yang tersisa hanya batu dan kerikil,” ungkapnya.

Baca Juga :  'Taksi' Perahu Kecelakaan, Ini Yang Akan Dilakukan UPT Pantai Lombang

Dia menjelaskan, titik kerusakan jalan yang paling parah berada tepat di area lembaga pendidikan. Kami minta Pemkab Sumenep segera memperbaiki kerusakan jalan tersebut. “Kalau begini, pemerintah terkesan tebang pilih. Sebab, hanya ruas jalan ini yang tak kunjung diperbaiki,” sesalnya.

Sementara itu, Kabid Pembangunan Dinas PU Bina Marga Kabupaten Sumenep Hariyanto Efendi berjanji menindaklanjuti keluhan warga di ruas jalan tersebut. Dalam waktu yang tidak terlalu lama, pihaknya akan turun ke lapangan untuk memastikan tingkat kerusakan jalan. “Kalau tahun ini sepertinya masih belum bisa, makanya kami cek dulu,” katanya. (rus)

SUMENEP – Akses jalan kabupaten yang menghubungkan Desa Keles dengan Desa Beluk Kenek, Kecamatan Ambunten rusak parah. Ironisnya, kondisi itu sudah berlangsung sekitar 10 tahun yang lalu. Hingga kini, pemerintah belum memperbaiki kerusakan jalan tersebut.

Saiful Bahri, 34, warga Desa Beluk Kenek kecewa karena pemerintah daerah belum melakukan perbaikan terhadap kerusakan jalan tersebut. “Jalan ini sudah rusak sekitar 10 tahun yang lalu. Dulu, kerusakannya tidak separah ini,” katanya.

Menurut Saiful Bahri, sejak jalan tersebut diaspal, pemerintah jarang melakukan pemeliharaan. Lubang jalan yang awalnya kecil kini menjadi lebar. “Sekarang aspalnya sudah tidak ada sama sekali, yang tersisa hanya batu dan kerikil,” ungkapnya.

Baca Juga :  Petani Kesulitan Cari Benih Padi Berkualitas


Dia menjelaskan, titik kerusakan jalan yang paling parah berada tepat di area lembaga pendidikan. Kami minta Pemkab Sumenep segera memperbaiki kerusakan jalan tersebut. “Kalau begini, pemerintah terkesan tebang pilih. Sebab, hanya ruas jalan ini yang tak kunjung diperbaiki,” sesalnya.

Sementara itu, Kabid Pembangunan Dinas PU Bina Marga Kabupaten Sumenep Hariyanto Efendi berjanji menindaklanjuti keluhan warga di ruas jalan tersebut. Dalam waktu yang tidak terlalu lama, pihaknya akan turun ke lapangan untuk memastikan tingkat kerusakan jalan. “Kalau tahun ini sepertinya masih belum bisa, makanya kami cek dulu,” katanya. (rus)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/