alexametrics
21.1 C
Madura
Thursday, August 11, 2022

Dinsos Bakal Coret Peserta PKH. Ini Penjelasannya

SUMENEP – Jumlah keluarga penerima manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) bakal ditambah pada 2018. Dinas Sosial (Dinsos) Sumenep mulai bersiap. Rencananya, dinas yang berkantor di Jalan Asoka ini akan melakukan verifikasi dan validasi ulang data penerima PKH.

Tahun ini total penerima PKH di Indonesia 6 juta rumah tangga. Rencananya, tahun depan jumlah tersebut akan ditambah menjadi 10 juta. Sedangkan di Jawa Timur (Jatim) jumlah penerima PKH mencapai 1.077.304 KPM.

Untuk Sumenep, jumlah KPM-PKH 2017 mencapai 43.463 keluarga. Total bantuan mencapai Rp 82.145.070.000. Meski belum mendapat pengumuman resmi dari Kementerian Sosial (Kemensos), Kepala Dinsos Sumenep Aminullah mengaku sudah siap.

”Nantinya kami akan mencoret penerima bantuan PKH yang sudah mampu. Kamudian, mencari warga yang memang membutuhkan bantuan ini,” ungkap Aminullah, Selasa (10/10).

Baca Juga :  Sosialisasi Disangka Kampanye

Penambahan kuota penerima PKH ini sebelumnya disampaikan Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa kepada media saat menghadiri kegiatan di Sumenep akhir Agustus lalu. Hal tersebut kembali dipertegas melalui siaran pers saat berkunjung di Semarang Senin (9/10). Dalam siaran pers tersebut, Khofifah mengimbau seluruh pendamping PKH menyisir kembali warga yang membutuhkan bantuan.

Selain itu, dia menekankan pada keakuratan data. Sebab, hal tersebut menentukan tepat atau tidaknya sasaran bantuan PKH. Target pembangunan 2018 sebagaimana dituangkan dalam Rencana Kerja Pemerintah Tahun Anggaran 2018 menetapkan tingkat kemiskinan 9–10%.

Kemudian, tingkat pengangguran terbuka 5,3–5,5% pada rasio gini 0,38. Target tetap mengacu pada jumlah penduduk miskin sesuai survei BPS pada September 2016 sekitar 27,8 juta jiwa. 

Baca Juga :  Bantuan Beras Diduga Disunat

SUMENEP – Jumlah keluarga penerima manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) bakal ditambah pada 2018. Dinas Sosial (Dinsos) Sumenep mulai bersiap. Rencananya, dinas yang berkantor di Jalan Asoka ini akan melakukan verifikasi dan validasi ulang data penerima PKH.

Tahun ini total penerima PKH di Indonesia 6 juta rumah tangga. Rencananya, tahun depan jumlah tersebut akan ditambah menjadi 10 juta. Sedangkan di Jawa Timur (Jatim) jumlah penerima PKH mencapai 1.077.304 KPM.

Untuk Sumenep, jumlah KPM-PKH 2017 mencapai 43.463 keluarga. Total bantuan mencapai Rp 82.145.070.000. Meski belum mendapat pengumuman resmi dari Kementerian Sosial (Kemensos), Kepala Dinsos Sumenep Aminullah mengaku sudah siap.


”Nantinya kami akan mencoret penerima bantuan PKH yang sudah mampu. Kamudian, mencari warga yang memang membutuhkan bantuan ini,” ungkap Aminullah, Selasa (10/10).

Baca Juga :  DPRD Pamekasan Temukan Rastra Bau Apak

Penambahan kuota penerima PKH ini sebelumnya disampaikan Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa kepada media saat menghadiri kegiatan di Sumenep akhir Agustus lalu. Hal tersebut kembali dipertegas melalui siaran pers saat berkunjung di Semarang Senin (9/10). Dalam siaran pers tersebut, Khofifah mengimbau seluruh pendamping PKH menyisir kembali warga yang membutuhkan bantuan.

Selain itu, dia menekankan pada keakuratan data. Sebab, hal tersebut menentukan tepat atau tidaknya sasaran bantuan PKH. Target pembangunan 2018 sebagaimana dituangkan dalam Rencana Kerja Pemerintah Tahun Anggaran 2018 menetapkan tingkat kemiskinan 9–10%.

Kemudian, tingkat pengangguran terbuka 5,3–5,5% pada rasio gini 0,38. Target tetap mengacu pada jumlah penduduk miskin sesuai survei BPS pada September 2016 sekitar 27,8 juta jiwa. 

Baca Juga :  Warga Masalembu Tertahan di Pelabuhan
- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/